
Makan malam itu berjalan dengan sangat baik. Keinginan Yudha tercapai. Feny selaku manager marketing yang berkantor di dalam gedung pencakar langit Scandinavian Group sudah tahu hubungannya dengan Selfina begitupun dengan Yudha sang adik.
Meskipun ada banyak orang yang tersakiti atas fakta ini tapi itulah resiko yang harus ia terima karena terlalu mencintai seorang perempuan cantik bernama Selfina.
Katakanlah dengan jujur meskipun itu pahit, itulah kata-kata bijak yang sedang Yudha usahakan karena cintanya yang begitu besar pada Selfina. Ya, meskipun baru segelintir orang yang tahu hubungan mereka tapi itu sudah cukup membuktikan kalau ia sangat menghargai pernikahan sakral ini. Ia dan Selfina sudah sangat lega.
"Terimakasih banyak ma dan hati-hati." Yudha berucap seraya mencium punggung tangan sang mama saat perempuan itu bersiap pulang bersama dengan Yundha.
"Iya." Hanya itu jawaban dari Merry kemudian segera pergi dari unit sang putra. Sang mama sudah lelah dan mengantuk tapi tak ingin menginap di tempat itu. Perempuan itu tidak biasa menginap di tempat lain selain di rumahnya sendiri.
Yudha pun menutup pintu itu kemudian memandang istrinya yang sejak tadi menemaninya.
"Sekarang waktunya kita berdua sayang," ucapnya dengan tatapan tak biasa pada sang istri tercinta. Selfina tersenyum penuh makna kemudian menjawab, "Waktumu menjelaskan apa saja yang kamu lakukan dengan Rea sepanjang siang ini."
Yudha tersenyum. Sepertinya sang istri tak mempan disogok apartemen yang berharga milyaran ini. Ia masih mempertanyakan apa yang ia lihat di dalam lift tadi siang.
"Boleh, tapi aku ingin menjelaskan nya di dalam tempat dan suasana khusus." Yudha tersenyum lagi.
"Dimana? Jelaskan aja sekarang!"
"Aku ingin menjelaskan nya saat kita santai sembari mendengarkan musik yang sangat indah dan juga melakukan hal yang sangat menyenangkan sayang," ucap Yudha seraya meraih tubuh sang istri dan merengkuhnya dengan sangat posesif.
__ADS_1
"Modus lagi gak nih?" tanya Selfina dengan alis terangkat.
"Modus juga gak apa-apa. Kita 'kan suami istri," jawab pria itu kemudian mengangkat tubuh Selfina ala bridal style.
Selfina tampak kaget tapi ia tidak memberontak. Ia nikmati saja apa yang akan dilakukan suaminya padanya. Dan ia juga hanya modus saja pura-pura kesal pada pria yang sangat tampan itu.
Yudha mengulum bibirnya dan tak melepaskannya sampai mereka tiba disebuah ruangan home teater yang ada di dalam unit itu.
"Kita akan nonton film romantis dan tak usah memikirkan hal yang lain. Malam ini hanya aku dan kamu," bisik Yudha seraya meletakkan tubuh sang istri di atas sofa. Selfina tersenyum dengan dada berdebar bahagia.
Ia masih sangat ingin menanyakan tentang Rea tapi suaminya itu tak memberinya kesempatan. Yudha menyalakan layar televisi yang langsung memutar adegan dansa sepasang kekasih yang sangat romantis.
Ia pun meraih tangan Selfina dan mengajaknya mengikuti apa yang ada di dalam layar yang sangat besar itu. Musik yang sangat lembut dengan pencahayaan ruangan yang sangat mendukung.
"And i will swallow my pride. You're the one that i love." - Say Something, A Great Big World and Christina Aguilera
"Hanya kamu yang aku cinta Sel," bisik Yudha saat musik itu berhenti berputar.
"Tak ada orang lain yang aku inginkan selain dirimu. Karena kamu begitu indah dan sempurna di mataku. Aku mencintaimu," lanjut pria itu dengan tatapan lurus kedalam mata indah sang istri.
Selfina tersenyum kemudian mengecup ujung bibir sang suami dengan dada berdebar sangat bahagia.
__ADS_1
Pria itu pun merasakan hal yang sama. Ia juga sangat bahagia. Ia pun meraih bibir istrinya itu dan mengulumnya dengan penuh perasaan.
"Aku ingin kita melakukan yang sama dengan yang ada di dalam sana," bisik Selfina seraya mengarahkan pandangannya ke arah layar home teater di hadapan mereka berdua.
Rupanya ia mulai terpancing dengan melihat yang tidak seharusnya ia lihat.
Yudha tersenyum kemudian mematikan layar yang menampilkan adegan yang sangat vulgar itu.
"Aku bisa melakukan apa saja yang lebih dari itu sayang. Siapkan saja dirimu, hm," balas Yudha seraya mulai membuka satu-satu kancing pakaiannya.
Selfina tersenyum malu dan melakukan hal yang sama. Adrenalinnya terpacu dan ingin melakukan hal yang sangat ekstrim dengan sang suami tercinta.
Dan...
Malam itu menjadi malam yang sangat panjang.
Suara mereka bersahut-sahutan dengan sangat merdu memanggil dan saling memuji kehebatan mereka masing-masing dalam hal memuaskan.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Skip aja ya, bagi vote nya dong 🤭