
Hari pun berganti. Tiara semakin mengalami kemajuan pesat dalam berpikir terkhusus berpikir tentang yang enak-enak di dalam kamar. Perempuan cantik itu selalu ingin mencoba hal baru yang lebih menantang ketika Yudhistira mengunjunginya.
Pria itu tentu saja semakin senang saja. Dan selalu siap melayani keinginan Tiara. Dua orang itu tak pernah absen untuk saling memberikan kepuasan meskipun dalam hal yang kecil-kecil saja.
Tiara gampang belajar dan tak malu untuk bertanya. Ia bahkan sering sharing pada dua saudara iparnya yang sudah lebih senior dalam urusan peranjangan. Seperti saat ini, tiga perempuan itu sedang ngumpul-ngumpul di rumah Yundha.
"Mbak, aku gak apa-apa 'kan nanya-nanya ini dan itu?" ucap perempuan muda itu pada dua orang perempuan cantik dihadapannya.
"Gak apa-apa. Tanya aja Ra. Kami 'kan saudara kamu juga." Selfina tersenyum.
"Mau nanya apa sih?" tanya Yundha seraya mencomot potongan buah pepaya yang ada di hadapannya.
"Mbak berdua suka gaya apa sih?" tanya Tiara dengan wajah malu-malu.
"Gaya apa sih maksudnya?" Selfina balik bertanya.
"Iya Ra, kalau nanya yang jelas dong." Yundha menimpali seraya mencomot lagi potongan pepaya yang sangat ia suka.
"Gaya anu mbak," ucap Tiara jadi gak nyaman.
"Gaya apa Ra?" tanya Yundha lagi dengan senyum samar diwajahnya.
"Gaya itu mbak, yang enak kalo di ranjang."
"Hahahaha!" Yundha dan Selfina tertawa bersamaan. Mereka benar-benar merasa sangat lucu dengan pertanyaan perempuan muda itu.
"Tuh kan diketawain," ucap perempuan itu dengan bibir manyun.
"Gak kok. Maaf ya, kami hanya bercanda aja," ucap Selfina seraya mengelus lengan Tiara. Takutnya ia jadi tersinggung.
"Kamu memang sukanya gaya apa sih?" tanya nya balik. Tiara langsung tersenyum malu-malu. "Aku suka semua mbak, hehehe," jawabnya.
"Lah sama dong. Kita juga suka semua Ra. Iyyakan Nda?" Selfina menjawab seraya memandang wajah Yundha.
Yundha mengangguk sambil terus mengunyah. Perempuan hamil itu memang sekarang lagi sangat suka makan hingga berat badannya bertambah dengan sangat pesat.
__ADS_1
"Oh gitu ya. Kalo gitu kita semua sama ya Mba. Semuanya enak, nyesel aku kenapa dulu takut banget sama mas Yudhis," gumam Tiara yang langsung direspon dengan ketawa oleh dua orang perempuan senior itu.
"Kalau perut lagi hamil dan besar seperti itu mbak, apa gak susah kalau mau anu?" tanya Tiara pada Yundha setelah lama terdiam.
"Gak kok. Kita pasti cari cara yang nyaman aja. Nanti kalau kamu hamil pasti deh akan cari gaya terbaik yang bikin kamu nyaman."
"Oh gitu ya mbak?" Tiara nampak manggut-manggut. Kemudian berucap lagi dengan ekspresi yang sangat lucu, "Apa gak usah anu aja mbak? Kasihan 'kan bayinya digenjot- genjot terus kayak gitu. Nanti pusing dan mabuk lagi."
Yundha dan Selfina saling bertatapan kemudian tertawa lagi.
Mereka juga pernah memikirkan hal seperti itu dan menghindari hubungan seksual saat hamil karena mengkhawatirkan keadaan janin saat berhubungan intim. Karena saat berhubungan ibu akan mendapatkan tekanan dari luar dan akan ada reaksi di dalam rahim.
Tapi ternyata setelah bertanya pada dokter kandungan, mereka tidak perlu khawatir lagi karena air ketuban melindungi janin dari tekanan tersebut dan menyerapnya.
Fokus pada tujuan berhubungan adalah untuk mendapatkan kebahagiaan diri ibu dan pasangan. Mungkin seorang ibu akan merasa diawasi oleh bayi yang ada di dalam janin dan hal tersebut mungkin menjadi tidak nyaman.
"Yang penting kita nyaman Ra, karena ketika kita merasa tidak nyaman, mungkin bayi juga merasakan hal yang sama."
"Oh gitu ya mbak?" ucap Tiara dengan wajah yang tampak berpikir. Tangannya kini meraba perutnya yang masih sangat rata itu. Ia benar-benar sering kepikiran karena Yudhis, sang suami sangat sering membicarakan tentang bayi.
