
ke esokan harinya....
aku bangun pagi oagi sekali bahkan sebelum azan subuh berkumandang, aku bangun dan langsung ke kamar mandi utk gosok gigi dan mengambil wudhu utuk sholat tahajud.
selesai semuanya aku keluar dari kamar dan mulai membersihkan seluruh ruangan, mulai dari mengelap perabot rumah, menyapu dan mengepel.
rasanya pinggangku mau copot sangking pegelnya mengerjakan smuanya, masih selesai di lantai satu kemudian aku istirahat dulu untuk menunaikan sholat subuh.
setelah selesai aku kembali mengerjakan smuanya di lantai 2, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi yang akhirnya tugasku bersih bersih rumah telah selesai, selanjutnya aku mengetok pintu kamar tuan majikanku yang sombong itu untuk membangunkannya dan menyiapkan segala keperluannya berangkat bekerja.
terkadang aku sempat berfikir, aku bukan hanya sebagai babu di rumah ini tapi merangkap juga seperti istrinya, sampai air mandi dan pakaiannya bekerja harus aku siapkan, anehkan?
aku yang merasa gerogi rasanya harus masuk ke kamar lelaki setelah pria sombong itu membuka pintu dan menyuruhku masuk untuk mempersiapkan segala keperluannya.
canggung gak sih jika kalian di posisiku? aku harus memegang pakaian dalam lelaki, jujur tanganku gemetaran mengambilnya dalam lemari, aku merasa jijik memegangnya tapi sayang aku tak bisa protes.
__ADS_1
tapi jangan tanya wajahku yah udah cemberutlah menahan kesal.
setelah kusiapkan semuanya aku langsung keluar dari kamarnya tanpa sepatah katapun, dia melihatku tajam mungkin di pikirnya aku yang tidak sopan.
tapi biarlah, emang gue pikirin, terpaksa aku ngerjakan smuanya kalau ada uang aja mendingan ganti rugi dari pada di jadikan babu yang tak mempunyai harga diri.
aku bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan karena aku harus juga kerja target pekerjaanku harus selesai jam 7 pagi, selain peraturan yang di buatnya aku juga harus berangkat kuliah.
aku juga harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin agar pekerjaanku bisa siap sesuai jadwal yang sudah aku rencanakan.
dia sempat memgernyitkan dahinya sebelum dia bertanya padaku " apa yang kau masak ini?" dan akupun menjawab " nasi goreng" ucapku.
kalian tahu apa yang di lakukannya? dia langsung melemparkan piring yang berisi nasi goreng itu kelantai hingga pecah berserakan di lantai.
prrraaaaanggg....suara pecahan terdengar, aku kaget dan langsung menatap mukanya marah.
__ADS_1
"kau tau gimana itu nasi goreng?" teriaknya marah, " ini bukan nasi goreng tapi ini makanan kucing, makanan orang kampung sepertimu".
aku langsung maju ke hadapannya dan berkata " tidak bisakah ada bicara baik baik tuan? tidak bisakah ada menghargai kerjaan saya? coba anda lihat di dalam kulkas anda ada stok makanan apa yang bisa saya masak? yang ada hanya telur dan nasi, kalau ada mau makan selera anda isi kulkas anda dengan bahan makanan yang banyak dan tulis keinginan anda mau makan apa?" kataku geram.
dia menatapku tajam, " oh sudah berani babu sepertimu melawan omonganku ha? apa pangkatmu dirumah ini ha? berani berkata seperti itu padaku? kau tidak tau berhadapan sama siapa? kau tidak tau siapa aku yang sebenarnya".
dia pikir aku benar benar takut tapi tidak aku tidak takut tapi malah berani menjawab pertanyaannya " saya tidak tau siapa anda karna saya juga tidak mau tau siapa anda, yang saya tau anda manusia sama seperti saya, yang saya tau di hadapan tuhan kita sama jadi gak perlu saya takut sama anda, saya memang tau pangkat saya babu di rumah anda tapi bukan berarti saya babu anda berhak menginjak injak harga diri saya" ucapku tegas padanya.
dia mengangkat tangannya seakan hendak menamparku, aku malah balik menantangnya, " tampar" kataku tegas, hanya lelaki banci yang berani menampar seorang wanita hanya gara gara sikap anda yang sok dan arogan, saya tegaskan pada anda tuan Dave Holmes yang tehormat, selagi saya tidak salah kepada anda, selagi saya melaksanakan aturan yang anda buat jangan coba coba memukul saya karna anda tidak ada hak memukul saya" aku langsung pergi meninggalkannya dan mengambil sabu serta serokkan sampah untuk membersihkan lantai yang kotor akibat pecahan piring nasi goreng tadi.
setelah aku pergi dan kembali lagi kemeja makan ku lihat si lelaki sombong itu sudah masuk kedalam mobilnya dan pergi keluar.
aku menyeka air mataku sambil membersihkan lantai, jujur aku merasa terhina, aku juga merasa takut kalau dia memukulku, bagaimanapun aku melawan aku hanya perempuan yang tenaganya tak sebanding dengan lelaki tapi aku tak mau lemah di hadapannya, aku mau dia tahu aku bukan perempuan yang mudah di injak injaknya walaupun aku babu di rumahnya.
**Selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya, semoga Amal ibadah kita semua di terima Allah swt, aamiin.
__ADS_1
tnc**