
Pagi-pagi sekali Revalda sudah siap dengan pakaian seragam sekolahnya. Ia mendatangi kamar mama dan papanya dengan wajah yang sangat ceria.
"Mama papa, hari ini aku mau pergi ke sekolah sama Tante Tiara ya," ucapnya melaporkan.
Selfina yang sedang membantu sang suami memasang dasi langsung menghentikan kegiatannya.
"Lho kok sama Tante Tiara sayang?" tanya perempuan cantik itu heran.
"Kami berdua udah janjian ma. Jadi gak apa-apa ya," ucap Revalda dan langsung berlari keluar meninggalkan kedua orangtuanya.
"Gak usah dipikirin. Biarkan saja. Tiara memang akrab sama semua anak-anak sayang jadi biarkan saja," ucap Yudha tersenyum.
"Kamu konsentrasi sama aku saja okey?" lanjut pria itu kemudian meraih pinggang sang istri dan mengecup bibir perempuan cantik itu.
"Mas lipstik aku," keluh Selfina manja. Tapi ia malah membalas ciuman sang suami dengan sangat agresif.
Yudha semakin senang saja. Dan sepertinya ia akan membatalkan acara meetingnya pagi ini karena ia sudah mulai terbakar. Mumpung Revalda tidak ia antar ke sekolah sedangkan Fariz pagi-pagi sekali sudah berada di kamar sang mama.
"Aku menginginkanmu Sel," bisik Yudha dengan suara bergetar penuh hasrat. Tatapannya benar-benar menunjukkan kalau ia sangat menginginkan perempuan cantik itu. Ia seperti harimau yang sangat lapar saat ini.
"Aku juga mas," balas Selfina tersenyum menggoda. Tangannya dengan segera membuka ikatan dasi suaminya yang belum selesai ia lakukan. Gerakannya sangat sensual layaknya seorang perempuan yang sangat profesional di bidangnya.
Setelah itu, Ia membuka satu-satu pakaiannya di depan sang suami tercinta. Sungguh, ia sangat merindukan pria tampan itu saat ini. Maklumlah, sejak mereka mempunyai dua anak dan kesibukan suami di perusahaan, mereka berhubungan tidak teratur lagi. Terkadang hanya untuk meleburkan kewajiban saja tanpa memaknainya.
Diwaktu tertentu keduanya sudah sangat kelelahan dengan pekerjaan dan urusan anak padahal mereka masih sangat muda dan seharusnya sedang dalam waktu yang sangat berkualitas.
Tak terasa pakaian yang membalut tubuh mereka sudah terlepas semuanya. Mereka nampak polos bagaikan bayi baru lahir.
Dua orang suami istri itu pun saling bertatapan kemudian saling memberikan obat rindu yang sudah sangat menggunung.
Yudha tak berhenti membisikkan kata maaf saat ia menyentuhkan dirinya pada sang istri tercinta. Beberapa hari ini ia memang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan jarang memperhatikan perempuan cantik yang telah memberinya sepasang anak yang lucu.
"Kamu semakin sempit sayang, uggh," bisik Yudha seraya mendorong senjatanya lebih dalam dan rapat hingga Selfina dibuat merem melek.
Selfina tak bisa menjawab kecuali dessahan yang begitu merdu yang keluar dari bibirnya yang sangat ranum. Yudha pun semakin mendorong miliknya lebih cepat dan lebih garang seperti yang sangat dirindukan oleh perempuan itu.
"Uggh masss," dessah Selfina yang disertai dengan rintihan-rintihan nikmat di pagi hari itu.
Keduanya benar-benar menikmati acara pagi tanpa gangguan itu dengan sangat khidmat. Sampai Yudha meledakkan dirinya di dalam istana sang istri, ia tetap saja meminta maaf karena lalai dengan kewajibannya.
"Gak apa-apa mas, kita bisa kok mencuri-curi waktu seperti ini," ucap Selfina dengan senyum puas diwajahnya. Dalam waktu hampir satu jam ternyata mereka bisa saling menumpahkan kerinduan dan keluh kesah mereka ditempat yang sangat indah.
__ADS_1
Beda halnya dengan keadaan di sebuah kamar beberapa saat yang lalu.
Setelah bertemu dan meminta izin pada papa dan mamanya, Revalda langsung berlari ke sebuah kamar yang ditempati oleh Yudhistira dan juga Tiara.
Anak itu sudah ada janji dengan Tiara kalau akan berangkat ke sekolah bersama dengan perempuan muda itu.
Selama beberapa hari di rumah besar itu dua perempuan beda usia itu memang tampak sangat akrab dan sering bermain bersama.
Gadis cilik itu pun mengetuk pintu kamar dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Tante Tiara!" Panggilnya disertai dengan ketukan tak sabar. Tiara yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung cepat-cepat berpakaian dan berlari ke arah pintu tapi Yudhis segera meraih pinggangnya.
"Mau kemana sih pagi-pagi begini?" tanya Yudhis dengan tangan memeluk erat pinggang ramping istrinya itu.
