Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 112 Karena Masa Lalu


__ADS_3

"Sudah kuduga kalau kak Yudha lagi ada di sini," ucap Yudhi saat pintu dibuka oleh Yudha.


"Lalu?" Yudha menatap sang adik dengan wajah datar. Sungguh, ia merasa terganggu dengan kedatangan pria yang ia sayangi tapi sangat menyebalkan akhir-akhir ini.


"Assalamualaikum," ucap Yudhi seraya melangkahkan kakinya memasuki unit terluas pada Scandinavian Group yang dimiliki oleh sang kakak. Ia tidak menjawab pertanyaan Yudha dan bahkan mengabaikannya.


"Waalaikumussalam. Ada apa kamu kesini?" tanya Yudha sembari mengikuti kemana langkah Yudhi.


"Suntuk banget di rumah. Kak Yudha udah hampir dua pekan gak pulang ke rumah. Aku ke Cafe juga gak asyik. Kebetulan aku lewat sini jadi aku pikir aku lebih baik mampir dan ternyata kakak beneran ada di sini."


Yudhi memasuki dapur seperti kebiasaannya selama ini. Ia sangat suka dengan kitchen set sang kakak karena tak semewah dengan kitchen set di rumah mereka.


"Apa aku boleh numpang makan di sini?" tanya Yudhi berbasa-basi. Ia tak biasa meminta izin sebenarnya tapi karena sang tuan rumah mengikutinya kemanapun, ia pun akhirnya mengeluarkan kata-kata itu.


Yudha tak menjawab dan hanya memandang sang adik melakukan apa saja yang dilakukannya.


Yudhi menatap semua peralatan dapur itu dengan dahi mengernyit. Ia merasa ada yang aneh. Ia pun berbalik dan menatap sang kakak dengan tatapan tanya.


"Apa kakak membawa seorang perempuan ke dalam sini?"


Yudha tidak menjawab. Ia berusaha untuk tidak membalas tatapan sang adik dengan menyalakan pesawat televisi yang ada di dalam ruangan itu.


"Hey. Sejak kapan benda-benda di dalam dapur ini terpakai?" tanya Yudhi lagi dengan tatapan curiga. Selama ia mengenal sang kakak. Baru kali ini ia melihat ada alat dapur yang berpindah tempat seperti saat ini dan sepertinya habis digunakan.


"Kamu mau numpang makan atau mau apa sih? Dari tadi nanya mulu!" Yudha berusaha mengabaikan pertanyaan Yudhi. Pria beda usia tiga tahun dengan kakaknya itu pun membuka lemari pendingin ingin mencari bahan makanan yang bisa ia olah di sana.


Dan matanya kembali melotot tak percaya karena di dalam tempat itu yang biasanya hanya berisi minuman ringan kini berisi berbagai macam makanan, terutama buah, sayuran, dan juga daging.


Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah sang kakak yang sedang duduk di atas sebuah kursi di depan meja bar.


Ia tahu kalau kakaknya itu lebih suka makanan junk food daripada makanan rumahan dan sekarang tampak sekali kalau pria itu berubah 180 derajat. Isi dapurnya yang biasanya sangat bersih kini mulai terisi dan nampak ada campur tangan perempuan di sini.


Ia semakin mencurigai sesuatu. Ia yakin kalau kakaknya itu sedang bersama dengan seorang perempuan yang mungkin ia tutupi identitasnya dan bahkan ia sembunyikan di suatu tempat. Ia pun segera keluar dari dapur dan berlari ke arah kamar pribadi pria itu.


Yudha melompat dengan cepat mengikuti pria itu.


"Hey! Mau kemana kamu?!" teriaknya pada Yudhi.


"Aku ingin lihat dengan siapa kakak di sini sampai tidak pulang ke rumah. Mama saja tidak pernah kamu hubungi!" jawab Yudhi dengan kecepatannya melompati sofa untuk segera menuju kamar tidur sang kakak.

__ADS_1


"Berani kamu masuk ke kamar aku! Akan aku pastikan kamu tidak akan bisa bernafas dengan baik!" ancam Yudha dengan perasaan kesal yang memuncak.


Ia tak akan bisa memaafkan pria itu jika melihat istrinya berpakaian sangat terbuka seperti tadi. Selfina hanya memakai pakaian senam yang sangat terbuka, seksi, dan, sangat menggairahkan.


Yudhi mengabaikannya karena begitu penasaran dengan apa yang disembunyikannya selama ini. Tak cukup beberapa meter lagi ia sampai tapi didahului oleh Yudha. Gerakan pria itu lebih cepat dan juga gesit melompati beberapa benda di dalam ruangannya yang mewah.


"Apa yang kamu sembunyikan di dalam kak?!" tanya Yudhi dengan nafas ngos-ngosan.


