Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 260 Salah Paham


__ADS_3

Revalda tersentak kaget. Ia tak menyangka akan bertemu dengan sang mama pagi itu.


Tadinya ia ingin sembunyi-sembunyi ke dalam rumah berharap sang mama tidak melihatnya sampai ia bisa kabur ke kampus kembali sebelum bertemu dengan perempuan cantik itu. Tetapi kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang direncanakannya.


Perempuan yang telah melahirkannya itu ada di hadapannya dengan tatapan tajam. Nampak sekali kalau ia sangat marah saat ini.


"Kamu dari mana saja Val?" tanya perempuan itu lagi dengan intonasi suara yang sudah meninggi.


Revalda masih diam dan berusaha mencari jawaban yang pas agar ia tidak mendapatkan sarapan pagi yang sangat pedas.


"Kamu gak ada perasaan sayang sama mama ya Val?" tanya Selfina lagi dengan emosi tertahan. Suaranya bergetar menandakan ia benar-benar sedang menahan kekesalannya.


Revalda hanya diam. Ia hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam. Ia tahu kalau ia telah berbuat salah.


"Kamu tahu gak? Mama udah pusing dengan kelakuan kamu Val. Kamu itu anak gadis. Harusnya bisa menjaga diri!"


"Mama sewaktu seumur kamu tidak pernah seperti ini. Mama tak pernah berani menginap di rumah orang lain tanpa izin dari kakek dan nenek kamu!"


"Nama keluarga akan tercoreng jika kamu tak mau berubah. Mama pusing Val. Mama takut kamu akan melakukan hal yang sangat berbahaya di luar sana!"


"Sungguh, mama tidak akan kuat kalau mendengar kabar kamu sedang bersama dengan laki-laki semalam dan berakhir hamil. Na'udzu Billah!" Nafas Selfina sampai ngos-ngosan karena berhasil mengeluarkan semua uneg-unegnya yang sudah lama ia simpan selama ini.


Revalda merasakan dadanya sesak. Ia tak menyangka kalau mamanya tega berkata seperti itu padanya.


Betul, ia memang tidur di rumah seorang pria tapi ia tidak melakukan hal yang buruk. Ia bisa menjaga dirinya dengan baik.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam saja Val? Katakan kalau kamu tidak berbuat yang tidak-tidak di luar sana!" Selfina menatap sang putri dengan aura yang sangat menakutkan.


Ilmu parenting yang sudah perempuan itu pelajari sudah menguap entah kemana. Ia lupa kalau ia tidak boleh menghakimi putrinya tanpa mendengarkan penjelasan dari anak itu terlebih dahulu.


Emosinya terlalu mendominasi. Apalagi kasus-kasus anak gadis yang tidak perawan diusia yang masih sangat muda kini membuatnya jadi phobia dan membuatnya menyamaratakan semua kasus.


"Katakan kalau kamu tidak menghabiskan malam dengan pria yang tidak jelas di luar sana Val!"


"Benar ma. Aku memang tidur di rumah seorang pria semalam, tapi aku tidak melakukan sesuatu yang salah dan sangat bisa menjaga diriku dengan baik!" jawab Revalda dengan tegas.


Plak!


Selfina tanpa sadar langsung menampar pipi sang putri.


"Mama menampar aku?!" Revalda menatap mamanya dengan mata berkaca-kaca. Sungguh, ia sangat sakit mendapatkan perlakuan kasar seperti itu dari perempuan yang sangat dicintai dan dihormatinya.


Revalda sendiri merasakan perasaan yang sangat sakit.


"Memangnya apa yang akan dilakukan seorang pria dan wanita di sebuah kamar kalau tidak akan melakukan hal yang tidak benar hah?!"


"Mama tidak mempercayai aku? Putrimu sendiri?" Revalda balik bertanya dengan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Aku tidak pernah berbohong pada mama meskipun aku akui aku ini badung dan nakal. Tapi sekarang mama tidak percaya padaku. Itu sangat menyakitkan ma." Revalda akhirnya menangis. Hatinya sangat sakit.


Selfina tercekat. Ia menatap tangannya yang baru saja melakukan kekerasan pada putrinya sendiri. Tanpa sadar ia meneteskan airmatanya.

__ADS_1


"Mama kejam!" teriak Revalda dan langsung berlari ke dalam kamarnya. Ia meninggalkan sang mama yang masih berdiri mematung di depan pintu.


Gadis labil itu membuka lemari pakaiannya dan mengganti baju yang sedang dipakainya. Beberapa potong pakaian pun ia masukkan ke dalam tasnya untuk pergi dari rumah itu. Saat ini ia sedang sangat sakit hati dan tidak ingin bertemu dengan sang mama.


Sementara itu, Selfina terduduk dengan perasaan yang sangat sakit. Ia menyesali samua yang ia lakukan pada putrinya yang sangat ia cintai.


"Mama minta maaf Val. Tapi ya Allah, kenapa aku bisa seperti ini?" ucapnya seraya meremas tangannya yang telah menampar putrinya untuk yang pertama kali dalam hidupnya.


Ia menangis dan menyesali perbuatannya. Lama ia merenung tentang sikapnya yang terlalu keras pada sang putri. Setelah merasa lebih baik Ia pun segera memburu langkah Revalda dan berharap bisa meminta maaf tapi putrinya itu sudah berganti pakaian dan segera pergi lagi.


"Val, kamu mau kemana?" tanya Selfina dengan perasaan hancur.


"Mama gak percaya padaku. Aku akan pergi saja dari rumah ini," jawab Revalda kemudian langsung pergi tanpa menoleh lagi.


"Val. Maafkan mama sayang!" teriak Selfina berusaha menahan agar Revalda tidak pergi dari rumah itu. Akan tetapi gadis itu sudah terlanjur melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Ia benar-benar pergi dan tak perduli kalau ia sudah menyakiti hati seorang Ibu.


"Valda!"


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2