Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 199 Doggy Style


__ADS_3

Selfina tampak berpikir keras. Ia jadi khawatir kalau-kalau yang dimaksud oleh dokter kandungan itu adalah gaya bercinta yang sering ia lakukan dengan Yudha.


"Apakah cara tidur yang dokter maksud adalah cara atau gaya aku dan suami saat bercinta dokter?" tanyanya dengan wajah meringis. Ia malu tapi akhirnya ia ungkapkan juga kekhawatirannya. Pasalnya suaminya suka sekali dengan gaya yang sedikit ekstrim jika datang mengunjunginya.


Sang dokter yang bernama Widya itu tersenyum lalu menjawab.


"Bukan itu maksud saya Bu. Tapi sebenarnya gaya bercinta yang aman untuk ibu hamil dan mampu mempermudah saat melahirkan menurut saya ya maaf, do*ggy-style."


"Hah?" Selfina dan Yundha tiba-tiba saja merespon secara bersamaan.


"Hey, kenapa memangnya?" tanya dokter itu tersenyum.


"Ah gak. Dok. Maaf, spontan saja sih hehehe," jawab Yundha cengengesan. Selfina tiba-tiba merasakan pipinya menghangat malu. Pasalnya suaminya dan dirinya sendiri sangat menyukai gaya itu.


"Ekhem.." Widya berdehem agar konsentrasi pasiennya kembali ke pembahasan tentang bayi sungsang.


"Banyak ibu hamil bertanya-tanya seperti apa posisi tidur agar bayi tidak sungsang. Ibu Sel adalah salah satunya. Pada usia delapan bulan, kebanyakan bayi menundukkan kepalanya sendiri untuk mempersiapkan diri hingga waktu kelahiran yang akan datang."


Selfina dan Yundha kembali fokus menyimak penjelasan dari sang dokter.


"Namun, beberapa kondisi menunjukan presentasi sungsang atau berarti bayi belum berbalik ke posisi kepala di bawah (kepala menunduk), melainkan dalam posisi bokong atau kaki di bawah. Dalam praktik kebidanan saat ini, melahirkan bayi sungsang dianggap berisiko bagi ibu dan anak."


Wajah Selfina semakin tampak khawatir. Ia pun mulai bertanya lagi untuk membuat hatinya lebih tenang.


"Jadi dokter? Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Posisi tidur ibu juga sangat berkaitan dengan kemampuan gerakan dan posisi tubuh janin. Posisi tidur yang baik dapat mengubah posisi janin atau bayi kembali menjadi normal," jawab Widya dengan suara tenangnya.


"Usahakan untuk menghindari tidur telentang. Selama beberapa bulan terakhir, pastikan ibu tidur miring ke kiri dengan bantal yang menopang perut di bawahnya."


"Ah iya dokter," ucap Selfina manggut-manggut.


"Posisi ini akan mendorong gerakan bayi di dalam rahim dan membantu bayi ibu masuk ke posisi alami sebelum timbulnya nyeri persalinan. Selain itu, diketahui bahwa pada akhir kehamilan, rahim ibu dan bayi menempati sebagian besar tubuh."

__ADS_1


Widya menarik nafas kemudian melanjutkan,


"Jika ibu berbaring terlentang selama persalinan, maka kondisi ini dapat menekan pembuluh darah serta menyebabkan penurunan sirkulasi dan penurunan detak jantung bayi. Itulah alasanmu mengapa ibu sering dianjurkan untuk tidur dengan posisi menghadap kiri atau samping."


"Oh begitu ya dok. Pantas saja mama selalu saja rewel setiap aku tidur telentang. Jadi ini ya penyebabnya," ucap Selfina mulai paham.


"Posisi tidur agar bayi tidak sungsang yang kedua adalah tidur miring dengan bantal di antara kedua kaki ibu. Ini adalah salah satu cara untuk mempertahankan posisi dan postur yang memungkinkan panggul terbuka lebar.


"Wah akan aku coba semua dokter, makasih banyak." Selfina tersenyum. Ia jadi tidak terlalu khawatir lagi. Ia masih punya beberapa minggu lagi untuk berusaha mengubah posisi bayinya ke bentuk semula.


