
Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Ia terlalu khawatir pada keadaan Yundha yang masih terus mengeluh sakit.
"Sabar ya, bentar lagi kita sampai," ucap Dewa menghibur. Dalam hati ia terus berdoa semoga kandungan sang istri baik-baik saja.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit. Ia membukakan pintu mobil untuk sang istri dan langsung menggendongnya lagi ala bridal style.
Yundha tak lagi berontak karena ia juga sangat takut kalau-kalau ia terjatuh. Tangannya ia lingkarkan pada leher suaminya seraya menutup matanya.
"Tolong diperiksa dokter, istri saya sedang hamil muda dan perutnya sangat sakit. Saya khawatir kalau ia mungkin...," ucap Dewa tanpa melanjutkan kalimatnya. Ia terlalu khawatir sampai takut mengatakannya.
"Baik pak. Kami akan periksa dulu ya," ucap seorang dokter obgyn dengan nama Sari Husada pada tag namanya.
"Maaf saya buka pakaiannya ya Bu, untuk memudahkan pemeriksaan," ucap Sari Husada meminta izin. Yundha pun tersenyum kemudian mengizinkan dokter perempuan itu memeriksa perutnya.
"Bagian mana yang sakit Bu?" tanya sang dokter seraya menekan pelan bagian perut Yundha.
"Apakah ada perasaan keram atau nyeri pada perut bagian bawah?" tanya dokter itu lagi seraya menyentuh bagian yang dimaksudkan.
"Iya dokter. Tadi sakit banget dibagian itu."
"Apa ada bercak darah atau jaringan yang keluar dari maaf va*ginanya Bu?" Yudha tidak menjawab dan tampak berpikir. Ia tidak merasakan apapun keluar dari daerah intinya.
"Saya tidak tahu dokter. Suami saya langsung membawa saya kemari saat perut saya terasa sangat sakit."
"Sebelum tahu aktivitas penyebab keguguran, Ibu sebaiknya mengamati tanda atau gejala yang muncul akibat kondisi ini. Beberapa Ibu mengatakan gejalanya hampir sama dengan menstruasi, yaitu kram atau nyeri perut bagian bawah, keluarnya bercak darah atau jaringan dari va*gina dan hilang tanda-tanda kehamilan umum seperti mual muntah."
__ADS_1
Yundha dan Dewa saling bertatapan. Mereka sungguh tidak tahu kalau ada bercak darah karena langsung saja ke tempat itu. Dan juga Yundha jarang mengalami mual muntah seperti ibu hamil kebanyakan.
"Tidak hanya bercak darah, Ibu perlu mewaspadai lendir coklat dan cairan yang keluar dari va*gina. Kondisi ini berlangsung selama beberapa hari dan bisa hilang muncul kembali," lanjut Sari Husada tersenyum.
"Tapi kalau ibu tidak merasakan ada sesuatu yang keluar kemungkinan besar ibu tidak sedang keguguran. Kalau begitu kita periksa lewat USG saja ya Bu, supaya hasilnya lebih valid dan memuaskan."
"Oh iya dokter. Tentu saja, saya sangat setuju itu. Saya khawatir kalau terjadi apa-apa pada calon bayi kami."
Sari Husada tersenyum kemudian segera mengambil sebuah benda yang berisi gel dan menyapukannya pada perut Yundha. Setelah itu mengarahkan sebuah alat untuk mengetahui kondisi janin yang ada di dalam kandungan pasiennya.
"Alhamdulillah, kandungan ibu Yundha kuat dan tak kenapa-kenapa. Janinnya aman. Reaksi keram dan sakit seperti tadi karena tekanan yang cukup kuat sewaktu pak Dewa mengangkat ibu dalam posisi seperti itu" ucap Sari Husada, setelah memeriksa kandungan Yundha melalui USG.
"Alhamdulillah." Dewa dan Yundha sama-sama mengucap syukur atas berita baik ini. Meskipun Yundha belum merasakan kontak batin dengan sang calon bayi, ia tetap bersyukur karena ia tidak kenapa-napa.
