
Selama berada di dalam lift. Yundha dan Selfina sibuk bercerita tentang rasa seblak cobek yang baru saja mereka makan.
"Pedes banget ya mbak, tapi sumpah enak banget," ucap Yundha dengan wajah yang sangat antusias.
"Iya Nda. Aku juga gak nyangka kalau level sepuluh itu ya seperti itu. Wih mantep lah," balas Selfina dengan tak kalah antusiasnya.
"Habis ini aku pengen makan ceker mercon ah, pasti seru," ucap perempuan itu lagi dengan otak sudah membayangkan gambar-gambar makanan yang pernah ia lihat di layar handphonenya.
"Gak ada lagi makan makanan pedas!" timpal Yudha tiba-tiba. Kedua perempuan itu langsung terdiam dan saling berpandangan.
"Ibu hamil gak boleh sering-sering makan makanan pedas. Kasihan dedek bayinya!" lanjut Yudha dengan suara datar.
Yundha dan Selfina tanpa sadar langsung meraba perut mereka berdua. Mereka sepertinya baru sadar kalau mereka ternyata sedang hamil.
"Iya deh mas, aku nanti ngurangin makan yang pedas deh," ucap Selfina dengan wajah yang merasa bersalah. Ia pun meraih lengan suami itu dan memeluknya.
"Aku juga kak. Nanti makan yang manis-manis saja deh kayak mas Dewa, hehehe," sambung Yundha terkekeh sembari melakukan hal yang sama pada suaminya. Ia juga memeluk lengan Dewa dengan sangat manja.
Yudha dan Dewa saling melirik kemudian tersenyum samar.
Tring
Lift pun berhenti. Mereka sudah sampai di lantai tujuan. Mereka semua keluar dari kotak besi itu dan menuju ke kamar mereka masing-masing.
Dua pasangan suami istri itu pun masuk ke kamar masing-masing dengan perasaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Otak mereka tak lain dan tak bukan hanya memikirkan satu hal saja. Apalagi kalau bukan yang berhubungan dengan hal-hal yang sangat menyenangkan di atas ranjang.
Yundha tersenyum malu-malu saat Dewa langsung mengangkatnya ke atas ranjang saat mereka berdua sudah sampai di dalam kamar.
__ADS_1
"Kenapa kamu tambah cantik saja sayang?" tanya Dewa dengan tatapan tak lepas dari wajah cantik sang istri. Yundha semakin merasa malu saja. Pipinya ia rasakan berubah panas dengan dada berdebar kencang.
Perempuan itu tidak menjawab dan hanya menatap lurus ke dalam mata elang sang suami.
"Katakan padaku, apa itu karena aku selalu menghujanimu dengan cintaku sayang?" tanya Dewa dengan senyum samar dibibirnya. Yundha mencebikkan bibirnya lalu berucap, "Kamu selalu narsis kalau ngomong mas."
"Lalu apa yang harus aku katakan Hem?"
Yundha hanya tersenyum kemudian membawa tangannya menyentuh wajah tampan suaminya.
"Dan kamu mas, kenapa kamu semakin tampan saja?" tanyanya mengulangi pertanyaan pria itu.
"Karena aku selalu bahagia dengan mencintaimu sayang," jawab Dewa seraya menyentuhkan bibirnya diatas permukaan bibir Yundha kemudian mengecupnya singkat.
"Aku mencintaimu Ayunda ku sayang, dan sekarang aku ingin sekali membuatmu berteriak memanggil namaku," bisik Dewa kemudian melumatt bibir sang istri yang sudah jadi candu buatnya.
Yundha pun membalasnya dengan sangat lembut. Tangannya meremass rambut suaminya seraya menikmati peraduan bibir mereka yang sangat lama. Cukup lama mereka berdua saling memagut dengan sangat nikmat sampai Yundha mendorong tubuh suaminya itu agar melepaskannya.
"Aku mau ke kamar mandi dulu mas," jawab sang istri dengan tatapan berkabut. Ia juga tak rela menghentikan kegiatan mereka tapi sayangnya ia merasakan perutnya mulas.
"Hum ya, kita akan mandi sama-sama sayang," ucap Dewa seraya menegakkan punggungnya dan membuka pakaian yang sedang dipakainya.
"Gak mas, aku sendiri aja. Perut aku sakit," ucap Yundha dan langsung turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi.
Dewa menghela nafasnya kemudian melanjutkan membuka semua kain yang sedang dipakainya.
Ia pun memakai piyama yang tersedia di dalam kamar itu kemudian naik ke atas ranjang. Ia akan menunggu istrinya yang masih melakukan ritual di dalam kamar mandi dengan berselancar di internet.
"Yundha kok lama sekali ya?" gumamnya dengan perasaan tak sabar.
__ADS_1
"Hum, apakah pasangan di sebelah kamar ini sudah berhasil ya?" ucapnya seraya membayangkan kakak iparnya itu juga sedang melakukan hal yang sama dengannya.
Drrrt
Drrrt
"Lho kok kak Yudha malah menelpon si. Bukannya mereka sedang anu ya?" ucapnya dengan wajah bingung. Ia segera menerima panggilan itu karena sepertinya sedang penting.
"Halo kak, ada apa?" tanyanya langsung.
"Yundha baik-baik saja kan Wa?" jawab Yudha balas bertanya.
"Yundha lagi di kamar mandi kak. Katanya sakit perut."
"Lho, Selfina juga. Dia sakit perut dan sampai sekarang masih di kamar mandi."
"Lho kok sama sih kak? Apa karena mereka makan pedas terlalu banyak?" tanya Dewa dengan wajah yang mulai khawatir.
"Bisa jadi sih."
Tut
Sambungan telepon itu langsung putus. Yudha dan Dewa langsung berlari ke kamar mandi untuk memeriksa keadaan istri-istri mereka.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😊