Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 218 Tak Ingin Pulang


__ADS_3

"Aku tidak mungkin menikah dengannya tante," ucap Tiara dengan kepala ia geleng-gelengkan tidak rela.


"Kenapa?" tanya Merry bingung. Selama ini yang ia tahu kalau ada perempuan berani ke dalam kamar laki-laki yang bukan suaminya biasanya ingin menjebak agar dinikahi.


"Ya karena kami tidak melakukan apapun tante. Kami bahkan baru saling kenal."


"Kamu sudah disentuhnya. Lihatlah pakaianmu sekarang. Apa kamu percaya kalau kalian tidak melakukan apapun semalam?" Merry menatap perempuan cantik yang masih sangat muda itu dengan tatapan serius.


Tiara tampak berpikir. Ia pun memandang pakaiannya yang memang terbuka. Hanya pakaian dalamnya saja yang ia pakai sekarang.


Apa mungkin pria itu melakukan sesuatu padaku? tanyanya membatin.


Ih brengsek banget kalau seperti itu!


Ia jadi geram sendiri jika membayangkannya.


Yudhi yang baru keluar dari kamar mandi langsung duduk diantara dua orang perempuan itu.


"Yudhi, kamu harus bertanggung jawab pada perempuan ini!" titah Merry tak terbantahkan. Sungguh, ia malu kalau sang putra sudah berani tidur dengan perempuan yang belum halal dengan niat hanya untuk main-main saja.


"Aku sih mau ma. Sekarang juga boleh," jawab Yudhi santai.


"Apa? Enak saja. Aku punya kekasih Tante. Aku gak mungkin mengkhianati pacar aku." Tiara menolak. Ia tidak mungkin meninggalkan pacarnya yang sudah berjanji akan membawanya pergi jauh dari kota itu.


Merry jadi bingung sendiri. Bagaimana mungkin ada seorang perempuan yang tak mau dinikahi padahal jelas-jelas sudah ditiduri oleh seorang pria.


Apa mungkin perempuan itu adalah bukan perempuan baik-baik?


"Ingat! Mama tunggu secepatnya. Putuskan dengan cepat!" ucapnya lagi mengultimatum.


"Iya Tante."


"Iya ma."


Dua orang itu menjawab bersamaan.


"Kalau begitu selesaikan masalah kalian sekarang. Mama tunggu di bawah!" ucap Merry dengan wajah serius. Ia pun pergi dari kamar itu dengan perasaan campur aduk.


Perempuan paruh baya itu berharap putranya tidak melakukan hal yang terlarang. Merry pun akhirnya pergi dari kamar itu untuk menjaga kewarasannya.


"Tapi aku sudah menyentuhmu. Apa kamu tidak ingin aku bertanggung jawab?" ucap Yudhi dengan tatapan lurus pada perempuan cantik itu.


Tiara kembali berpikir.


"Apa kamu ingin kembali kepada pacarmu padahal kamu sudah ternoda?" ucap Yudhi lagi berusaha mempengaruhinya. Entah kenapa ia sangat menginginkan perempuan muda itu menjadi istrinya.

__ADS_1


Apalagi semalam ia sudah mengambil sedikit kesempatan menyicip-nyicip tubuh perempuan cantik itu karena tidak tahan.


Dan sekarang, ia masih sangat penasaran.


"Ish, apaan ternoda. Aku tidak merasakan apapun!" cibir Tiara kemudian melanjutkan, "Aku baik-baik saja. Kata orang kalau kita sudah ternoda itu ************ rasanya sakit dan perih. Ini, aku tidak merasakannya," ucap perempuan itu polos. Nampak sekali kalau ia memang masih sangat lugu dalam hal ini.


Ia bahkan berani membuka kedua pahanya dan memeriksanya di depan Yudhistira. Sontak pria normal itu langsung tergoda. Bagian dari dirinya berdenyut melihat Tiara tak malu memperlihatkan bagian intimnya yang sangat bersih, putih, dan terawat.


"Aku sudah melakukannya dan kamu tidak menyadarinya," ucap Yudhi masih bertahan dengan keinginannya.


"Gak! Aku gak percaya!" Tiara menolak tapi sedikit ragu juga. Masalahnya ia merasa celananya basah.


Apa mungkin dia melakukan itu padaku saat aku tidak sadar semalam?


"Bagaimana kalau kamu hamil? Apakah pacarmu itu akan mau menerima kamu kembali?" Yudhi berusaha memprovokasi.


"Aku? Hamil?" Tiara bergidik ngeri. Usianya yang baru menginjak 18 tahun rasanya tak bisa ia bayangkan akan hamil.


Ia belum siap. Ia berpacaran dengan Yudhi itu karena mengiming-imingi dirinya pergi dari rumah yang bak neraka itu.


