
Yudhis tidak menjawab tetapi malah semakin meremass bagian belakang istrinya yang sangat montok berisi itu dengan tangannya yang besar.
Tiara sendiri tak ingin bertanya lagi dan lebih menikmati apa yang dilakukan oleh pria itu. Ada sensasi lain yang ia rasakan dan terasa sangat enak dan juga nikmat.
"Mass, uggh," dessahnya saat tangan pria itu benar-benar berpindah ke bagian depannya. Meskipun ia masih memakai penghalang tapi ia bisa merasakan sentuhan itu menembus pertahanannya.
Rasa nyeri pada perut bagian bawahnya bukannya menghilang malah kini terasa bercampur dengan rasa lain yang tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.
"Mass, perutku masih nyeri aaakh," ucapnya saat sang suami kini sedang membuka kain tipis segitiga yang sedang ia gunakan.
"Kamu belum baikan sayang?" tanya Yudhis seraya menghentikan gerakan tangannya yang sedang ingin membuka tali pengikat pada bagian kiri dan kanan kain segitiga yang dipakai oleh Tiara.
"Iya mas, nyeri banget," balas perempuan cantik itu meringis sakit.
"Aku carikan obat dulu ya sayang," ucap Yudhis seraya menutup kembali bagian bawah istrinya yang sudah ia buka sedikit. Setelah itu ia mengecup perut sang istri kemudian segera keluar dari kamarnya.
Pria itu pun menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya agar senjatanya yang sudah mengeras sempurna bisa jinak kembali.
Huffft
Meskipun sang senjata belum tidur dengan tenang tapi ia harus mencari obat nyeri untuk sang istri secepatnya agar ia bisa melakukan jungkat-jungkit dengan tenang dan damai.
Ia pun keluar dari kamarnya dan tak sengaja bertemu dengan sang mama di lorong kamar.
"Eh Yudhi? Kamu nginap disini?" tanya Merry dengan wajah kagetnya.
"Tiara kemana?" tanya perempuan itu lagi. "Apa dia ikut juga?"
"Iya ma. Semalam kami datang. Tapi sekarang Tiara sedang sakit perut. Ada obat gak ma?"
"Sakit perut? Kok bisa? Kamu gak ngapa-ngapain anak orang 'kan?"
"Belom ma. Aku belum ngapa-ngapain eh udah sakit perut duluan. Aku cari di kotak obat deh kalo gitu."
"Iya. Mama juga mau lihat istrimu. Mungkin dia lapar kali," ucap Merry seraya melangkahkan kakinya ke kamar Yudhi sementara pria itu mencari kotak obat yang tersimpan di dalam sebuah kamar di rumah itu.
"Assalamualaikum Tiara! Mama bisa masuk gak sayang?" sapa Merry saat tiba di kamar sang putra.
"Eh mama. Waalaikumussalam. Silahkan masuk ma," Tiara menjawab seraya berusaha untuk bangun dari posisinya.
"Gak usah bangun sayang. Tidur aja." Merry melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah ranjang agar perempuan muda itu tidak perlu bangun.
"Iya ma. Makasih banyak." Tiara tersenyum sedangkan Merry langsung mendudukkan tubuhnya di atas ranjang itu.
"Kata Yudhi, kamu lagi sakit perut ya," ucapnya seraya menatap wajah sang menantu dengan tatapan khawatir. Pasalnya wajah perempuan itu tampak sangat pucat dengan bulir-bulir keringat pada dahinya.
__ADS_1
"Iya ma. Perut bagian bawahku tuh nyeri banget." Tiara menjawab seraya menunjuk bagian bawah perutnya.
"Suamimu sudah ngapain saja sayang?" tanya Merry khawatir. Tiara langsung menutup wajahnya malu. Apa Iyya perlu menceritakan apa yang sudah mereka lakukan?
"Gak ngapa-ngapain ma. Cuma dielus-elus saja sih," jawabnya setelah lama terdiam.
"Oh, dielus saja ya? Kok bisa sakit sih? Apa mungkin kamu akan haid sayang?" tanya Merry seraya menyentuh perut sang menantu dengan lembut.
Tiara tersenyum meringis kemudian mengangguk.
"Sepertinya sih iyya ma. Jadwalnya kayaknya udah sampai deh."
"Sering mengalami nyeri kayak gini gak?" tanya Merry seraya memberikan minyak lagi pada perut sang menantu.
"Iyya ma. Cuma kalau udah minum obat biasanya cepat baikan kok," jawab Tiara tersenyum.
"Kalau gitu kamu harus minum obat pereda nyeri tapi sesudah sarapan ya sayang."
"Iya ma. Makasih banyak."
