Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 111 Harus Sembunyi


__ADS_3

Pagi yang cerah dan cukup semangat di dalam unit apartemen mewah bernuansa Scandinavian itu.


Pria tampan, sang pemilik apartemen sedang melakukan olahraga ringan di dalam ruangan gym miliknya sebagai bentuk perawatan tubuh agar tetap tampil atletis dan juga sehat.


Beberapa hari berolahraga di ranjang dan bertukar peluh dengan sang istri rupanya tidak cukup untuk membakar lemaknya. Ia juga butuh latihan fisik lainnya untuk membuat tubuhnya semakin kuat dan tahan lama ketika bercinta dan memuaskan Selfina.


Selfina tak kalah ingin merawat tubuhnya. Ia juga melakukan olahraga ringan agar tubuhnya juga tampak seksih dan semakin menarik di mata sang suami. Dengan hanya menggunakan slim suit yang sangat terbuka ia melakukan joging di atas treadmill seraya mendengarkan musik di telinganya.


Dua orang itu benar-benar sibuk melakukan olahraga ringan untuk mengisi akhir pekan sebelum memasuki dunia kerja esok paginya.


Yudha menghentikan kegiatannya seraya menikmati gerakan tubuh istrinya yang tampak semakin seksih saja. Tak hentinya ia memuji kecantikan Selfina yang sudah ia miliki saat ini.


Istrinya itu benar-benar sempurna. Ia bisa melakukan apa saja yang membuatnya sangat senang. Selfina mampu membuatnya selalu bahagia.


Di ranjang, perempuan itu sangat sempurna. Ia selalu membuatnya tak ingin berhenti mereguk nikmatnya dunia. Jepitannya selalu membuatnya menggila. Sedangkan di dapur, perempuan itu juga mampu membuat lidahnya selalu bergoyang nikmat dengan masakannya yang selalu enak.


Di tempat kerja, ia mampu mengikuti ritme kerjanya yang cukup cepat. Lalu nikmat mana lagi yang ia dustakan untuk tidak bersyukur pada yang kuasa?


"Hey! Mas Yudha liatin apa sih?!" ucap Selfina yang baru saja menghentikan laju treadmill nya. Ia melempari sang suami dengan handuk kecil ditangannya yang tampak memandang ke arahnya dengan tatapan kosong.


Yudha tersentak kaget tapi dengan sigap langsung menangkap handuk milik sang istri. Ia tersenyum seraya meremas tengkuknya. Rupanya ia sedang membayangkan melakukan sesuatu yang menyenangkan dengan perempuan cantik itu di dalam ruangan ini.


"Ah tidak. Aku cuma mau bilang kalau kamu sangat cantik sayang," ucap pria itu seraya menghampiri sang istri.


"Ish, gombal," balas Selfina dengan wajah memerah malu. Ia pun mengambil handuk kecil dari tangan suaminya itu kemudian mengelap keringatnya setelah berolahraga.


"Bukan gombal sayang. Kamu emang semakin cantik dan seksih," ucap Yudha seraya meraih pinggang ramping sang istri.


"Yang ini semakin padat dan bertambah ukurannya," ucap Yudha seraya menunjuk dua buah bukit kembar istrinya dengan tatapan mata mesumnya.


"Gak mau minta yang itu 'kan?" ucap Selfina dengan kedipan matanya.


"Kalau aku mau minta kenapa? Gak mau ya?" tanya Yudha seraya mengecup bibir sang istri singkat.


"Bukan gak mau, tapi 'kan capek mas. Aku juga pengen keluar dari sini dan menjadi manusia biasa," rajuk Selfina manja.

__ADS_1


"Emangnya kalau kamu disini gak jadi manusia biasa ya?" goda Yudha dengan tangan meremas bagian belakang istrinya yang hanya menggunakan rok mini sebatas pangkal pahanya.


Selfina tersenyum kemudian menjawab, "Gak lah. Bosan. Aku juga pengen kembali bekerja dan beraktivitas di luar mas." Selfina merajuk dengan bibir manyun. Yudha pun semakin gemas saja dan langsung mengecup kembali bibir perempuan cantik itu.


"Kamu bosan berdua denganku Sel?" tanya Yudha dengan suara rendah bagai bisikan. Ia mulai menggigit kuping istrinya dengan sangat lembut.