"Hal penting yang tidak boleh kamu tahu." Yudha menjawab seraya melipat tangannya di depan dadanya.


"Kenapa? Apakah hal yang penting itu seorang perempuan?!" tanya Yudhi lagi dengan intonasi suara yang sangat tinggi. Ia marah jika kakaknya melakukan semua itu.


Selfina yang sedang sembunyi di belakang pintu cukup kaget juga mendengar suara mereka berdua, terutama Yudhi yang selama ini sangat baik dan lembut padanya.


"Pulanglah Di. Ini apartemen aku dan aku berhak melakukan apa saja. Jadi kamu tidak perlu mencampuri urusan aku."


"Kakak sadarlah. Itu dosa besar! Aku tahu kakak masih sangat sayang dan cinta pada Rea. Tapi kalau ia yang kakak bawa ke sini dan mengajaknya hidup sekamar dengan kakak, maka aku tidak akan diam! Aku akan paksa perempuan itu pergi dari sini!" balas Yudhi dengan mata berkilat.


Sejak dulu, ia tak pernah setuju kakaknya menjalin hubungan dengan gadis yang bernama Rea. Gadis matre yang merupakan teman kelasnya di SMA.


Gadis yang pernah membuat Yudha tergila-gila dan ingin diberikan apartemen oleh pria itu tapi keburu ketahuan oleh Yudhi.


"Rea?" tanya Selfina seraya merapatkan kupingnya pada daun pintu.


"Hey! Ngomong apa kamu?! Asal saja kalau nuduh orang. Rea itu tak pernah ada lagi dalam hidupku!"


"Lalu siapa di dalam sana! Apa ada Rea yang lain yang katanya kamu suka ajak ML itu?" tanya Yudhi seraya menunjuk ke arah pintu yang sedang tertutup itu.


Selfina merasakan dadanya berdebar kencang. Ia tidak tahu kenapa, tapi ia merasa sesuatu terjadi di hatinya.


"Pulanglah Di! Kamu sudah cukup menganggu weekend aku yang harusnya indah." Yudha menghela nafasnya berat.


Ia tidak tahu harus mengatakan apalagi pada sang adik yang selama ini sering mencurigainya melakukan hal-hal yang buruk.


"Hey! Rea! Keluar kamu! Atau aku akan masuk dan memaksamu pergi dari sini!" teriak Yudhi dengan suaranya yang sangat keras. Selfina merasakan tubuhnya gemetar.


Apa ini maksudnya mas Yudha memintaku bersembunyi dari mas Yudhi?


Apa karena ia mempunyai rahasia dengan perempuan yang bernama Rea itu?

__ADS_1


"Yudhi! Kamu tahu siapa aku 'kan?" ucap Yudha dengan tatapan membunuh pada sang adik.


"Aku sangat tak suka jika privasiku terlalu banyak kamu campuri! Jadi sekarang aku minta kamu segera pergi dari sini!" geram Yudha dengan wajah mengeras.


Pria itu benar-benar sangat marah sekarang. Dan ia berharap ia tidak pernah mendengar kata Rea lagi dalam hidupnya. Cukuplah, Ia pernah jadi pria yang sangat bodoh karena tertipu dengan kebaikan dan kesederhanaan gadis itu. Tapi itu dulu, dan sudah sangat lama sekali.


Dan sekarang, kenapa Yudhi muncul dan mengingatkannya dengan perempuan itu lagi.


"Aku melihat Rea sebelum aku masuk ke sini kak. Dan aku tahu siapa kak Yudha, untuk itu aku ingin kakak menjauhi perempuan itu!" jawab Yudhi kekeh.


"Rea! Keluar kamu!" teriak Yudhi lagi dan berusaha untuk tetap maju dan ingin masuk ke kamar sang kakak.


"Yudhi! Kamu yang keluar sekarang juga!" Yudha balas berteriak. Ia bahkan merangsek maju dan mencengkram erat kerah kemeja sang adik.


Bugh


Yudha tak sadar melayangkan satu pukulan ke rahang Yudhi hingga pria itu terjengkang ke belakang. Akan tetapi sang adik dengan cepat berdiri dan berusaha kembali untuk memasuki kamar itu.


"Berhenti kamu Di!"


Dan


Bugh


"Hentikan mas!"


Selfina yang mendengar ribut-ribut di luar merasa tegang karena takut terjadi apa-apa pada kedua kakak beradik itu. Ia pun langsung membuka pintu kamar dan berusaha merelai dua orang yang sedang berusaha saling melumpuhkan itu.


"Mbak Selfina?!"


Mata Yudhi melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan hidungnya sendiri.


"Sel? Kenapa kamu keluar?"


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan komentar dong 🤭

__ADS_1


__ADS_2