"Mau ketemu Revalda mas, anak itu udah nungguin," balas Tiara dengan berusaha untuk melepaskan dirinya dari rengkuhan tangan sang suami.
"Kamu udah suci 'kan sayang?" tanya pria itu itu lagi tanpa mau memperdulikan ketukan dari arah pintu.
"Belum mas. Masih ada sekitar lima hari lagi."
"Lhoo kok lama sekali. Kemarin kamu bilang lima hari lagi kenapa sekarang masih sama."
Tok
Tok
"Tante! Aku udah siap nih!" Revalda kembali berteriak dari luar
"Iya Valda. tunggu Tante ya sayang. ini udah mau keluar kok."
Tiara balas berteriak dan berusaha untuk melepaskan diri dari rengkuhan tangan sang suami. Ia tidak menjawab pertanyaan dari sang suami tentang masa periodenya yang bertambah lama saja.
"Ra, kamu lebih sayang Revalda daripada aku," ucap Yudhis merajuk.
"Gak mas. Aku sayang kamu juga kok. tapi 'kan anak itu mau aku mengantarnya ke sekolah. jadi aku ikut deh."
"Tapi aku lagi pusing nih sayang. aku juga pengen disayang sama kamu," balas Yudhi lagi kemudian mencium pipi sang istri.
"Iya mas. nanti deh Kalo aku pulang dari sekolahnya Valda. Okey dadah Assalamualaikum." Tiara berhasil melepaskan dirinya. Ia pun meraih tangan suaminya dan mengecupnya kemudian langsung kabur sebelum pria mesum itu menangkap tubuhnya lagi.
Yudhis hanya bisa menghela nafasnya berat. Ia pun kembali duduk di bibir ranjangnya dengan perasaan nelangsa.
__ADS_1
Ia benar-benar stres berat. Sejak saat Tiara menyatakan dirinya Haid, perempuan itu tak pernah mau dekat-dekat dengannya. Ia menghindarinya dengan alasan bahwa perempuan yang sedang haid itu tidak boleh bersentuhan dengan laki-laki atau melakukan sesuatu yang bisa membuatnya terangsang.
Hal itulah yang membuat Yudhistira menderita lahir dan batin. Tiara mengatakan tak boleh bersentuhan tapi ia selalu memancing hasratnya dengan selalu tampil terbuka di depan matanya sendiri.
Usia Tiara boleh masih sangat muda tapi pertumbuhan anggota tubuhnya sangat pesat. Dadanya lumayan besar dan sangat pas di tangan Yudhistira meskipun ia cukup langsing. Sedangkan bokongnya pun sangat menarik karena sangat berisi dengan pinggul bagaikan gitar spanyol.
Sungguh, pria itu sudah tak sabar melakukan hal yang sangat menyenangkan dengan sang istri tercinta tapi apa daya siklus alam harus bisa ia hadapi dengan sabar.
"Sabar Yudhi, sisa lima hari katanya," ucap pria itu menyemangati dirinya.
"Lho, perasaan aku udah enam hari menunggu kok masih harus nambah 5 hari lagi sih?" ucapnya ragu seraya berdiri dari duduknya.
Pria itu menghampiri meja kerjanya yang ada di dalam kamar itu juga. Disana ada kalender duduk yang sudah ia Corat-coret.
"Ya Allah.. Tiara mengerjaiku!" teriaknya kesal.
Apakah periode tiga hari itu normal?
Menstruasi dianggap normal jika antara tiga dan tujuh hari. Sedangkan pada rentang yang lebih pendek, beberapa orang mengalami periode menstruasi selama tiga hari. Ini bagus.
Lalu bagaimana kalau sudah terlalu lama?
Apa saja empat fase siklus menstruasi?
Naik turunnya hormon memicu langkah-langkah dalam siklus menstruasi seorang perempuan.
Hormon pada saat menstruasi menyebabkan organ saluran reproduksi merespons dengan cara tertentu. Peristiwa spesifik yang terjadi selama siklus menstruasi perempuan adalah:
Fase menstruasi: Fase ini, yang biasanya berlangsung dari hari pertama hingga hari kelima, adalah saat lapisan rahim terlepas melalui va*gina jika kehamilan belum terjadi.
Kebanyakan orang mengalami pendarahan selama tiga hingga lima hari, namun periode yang hanya berlangsung dari tiga hari hingga tujuh hari biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Fase folikuler : Fase ini biasanya berlangsung dari hari ke enam hingga hari ke 14. Selama masa ini, tingkat hormon estrogen meningkat, yang menyebabkan lapisan rahim (endometrium) tumbuh dan menebal. Selain itu, hormon lain – hormon perangsang folikel (FSH) – menyebabkan folikel di ovarium Anda tumbuh. Pada hari ke 10 hingga 14, salah satu folikel yang sedang berkembang akan membentuk sel telur (ovum) yang matang sepenuhnya.
Yudhistira mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia yakin Tiara sedang berusaha untuk kabur dari tanggungjawabnya.
"Awas kamu Ra!"
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