"Ah iya Bu. Semangat ibu dan pikiran-pikiran positif dari ibu pasti bisa membantu. Ibu juga bisa tidur dengan menggunakan kompresan air."


"Hah kompresan air?" tanya Selfina dan Yundha bersamaan. Sepertinya mereka belum pernah mendengar ada cara seperti ini.


"Ibu harus terus mencari cara agar bayi di perut ibu mau berputar menuju jalan lahir. Rupanya, penggunaan kompresan air dingin dan panas bisa menjadi salah satunya lho," senyum sang dokter.


"Sesuatu yang dingin dan diletakan ke bagian atas rahim ternyata dapat mendorong bayi ibu untuk menjauh dari sensasi dingin tersebut. Sebaliknya, letakkan sesuatu yang hangat di bagian bawah rahim dan bayi akan menuju sensasi hangat tersebut membalik ke posisi yang benar."


"Wah, ini ilmu baru yang aku dapatkan dokter," timpal Yundha tersenyum. Ia nampaknya sangat tertarik dengan penjelasan sang dokter.


"Ketika ibu berbaring di bathtub kamar mandi, kompres atas perut dengan air es dan dengan bagian bawah perut ibu terendam air panas. Ini adalah cara yang baik untuk menggunakan teknik ini."


"Teknik panas dan dingin ini sepenuhnya aman, sehingga bisa dilakukan selama dan sesering yang ibu suka."


Selfina sekali lagi manggut-manggut paham. Pokoknya ia akan melakukan apa saja yang penting ia bisa melahirkan dengan normal.


"Tidur dengan kaki lebih tinggi juga sangat bagus bu. Letakkan bantal dibawah bokong maka itu juga bisa membantu bayi ibu kembali ke posisi normal."


"Dan ingat, jangan lupa untuk sholat. Sujud yang lama sembari berdoa agar dilancarkan persalinannya oleh Tuhan."


"Aamiin dokter. Terimakasih banyak."


"Sama-sama Bu. Orang dulu katanya kalau mau lancar persalinan dan juga posisi bayi yang bagus ya, dengan rajin bersujud dalam artian sujud dan doa pada Tuhan. Dan nungging seperti orang yang sedang mengepel lantai."

__ADS_1


"Oh gitu ya Dok?"


"Iya Bu. Tapi sekarang karena yang mengepel lantai kebanyakan adalah para asisten rumah tangga ya, sudah jarang lagi di lakukan. Jadi sujud saja dengan lama. Itu sudah usaha yang sangat baik."


"Iya dokter." Selfina dan Yundha menjawab dengan kompak. Setelah itu mereka pun bergantian untuk check up kandungan.


Giliran Yundha sekarang. Dan Dewa tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan itu karena ingin tahu kondisi janin mereka.


"Untuk Ibu Yundha semuanya bagus. Detak jantung bayi normal. Dan pertumbuhannya juga bagus. Jaga kesehatan saja dan istirahat yang cukup."


"Alhamdulillah. Terimakasih banyak dokter," ucap Dewa dengan perasaan yang sangat lega.


"Semua sudah saya sampaikan tadi bagaimana agar posisi bayi tidak sungsang dan berada pada posisinya yang sebenarnya. Ibu Yundha juga bisa praktekkan gaya dan cara tidurnya ya," ucap Widya saat akan menutup sesi check up dua perut ibu hamil itu.


"Iya dokter makasih banyak."


"Jadi bagaimana dengan posisi berhubungan? Apakah ada rekomendasi dari dokter supaya aman sampai melahirkan dokter?" tanya Dewa dengan wajah serius.


"Mas!!! Mulai lagi deh!" Yundha langsung mencubit paha suaminya dan menunjukkan rasa kesalnya.


"Hahahaha!" Widya tidak sadar langsung tertawa terbahak-bahak. Ia sangat suka melihat pasangan-pasangan ini. Untungnya Yudha tidak ikut. Biasanya pria itu juga akan menanyakan hal yang sama.


"Mas! Ayok pulang!"


"Lho? Memangnya aku salah apa?" tanya Dewa seraya meremas tengkuknya tak nyaman.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2