Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 197 Hasrat Di Kolam


__ADS_3

Dua pasangan suami istri itu pun keluar dari ruangan setelah mengikuti kelas ibu hamil. Mereka tetap saja menjadi pusat perhatian karena paras mereka yang tampan dan juga cantik.


Ada ibu-ibu centil yang sengaja mencari perhatian pada Dewa dan juga Yudha hingga membuat Selfina dan Yundha jadi gerah dan ingin cepat-cepat pulang.


Bisik-bisik pujian masih terus terdengar sampai mereka tiba di parkiran. Hingga dua orang ibu hamil itu menatap suami mereka dengan tatapan tajam.


"Besok-besok gak usah ikut kelas lagi mas!" ucap Selfina dengan tegas.


"Iya!" lanjut Yundha dengan wajah yang sama. Dewa dan Yudha saling bertatapan dengan bahu terangkat. Mereka hanya bisa tersenyum dalam hati karena merasa senang para istri mereka cemburu.


"Nda, kalau mau berenang ajak-ajak aku juga ya hihihi," canda Selfina sebelum masuk ke dalam mobil suaminya.


Yundha mencebikkan bibirnya dengan wajah kembali kesal. Gara-gara pertanyaan berenang itu suaminya jadi tatapan lapar ibu-ibu hamil itu.


Mereka pun berpisah dan naik ke mobil mereka masing-masing. Yundha sejak naik ke atas mobil tak pernah mengeluarkan suaranya. Sepertinya ia masih kesal pada suaminya yang nampak sangat pecicilan di dalam kelas tadi.


"Sayang, kita lanjut kemana nih," tanya Dewa dengan wajah santai tak merasa bersalah samasekali.


"Pulang aja." Yundha menjawab dengan sangat singkat.


"Gak mau kemana dulu gitu. Makan atau apa." Dewa memberikan pilihan agar istrinya itu bisa tersenyum dan mengajaknya bicara.


"Gak. Kita pulang saja." Yundha masih tampak kesal.


Dewa menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia memandang istrinya sekilas kemudian melajukan mobilnya itu untuk pulang.


Pria itu jadi bingung sendiri dengan sikap istrinya yang seperti angin. Kadang kencang dan kadang sepoi-sepoi tapi sekarang ini, Yundha sedang tidak ingin berhembus. Ia diam saja meskipun ia merayunya dengan gombal recehnya.


Selanjutnya, kotak besi itu sepi. Tak ada yang berbicara sampai mereka sampai di dalam rumah. Yundha langsung menuju ke dalam kamar sedangkan Dewa melakukan sesuatu di ruangan lain.


Dewa masuk ke dalam kamarnya dan mendapati Yundha sedang berbaring di bawah selimut. Nampak ia bergerak-gerak dan tidak seperti orang yang sedang tidur.

__ADS_1


Pria itu pun ikut naik ke atas ranjang dan ikut masuk ke dalam selimut sang istri.


"Kamu kenapa Nda? Kesel sama aku sayang?" tanya Dewa dengan tatapan intens pada wajah cantik sang istri.


"Iya kesel. Kok baru nanya?" Yundha memajukan bibirnya manyun. Perempuan itu berusaha untuk mengalihkan wajahnya ke arah lain tapi Dewa menahannya.


"Tapi kenapa? Apakah aku salah sayangku?"


"Belum sadar juga ya mas? Aku tuh kesal sama kamu!"


"Kesal kenapa Hem?" tanya Dewa dengan tangan mulai menyelusup kedalam pakaian yang sedang dipakai oleh istrinya.


Karena tak ada penolakan ia pun mulai berselancar ke bagian bawah perempuan cantik itu.


Ia tersenyum karena Yundha ternyata sudah membuka penghalang yang ia pakai tadi. Jadi jarinya otomatis bisa bergerak dengan lincah bermain-main dengan istana perempuan itu.