"Kamu kuat gak keluar untuk sarapan?"
"Ah iya ma. Insyaallah kuat kok," jawab Tiara kemudian bangun dari posisinya. Ia akan mengikuti saran dan nasehat sang mama mertua.
Di depan pintu mereka bertemu dengan Yudhi
yang datang terburu-buru ke dalam kamar dengan membawa obat dan juga segelas air putih.
"Lho? Udah baikan Ra?" tanyanya pada sang istri. Tiara tak menjawab karena memang ia masih merasa sangat nyeri di bagian perut bagian bawahnya.
"Tiara mau sarapan dulu sebelum minum obat." Merry yang menjawab dengan tangan masih menggenggam tangan sang menantu. Setelah itu mereka pergi meninggalkan Yudhi sendiri.
Pria itu tentu saja tak mau ditinggalkan. Ia pun mengekor juga di belakang mereka berdua.
"Trus Tiara emangnya sakit apa ma?" tanya Yudhi dengan wajah penasaran. Pasalnya istrinya tadi kadang mengeluh sakit tapi kadang juga mendessah nikmat dari apa yang ia lakukan.
Apa jangan-jangan perempuan itu hanya modus saja agar ia tidak jadi melakukan permainan jungkat-jungkit itu.
"Ra kamu sakit apa sayang?" tanya Pria itu tak sabar.
"Biasa lah. Penyakit perempuan setiap bulan. Kamu tidak perlu khawatir." Kali ini Merry lagi yang menjawab.
"Penyakit perempuan? Waduh kok ada lagi sih penyakit seperti itu?! Bahaya gak ma?"
Merry mengehentikan langkahnya kemudian menatap sang putra dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Kirain kamu waktu SMA kamu masuk kelas IPA. Masak yang gitu aja gak ngerti sih?!"
Yudhi langsung meringis dan meremas tengkuknya tak nyaman. Ia pun mengajak otaknya untuk berpikir tentang penyakit perempuan yang dimaksud oleh sang mama.
Gawainya ia buka untuk berselancar tentang penyakit bulanan seorang perempuan.
Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak atau bahasa gaulnya ber reproduksi.
Menstruasi adalah pelepasan bulanan lapisan rahim perempuan. Menstruasi juga dikenal dengan istilah haid, masa haid, siklus atau haid. Darah menstruasi – yang sebagian berupa darah dan sebagian lagi jaringan dari dalam rahim – mengalir dari rahim melalui leher rahim dan keluar dari tubuh melalui ****** .
Menstruasi didorong oleh hormon. Hormon adalah pembawa pesan kimiawi dalam tubuh perempuan . Kelenjar pituitari (di otak perempuan ) dan ovarium (bagian dari sistem reproduksi perempuan ) membuat dan melepaskan hormon tertentu pada waktu tertentu selama siklus menstruasi.
Hormon-hormon ini menyebabkan lapisan rahim menebal. Hal ini terjadi agar jika terjadi kehamilan, sel telur dapat ditanamkan ke dalam lapisan rahim. Hormon juga menyebabkan ovarium melepaskan sel telur (ovulasi).
Sel telur bergerak ke saluran tuba , tempat ia menunggu sperrma. Jika sperrma tidak membuahi sel telur tersebut, kehamilan tidak akan terjadi. Lapisan rahim rusak dan luruh. Ini adalah periode perempuan.
Siklus menstruasi adalah istilah untuk menggambarkan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam tubuh perempuan saat mempersiapkan kemungkinan kehamilan setiap bulannya.
Siklus haid adalah jangka waktu dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Siklus setiap orang sedikit berbeda, namun prosesnya sama.
Berapa lama siklus menstruasi yang normal?
Rata-rata panjang siklus menstruasi adalah 28 hari. Namun, panjang siklus dapat bervariasi dari 21 hari hingga sekitar 35 hari dan masih normal.
Berapa lama periode normal berlangsung?
Kebanyakan orang mengalami menstruasi (pendarahan) antara tiga dan tujuh hari.
Yudhistira langsung berubah stres. Bagaimana mungkin istrinya akan mengalami haid sampai tujuh hari padahal ia sudah sangat ingin melepaskan katrolnya dan menguji coba ketahanan dan kekuatannya.
Dengan menghela nafasnya ia pun menutup gawainya setelah mendapat informasi akurat tentang penyakit yang diderita oleh setiap perempuan termasuk pada istrinya sendiri.
"Aku harus berpuasa padahal belum juga mencoba," ucapnya dengan wajah kesal.
"Aduh aku harus banyak bersabar nih kalau begini ceritanya."
Pria itu pun melanjutkan langkahnya menuju ke ruang makan untuk ikut sarapan bersama sang istri.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊
__ADS_1