"Aku punya kak Yudhi, pacar aku ingin bawa aku pergi dari sini. Jadi mana mungkin aku akan mengkhianatinya," ucap Tiara dengan wajah menunduk.


"Gak usah ingat dia. Aku akan menikahimu karena aku sudah membuat kamu otw hamil."


"Ish! Aku gak percaya!" Tiara masih bertahan dengan pendapatnya. Yang ia tahu dari ibunya. Rasanya sangat sakit saat penyatuan itu terjadi.


"Kita tetap akan menikah karena aku gak mau mama berpikir macam-macam pada kita berdua."


Tiara kembali diam dan berpikir.


"Tidak! Aku ingin bertemu dengan Kak Yudhi dulu, ia pasti menerima aku apa adanya. Ia sangat mencintaiku."


Yudhi menarik nafas panjang. Pantas saja orangtuanya salah pukul dan menyiksa orang. Ternyata nama pacarnya adalah Yudhi juga. Dan anak ini sepertinya sedang dibawah pengaruh buruk dari pria yang bernama yang sama dengannya.


"Humm. Baiklah. Aku tak akan memaksa . Tapi yakinlah kalau kamu otw hamil anak aku."


"Ish! Sembarangan kalo ngomong!" Tiara mencibir.


"Percaya sama aku. Keturunan Maher Abdullah tokcer semua meskipun hanya satu kali pakai!"


Tiara kembali mencibir. Ia benar-benar tidak percaya pada pria itu.


"Baiklah. Kamu silahkan kamu ke kamar mandi dan periksa dengan benar apa yang sudah aku lakukan padamu."


"Okey. Sekarang berikan handuknya. Aku ingin mandi dan menemui kak Yudhi!" ucap Tiara seraya menengadahkan tangannya di depan Yudhistira.

__ADS_1


Pria itu pun memberikan selembar handuk baru dari dalam lemarinya. Ia akhirnya mengalah meskipun ia sangat ingin memaksakan kehendaknya pada perempuan cantik itu.


Tiara pun turun dari ranjang itu dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sementara itu, Yudhi berusaha berpikir keras. Bagaimana cara mendapatkan perempuan itu. Ia sudah terlanjur jatuh cinta padanya dan sangat ingin memilikinya.


Aaa kenapa aku tidak memperkosanya saja semalam. Seperti yang dilakukan oleh Dewa pada Yundha. Dengan itu kan aku pasti bisa mendapatkannya.


Tiara keluar dari kamar mandi dengan handuk ia lilitkan pada tubuhnya yang sangat putih dan juga seksi itu.


Yudhi semakin frustasi tapi ia berusaha menahan dirinya. Ini benar-benar godaan yang sangat besar baginya.


Pertama kalinya ia sangat dekat dengan seorang perempuan cantik seperti ini membuat jantungnya berdebar tak teratur.


"Bisa pinjam kaosnya gak?" tanya Tiara santai. Yudhi pun berdiri dari duduknya dan segera berjalan ke arah lemari pakaiannya. Ia pun mencari kemejanya yang mungkin bisa dipakai oleh perempuan itu.


Setelah berpakaian mereka berdua keluar dari kamar dan menemui Merry sang mama.


"Aku akan antar Tiara ke tempat pacarnya ma," ucap Yudhi meminta izin.


Merry menghela nafasnya berat. Baru kali ini ia mendapati kejadian aneh seperti ini dalam hidupnya.


"Pergilah. Dan jangan ulangi lagi hal yang seperti ini Di. Kamu sudah dewasa nak. Kamu tahu mana yang baik dan mana yang buruk buat kamu."


"Kalian berdua tidak sadar telah melakukan sesuatu yang salah. Jadi sebaiknya segera perbaiki kesalahan kalian."


"Iya ma."


Tiara hanya bisa tersenyum meringis. Ia tiba-tiba merasa sangat tersentil dengan kata-kata perempuan paruh baya itu. Ia jadi ingat sama ibunya di rumahnya.


"Tante, maafkan aku. Tapi beneran deh kami tidak melakukan apapun. Kami hanya tidur saja."


"Kamu perempuan nak. Jika mahkotamu sudah hancur maka nilaimu juga akan hancur. Jadi jaga dirimu baik-baik."


"Iya Tante. Makasih banyak. Kamu seperti mama di rumah, hiks." Tiara tak sadar menangis. Ia jadi sangat rindu pada mamanya yang ia tinggalkan gara-gara kesal dan marah pada papanya.


"Kamu sebaiknya pulang nak. Kedua orangtuamu pasti sangat rindu padamu."


Tiara menggelengkan kepalanya dramatis. Ia takut pulang karena papanya ingin menikah kannya dengan seorang pria tua yang mempunyai banyak istri. Untuk itulah ia berniat kabur dibantu oleh Yudhi, sang pacar.


"Kenapa?"


🌹🌹🌹


*Bersambung.

__ADS_1


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊.


__ADS_2