"Kamu sok pecicilan sama ibu-ibu itu mas, aku gak su - ka uuggh aaah mass..." Suara Yundha kini berubah jadi desisan yang sangat merdu. Ia tak kuasa menahan rasa nikmat yang sedang dihantarkan oleh suami mesumnya itu.


Untuk beberapa menit, kamar itu hanya dihiasi oleh suara bergetar penuh hasrat dari kedua orang yang sedang melakukan foreplay yang sangat seru.


"Mass," tatapan Yundha seketika jadi sayu. Ia tak kuat dengan apa yang dilakukan oleh suaminya di bawah sana. Dewa sangat paham dengan apa yang terjadi. Ia juga sudah sangat ingin menuju ke permainan inti.


"Aku ingin kita melakukannya di kolam renang sayangku," bisik Dewa dengan suara bergetar hampir tertelan. Ia sudah sangat berhasrat seperti juga Yundha.


"Mas, aku gak mau. Ada yang lihat nanti."


"Gak. Aku udah sterilkan semuanya. Gak ada yang akan menggangu kita Nda, uggh," jawab Dewa dan segera bangun dari posisinya. Hasratnya sudah berada di puncak dan ia sudah tak ingin berlama-lama lagi.


Mereka berdua pun segera keluar dari kamar dengan menggunakan pakaian renang agar semua fantasi mereka tepat dan sesuai. Tubuh Yundha yang sedang hamil itu tak pernah lepas dari tatapan lapar sang Dewa mesum. Ia seperti ingin menelan bulat-bulat istrinya itu tanpa mengunyahnya.


Mengutip dari Tommy’s, berenang adalah jenis olahraga yang memiliki risiko cedera lebih ringan pada sendi dan ligamen karena tubuh ditopang oleh air. Berenang juga termasuk gerakan aerobik yang bisa menurunkan risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan preeklampsia.

__ADS_1


Beberapa manfaat berenang saat hamil yaitu, mampu meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung, bahkan bisa mencegah penambahan berat badan secara ekstrim dan komplikasi diabetes gestasional.


Berenang bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan di berbagai bagian tubuh selama hamil. Ketika berenang saat hamil, daya apung menghilangkan beban kehamilan dari otot dan punggung. Ini membuat tubuh lebih rileks dan nyaman.


Ibu hamil sering merasa panas selama hamil dan membuat tubuh tidak nyaman. Berenang memberikan efek dingin pada tubuh dan bisa membantu meredakan mual saat hamil.


Selain itu, berenang juga bisa membuat tubuh lebih kencang tanpa menambah beban pada persendian. Berenang membantu menjaga kebugaran tubuh dan menyediakan cukup energi.


Terlebih, berenang melatih semua kerja otot tubuh, sehingga membuat ibu hamil tidak mudah lelah karena tidak perlu menguras banyak tenaga untuk beraktivitas. @Sumber halo dok.


Dewa membawa tangan Yundha dengan hati-hati di lantai yang basah itu. Ia harus menjaga keselamatan dan keamanan sang istri yang sedang berbadan dua.


"Mass, aku takut," ucap Yundha saat ia sedang menyusuri pinggiran kolam. Dewa tersenyum.


"Kamu gak usah turun dulu, duduk saja ya sayang," ucap pria itu seraya mendudukkan istrinya di pinggir kolam dengan kedua kakinya ia turunkan ke dalam air.


"Kakimu harus beradaptasi dulu dengan airnya supaya kamu gak kaget," ucap Dewa kemudian turun ke air terlebih dahulu. Ia memijat kaki perempuan cantik itu dibawah air dengan sangat lembut tanpa melepaskan tatapannya kedalam mata indah sang istri.


"Nyaman sayang?" tanya Dewa dengan senyum diwajahnya. Yundha mengangguk sambil ikut tersenyum.


Dewa pun menggerakkan tangannya semakin ke atas dengan tubuh merapat pada tubuh Yundha yang sedang duduk. Menit berikutnya mereka pun saling menyentuh dengan sangat intens.


Tak ada lagi yang mereka lakukan selain saling memuaskan di tempat yang sangat basah itu.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2