Selfina tersenyum geli. Suaminya selalu tahu dimana letak daerah sensitifnya.


"Gak bosan tapi aaaaaaakh," dessahnya karena lidah Yudha sudah bergerak sensual pada daerah kupingnya. Ia menggelinjang geli dan nikmat secara bersamaan.


"Tapi apa?" bisik Yudha dengan suara bergetar.


"Aku, aaaaa massss." Selfina tak sanggup lagi untuk menjawab. Bibir Yudha sudah bergerak ke arah lehernya dan memberikan hisapan keras disana.


Perempuan itu tak bisa berkata-kata lagi. Ia pasrah saat suaminya melakukan apapun pada tubuhnya. Dan saat ia sudah berada dipuncak hasrat. Yudha malah melepaskan dirinya.


"Kalau gitu kita ke perusahaan hari ini," putus pria itu seraya meninggalkannya dengan sangat kejam.


"Mas Yudha! Hari ini weekend! Ngapain ke perusahaan!" teriak Selfina kesal.


Yudha tak menjawab dan tetap melanjutkan langkahnya meninggalkan istrinya. Selfina semakin kesal saja. Ia memburu dan langsung melompat ke atas punggung Yudha yang sudah berada di luar ruangan gym itu.


Yudha membawanya ke dalam kamar dan meletakkannya di atas ranjang dengan senyum diwajahnya.


"Kenapa? Katanya bosan sama aku?" tanyanya dengan alis terangkat.


"Ish! Aku gak bilang begitu," rajuk Selfina manja.


"Lalu?" tanya Yudha lagi dengan senyum miringnya.


"Ish! Gak jadi! Aku gak mau lagi!" Selfina merajuk. Ia kesal karena dipermainkan oleh suaminya saat ia sudah terpancing hasrat.


Ia pun bangun dan langsung melompat turun dari ranjang tapi tubuhnya langsung ditangkap oleh sang suami.


"Mau kemana Hem?" tanya Yudha dengan tatapan mesumnya seperti biasa.

__ADS_1


"Aku mau mandi lalu bersiap. Katanya mau ke perusahaan." Selfina menjawab seraya berusaha memberontak agar tubuhnya terlepas.


"Lho, katanya weekend." Selfina semakin kesal karena malu dipermainkan oleh pria yang sangat dicintainya itu.


"Gak apa! Pokoknya aku mau keluar, weekend atau bukan weekend!" Selfina bertahan karena sudah kadung malu. Yudha tersenyum.


"Gak bisa kalau kamu gak ngasih aku sarapan apem panas," bisik Yudha di kuping perempuan cantik itu.


"Gak mau. Aku kesal sama kamu mas," balas Selfina dengan tangan berusaha melepaskan dirinya.


"Gak takut aku main sendiri?" pancing Yudha dengan alis terangkat. Selfina mencibir. Ia ingin menolak tapi ia juga tak tega kalau suaminya melakukannya sendiri.


Mereka berdua pun saling bertatapan dengan pikiran yang tertuju pada satu titik.


Yudha mendekatkan wajahnya pada sang istri berniat menyentuh bibir perempuan itu yang sejak tadi menggoda hasratnya.


Ding dong


Ding dong


Dua orang itu tersentak kaget dengan bunyi bel yang berteriak tak sabar di luar saja. Mereka langsung menjaga jarak seolah-olah ada orang lain yang sedang melihat mereka berdua.


Yudha melihat layar CCTV yang tak jauh dari posisinya saat ini. Matanya membelalak kaget.


Ia langsung melepaskan tubuh istrinya karena tidak menyangka kalau yang datang adalah Yudhi. Hatinya jadi tidak nyaman.


"Sayang, Yudhi ada di luar. Kamu sembunyi ya, jangan sampai ia tahu hubungan kita," ucap Yudha kemudian meninggalkan Selfina di dalam kamar itu.


"Tapi kenapa?" tanya Selfina dengan wajah bingung.


"Nanti aku jelaskan. Kamu dengarkan aku saja, okey?!"


Selfina hanya mengangguk seraya mendengus pelan. Ia mulai berpikir untuk mencari tempat bersembunyi yang aman.


🌹🌹🌹

__ADS_1


*Bersambung.


Like dan ketik komentar dong 🤭


__ADS_2