Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 106 Mau Lagi


__ADS_3

Yudha tersenyum saat memandang istrinya yang sedang bersamanya saat ini. Perempuan itu sangat cantik dimatanya sampai ia tak mampu untuk berkata-kata lagi.


Tatapannya tak lepas seakan ingin menelan sang istri bulat-bulat.


Selfina sendiri langsung menutup matanya. Ia sangat malu pada pria tampan yang sedang menatapnya dengan penuh gairah seperti itu.


"Selfina sayangku, kamu cantik sekali," ucap pria itu seraya mengecup kelopak mata sang istri. Selfina merasakan gelenyar aneh semakin kuat berkejaran dari pembuluh darahnya.


Mereka berdua pun tak menunda waktu baik itu dan segera melakukan ibadah yang sangat diberkahi oleh Tuhan dengan penuh perasaan.


Yudha membaca doa dengan sangat khusuk agar apa yang akan dilakukannya dengan istrinya ini diberkahi oleh sang pemilik hati.


Dua insan itu saling berbagi bahagia dengan Penuh rasa cinta. Tak ada kata lain yang terucap dari mulut mereka berdua selain ungkapan cinta yang meluap-luap.


Lingerie tipis dan kekurangan bahan itu sangat gampang dilepaskan oleh Yudha sampai ia bisa melihat dan merasakan keindahan ciptaan Tuhan ada di hadapannya.


Tak berhenti ia memuji kekuasaan Tuhan atas ciptaanNya yang sangat sempurna yang ada di depan matanya.


Diantara rasa syukurnya pada Tuhan, ia pun mencicipi seluruh permukaan kulit sang istri dengan bibir dan juga tangannya.


Selfina tak sanggup untuk tidak mengeluarkan suara-suara Lucknut dari bibirnya. Ia terbuai dengan semua yang dilakukan suaminya.


Tubuhnya sangat dimanjakan oleh Yudha sampai ia merasakan nikmat dan indahnya ibadah yang sangat diberkahi ini. Tak sadar ia mendessah dengan sangat indah di telinga suaminya.

__ADS_1


Sampai ketika suaminya mendatanginya ia tiba-tiba saja menolak. Ia memberontak dengan segala kekuatannya dan mendorong tubuh sang suami sampai Yudha terjengkang.


"Aaargh, gak mau. Aku sakit. Gak mau!" teriaknya dengan lelehan airmata dari sudut matanya. Ia merasakan perih yang sangat luar biasa padahal si junior yang tampak sudah senior itu baru memperkenalkan dirinya.


Yudha tak tega. Ia pun segera menarik dirinya dengan perasaan tak rela. Ia tidak mungkin memaksakan kehendaknya pada Selfina jika perempuan itu merasa tersiksa.


Maklum, mereka sama-sama pertama dalam hal ini. Jadi Yudha belum tahu titik mana yang bagus untuk membuat sang istri nyaman.


"Maafkan aku sayang," ucap pria itu seraya menatap istrinya dengan senyum kecewa. Setelah itu ia turun dari ranjang dan meninggalkan perempuan itu kemudian menutupi tubuh sang istri dengan selimut. Sedangkan ia langsung menuju ke kamar mandi.


Ia merasakan dua kepalanya sangat sakit dan berdenyut tak kuat. Mencuci wajahnya dari air dingin dari kran air kemudian menatap si junior dengan tatapan sedih dan juga frustasi.


Ia belum sampai tapi harus dihentikan dengan sangat terpaksa.


Oh tidak. Itu tidak benar. Para jin akan sangat senang jika aku melakukannya, apalagi di dalam kamar mandi.


Yudha bermonolog sendiri di dalam tempat itu sampai ia merasakan dua tangan yang sangat ia kenal sedang memeluknya dari belakang.


Ia pun melihat ke dalam kaca yang ada dihadapannya. Selfina sedang memeluknya dengan sangat posesif dari arah belakangnya. Perempuan cantik itu menyimpan wajahnya pada punggungnya yang kokoh.


Ia tersenyum meskipun masih sangat bingung dengan sang istri yang tiba-tiba saja memancingnya lagi yang sudah hampir tenang.


"Sel, kenapa gak tidur aja sayangku?" tanya Yudha. Tak ada jawaban dari arah belakangnya. Selfina hanya kedengaran terisak. Dadanya naik turun menahan rasa sedih yang sangat kuat dari dalam dirinya.

__ADS_1


"Selfina, ada apa? Kok malah nangis?" tanya Yudha seraya berusaha memutar posisinya agar bisa berhadapan dengan sang istri. Ia pun menatap istrinya dengan meraih dagu kecil perempuan itu agar mau menatapnya.


"Maafkan aku mas, aku tadi~ hiks,"


"Gak apa-apa sayang. Kita sama-sama pertama melakukannya jadi aku ngerti kok. Jangan nangis dong." Yudha tersenyum seraya menghapus airmata sang istri dengan ibu jarinya.


"Aku takut berdosa karena telah menolakmu," ucap Selfina lagi masih dengan terisak. Yudha semakin tak tega melihat istrinya jadi sangat merasa bersalah seperti itu.


"Aku yang berdosa karena memaksakan kehendak padamu sayang. Jadi kita akan melakukannya jika kamu sudah siap, okey?" Yudha tersenyum kemudian membawa tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya.


Malam itu, akhirnya mereka lalui dengan tidur dan saling membelakangi. Tak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua.


Selfina ternyata tidak bisa tidur seperti suaminya. Mereka merasa saling bersalah dalam relung hati mereka masing-masing tapi tidak ada yang berani mengungkapkannya.


Sampai tengah malam, mereka baru bisa tertidur setelah saling mengungkapkan perasaan mereka dan berakhir melanjutkan kegiatan menyenangkan yang tadi tertunda.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Ada yang punya bunga, vote, atau ada? Bagi dong 🤭

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2