"Kalau boleh tahu apa saja yang bisa menyebabkan keguguran dokter?" tanya Dewa dengan wajah yang sangat ingin tahu. Sari Husada kembali tersenyum kemudian duduk di kursinya.
"Ibu bisa melakukan olahraga ringan misalnya saja jalan kaki, yoga dan senam kehamilan yang relatif aman."
Dewa manggut-manggut. Ia bertekad untuk tidak membiarkan Yundha melakukan hal berat atau berbahaya.
"Yang kedua adalah, Minimnya Asupan Nutrisi. Saat hamil, nafsu makan Ibu memang jadi meningkat. Durasi makan jadi pengen dan inginnya makan ini itu. Pokoknya harus ada sesuatu yang dikonsumsi ya Bu. Hal ini sebetulnya wajar, namun asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh Ibu tentunya diterima oleh janin dalam kandungan. Ibu disarankan selalu memerhatikan nutrisi yang dikonsumsi agar janin bisa tumbuh kembang dengan baik. Akan tetapi, Ibu juga perlu menjaga berat badan tetap pada kenaikan normal. Pertambahan berat badan tidak normal pada bumil bisa meningkatkan resiko berbagai penyakit."
"Tidurnya juga harus dalam posisi yang tepat ya Bu Yundha. Posisi tidur yang kurang tepat seperti terlentang dapat menyebabkan tekanan terhadap pembuluh darah utama. Padahal pembuluh darah utama mengalirkan darah ke rahim, sehingga rentan menurunkan suplai oksigen untuk janin dalam kandungan."
"Wah rupanya banyak sekali ya dokter, sampai posisi tidur pun harus bagus. Lalu bagaimana dengan posisi saat bercinta, apakah ada posisi atau gaya khusus? Awwww!" Dewa berteriak pada akhir pertanyaannya karena Yundha langsung mencubitnya dengan keras.
__ADS_1
"Aku tidak akan mau bercinta denganmu!" sarkas perempuan cantik itu dan langsung membuat Sari Husada tersenyum lebar.
"Gak usah dikasih tahu dokter. Kami tidak akan melakukannya!" Yundha menggerutu kesal. Ia tak menyangkal kalau suaminya itu akan menanyakan hal seperti itu.
"Kalau yang itu, pak Dewa cari aja di internet. Sepertinya ibu Yundha sedang dalam mood yang buruk saat ini, jadi pak Dewa bersabar saja ya," ucap dokter itu seraya merapikan barang-barang di atas mejanya.
Dewa hanya bisa tersenyum meringis. Ia jadi merasa tak nyaman pada dokter itu. Yundha benar-benar telah mempermalukannya.
"Hal lain yang bisa membuat keguguran adalah, Obat-obatan yang tidak diketahui secara pasti rentan menyebabkan keguguran misalnya retinoid, anti-inflamasi nonsteroid dan misoprostol yang dapat memicu kontraksi sebelum waktunya sehingga beresiko menyebabkan keguguran. Minum alkohol, merokok, dan juga stress."
"Usahakan untuk tidak membuat istri stres ya pak Dewa. Karena biasanya keadaan dan perasaan yang berubah-ubah yang dialami ibu hamil itu karena pengaruh hormon kehamilan."
"Iya dokter terimakasih banyak penjelasannya." Dewa tersenyum. Ia jadi merasa mendapatkan banyak pengetahuan untuk membuat istri tercintanya aman dan juga menikmati kehamilannya ini.
"Untuk ibu hamil yang masih muda seperti ini haruslah berhati-hati karena keadaan janin rawan untuk cedera dan berakibat keguguran."
"Maafkan aku sayang," ucap Dewa seraya menatap Yundha yang masih berbaring di atas ranjang di dalam ruangan pemeriksaan itu. Yundha hanya membalas dengan dengusan pelan.
"Saya akan memberikan resep obat penguat kandungan dan juga obat penambah darah. Ibu hamil harus sehat dan kuat agar janin yang ada di dalam kandungan mama juga sehat dan kuat."
"Ah iya dokter."
Setelah pemeriksaan dan konsultasi selesai. Mereka berdua pun pulang ke rumah. Tak ada yang berbicara sepanjang perjalanan pulang. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
🌹🌹🌹
__ADS_1
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?