Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 180 Rencana Buruk


__ADS_3

"Siapa kamu!" tanya Yundha setelah kain penutup mata dan mulutnya dibuka paksa oleh seorang pria tinggi berkacamata hitam.


"Aku? Kamu tidak mengenalku jadi tidak perlu juga aku mengatakannya." Pria itu menjawab dengan santai sembari duduk di atas meja di hadapan Yundha.


"Lalu apa alasanmu membawa aku kemari hah?!" tanya Yundha lagi dengan wajah marah. Ia berusaha untuk berdiri tapi sayangnya sedang terikat kebelakang begitu pun dengan kakinya.


"Aku hanya dapat perintah dari kekasihku."


"Apa?! Dasar kurang kerjaan! Ayo lepaskan aku!"


"Hahaha. Capek-capek aku membawamu kemari jadi ngapain juga aku mau lepaskan."


"Ih dasar brengsek! Ayo lepaskan aku!" Yundha kembali menggerutu seraya berusaha melepaskan ikatan pada tangannya tapi ternyata tidak bisa.


"Aku akan membayar kamu mahal asalkan kamu mau melepaskan aku," ucap Yundha membujuk. Ia yakin pria itu hanya pria bayaran.


"Oh ya?"


"Tentu saja. Lepaskan aku dulu. Setelah itu kamu akan lihat jumlah yang sangat banyak dariku."


"Berapa?" Pria itu mulai tergoda.


"Satu M!" ucap Yundha menyebutkan jumlah yang ingin ia berikan tanpa rasa ragu sedikitpun. Kakaknya orang kaya dan punya banyak aset sedangkan suaminya? Lebih kaya lagi.


Kalau mas Dewa berani menebusku dengan harga satu M, aku baru percaya kalau ia benar-benar mencintai aku, ucapnya membatin.


"Gimana? Kamu mau gak?" ucap Yundha memanas-manasi. Pria itu semakin tergiur. Ia sangat suka mendengar penawaran ini. Dan peduli amat pada Jessica, ia hanya perempuan miskin yang hanya bisa jadi pemuas ranjang saja. Begitu kata hatinya.


Kalau ia mempunyai banyak uang. Semua perempuan pasti akan antri di hadapannya untuk memberinya kepuasan.


"Ayo lepaskan aku. Aku yakin kamu pasti sangat butuh uang itu 'kan? Aku tidak tahu siapa yang menyuruhmu menculik aku tapi yakinlah karena aku cantik, kaya, dan istimewa makanya ia memerintahkan kamu menculik aku."


Yundha kembali mengeluarkan kata-kata mautnya untuk mempengaruhi pria itu.


"Kamu gak percaya hah?" tanya Yundha lagi karena pria itu masih diam di tempatnya.

__ADS_1


"Aku adalah Yundha Abdullah, putri ketiga Maher Abdullah pemilik Maher Grup. Suamiku Sadewa Pranawijaya pemilik hampir semua cabang usaha di kota ini. Lalu kamu masih tidak percaya?"


Pria itu merasakan tubuhnya seketika gemetar. Ia tak menyangka kalau sudah terlibat dengan keluarga kaya-raya di kota ini. Ia segera kabur dan tak ingin mendapatkan masalah yang lebih besar.


"Hey! Ayo lepaskan aku! Kamu mau kemana Hah!" Yundha berteriak keras karena pria itu tiba-tiba saja lari meninggalkannya sendiri.


"Hey! Lepaskan aku bodoh!" teriak Yundha dengan suara yang hampir habis. Tiba-tiba ia merasa ketakutan sendiri karena ia berada di tempat sepi itu dalam keadaan terikat pula.


Ia pun menundukkan wajahnya dengan lelehan airmata dipipinya.


"Kak Yudha, Kak Yudhi, mas Dewa, kalian ada dimana? Tolong lah aku, hiks."


"Mau lepas? Menangislah dulu sayangku."


"Kamu?" Yundha mengangkat wajahnya dan langsung melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Kenapa? Kamu mau marah? Marah saja! Dan ya aku takkan semudah itu melepaskan dirimu. Aku sangat ingin mengobrol denganmu dulu," ucap Jessica yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


"Kamu?!" geram Yundha emosi.


Ia begitu benci melihat wajah cantik dan natural dari istri sah pria yang juga ia inginkan.


"Apa maksudmu membawa aku ke tempat ini hah?!" Teriaknya dengan berusaha untuk melepaskan kembali ikatan di tangannya.


"Kamu tanya maksudku? Aku ingin membuat perhitungan denganmu karena aku yang lebih pantas bersama dengan mas Dewa!"


"Cih! Kalau kamu pantas kenapa kamu membawaku dengan cara paksa seperti ini bodoh! Kita 'kan bisa bicara baik-baik." Yundha mencibir.


"Ooo, jadi maksudnya kamu ingin bernegosiasi denganku? Bagus!" Jessica tersenyum lebar. Ia pun bertepuk tangan dengan wajah gembira.


"Mari aku tebak, apa kamu tidak bahagia dengan mas Dewa? Dia tidak mencintaimu 'kan? Hahaha sudah ku duga. Pria itu hanya mencintaiku seorang."


Yundha mendengus dengan wajah yang sangat kesal.


"Iya. Aku tidak bahagia dengannya jadi sekarang lepaskan aku dan ambil saja pria itu untuk dirimu!"

__ADS_1


"Aw aw aw, aku sangat suka mendengar ini. Aku tahu kalau kamu sebenarnya mencintai orang lain 'kan?" ucap Jessica dengan yang sangat bahagia.


Yundha tidak menjawab.


"Ayo katakan sekali lagi kalau kamu tidak menyukai mas Dewa dan mengikhlaskannya denganku," ucap perempuan itu lagi dengan alis terangkat.


"Ambil saja dan tak usah memaksaku mengatakannya!"


"Katakan kalau kamu membencinya!"


"Ya, aku membencinya! Puas kamu?"


"Katakan kalau kamu ingin berpisah dengannya!"


"Ya! Aku membencinya!" Jika ia bersama perempuan lain. Lanjutnya dalam hati.


"Hahaha! Aku merekam kamu sayang dan klik! Terkirim hahahaha!" Jessica tertawa jahat kemudian mengirim rekaman percakapan mereka pada Dewa.


Yundha mengeratkan rahangnya marah.


"Sekarang lepaskan aku karena keinginan kamu sudah terpenuhi," ucapnya dengan dada sesak.


Ia sungguh tak ingin menyerahkan pria mesum itu pada Jessica maupun pada perempuan manapun tapi karena ia juga kesal pada Dewa makanya ia akhirnya mengatakan hal itu.


"Tidak semudah itu sayangku," ucap Jessica dengan seringai diwajahnya. Sebuah rencana buruk pun melintas di kepalanya.


Dan...


"Aaargh!"


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2