Tiara tersenyum malu kemudian menundukkan wajahnya. Ya, suaminya memang selalu bisa membuatnya nyaman.
Melansir Time, menurut Dr. Ruth Westheimer, seorang Terapis Psikoseksual di New York, menyatakan, sebaiknya coba eksplorasi cara atau gaya baru dalam berhubungan seksual agar lebih menggairahkan.
Karena tentunya posisi misionaris bisa menyulitkan mengingat perut ibu hamil yang semakin membesar.
"Kamu kalau hamil, harus santai saja sih Ra, tidak apa jika memang ingin batasi frekuensi hubungan seksual dengan suami. Aku juga gitu kok. Karena bisa jadi aku juga merasa lelah, mual, dan kurang berenergi akibat kehamilan ini. Namun penting untuk tetap menjaga kedekatan dengan pasangan lho." Selfina ikut menambahkan.
"Iya Ra, kita harus tetap dekat dengan para suami kita. Karena nantinya ketika setelah melahirkan, hubungan seksual harus berhenti sementara karena masa nifas. Jadi, tidak perlu terlalu cemas untuk tetap bercinta dengan pasangan saat sedang hamil," lanjut Yundha dengan ekspresi yang sangat profesional.
"Iya betul itu kata Yundha. Sebab, keadaan janin saat berhubungan intim sudah terlindungi oleh serviks dan lendir tebal untuk mencegah masuknya bakteri atau apapun yang berbahaya ke dalam janin. Hubungan akan menjadi berbahaya jika kita dan pasangan melakukannya dengan intensitas yang berat dan berbahaya," ucap Selfina menimpali.
Dua orang perempuan itu benar-benar tampak sangat profesional menjelaskan karena memang mereka sudah sangat senior dengan suami-suami mesum tingkat tinggi.
"Wah, gitu ya mbak?" Hanya kata itu saja yang bisa keluar dari mulut Tiara. Ia sangat takjub dengan penjelasan yang diberikan oleh dua orang senior dihadapannya. Ia seperti sedang belajar di bangku sekolah dan merasa mendapatkan ilmu yang sangat banyak.
__ADS_1
"Kata dokter, keadaan janin saat berhubungan intim tidak memicu terjadinya detak jantung Si Kecil ikut berdenyut kencang. Hal ini justru membuat buah hati menjadi lebih aktif di dalam rahim karena gerakan-gerakan yang membangunkan mereka."
"Oh?"
"Iya Ra, detak jantungnya pun akan meningkat menyesuaikan denyut ibunya. Jadi nikmati saja saat kak Yudhis mengunjungimu nanti. Hahahaha." Yundha semakin merasa lucu pada dirinya yang tiba-tiba jadi sangat profesional bagaikan seorang dokter obgyn.
"Hahaha!" Selfina ikut tertawa. Ia juga merasakan hal yang sama dengan Yundha. Dan ternyata dengan memiliki suami mesum dan berhasrat tinggi bisa membuat mereka jadi sangat pintar.
Intinya adalah, ibu tak usah memikirkan bagaimana keadaan janin saat berhubungan intim. Sebab mereka dalam posisi tetap tertidur tenang. Meskipun bayi mungkin tidak menyadari apa yang sedang ibu dan pasangan lakukan, tapi mereka dapat merasakan pergerakan yang terjadi.
Jika seorang wanita terlentang selama berhubungan, bayi tersebut kemungkinan besar akan bergerak ke wilayah rahim yang paling jauh. Hal yang sama untuk posisi **** lainnya, jika seorang ibu berada di atas, atau bahkan merangkak, bayi akan merasa hal serupa.
Si buah hati mungkin berpikir bahwa ibunya sedang beraktivitas tinggi. Keadaan janin saat berhubungan intim, juga membuat gerakan bayi meningkat pesat, lho.
Di sisi lain, semua gerakan tersebut tetap membuat bayi tertidur lelap.
"Gimana Ra? Udah paham nih sama penjelasan kita-kita?"
"Gak."
Yundha dan Selfina menepuk jidat mereka kemudian saling tertawa terbahak-bahak.
Mereka benar-benar menganggap Tiara itu polos dan kadang lalod tapi untungnya cantik, baik hati, dan tidak gampang tersinggung.
"Gak apa-apa. Gak usah paham yang penting kamu menikmati semua yang dilakukan suamimu," ucap Selfina dengan tarikan nafas panjang.
"Iya sih mbak. Yang penting mas Yudhis selalu bawa aku terbang ke awan aku sih asyik-asyik saja hehehe," balas Tiara dengan tawanya yang sangat lucu.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Eh, mampir di karya baru othor dong 🤭. Dijamin bikin lemas 🤣.
__ADS_1