
Revalda tersenyum senang saat melihat Yudhistira dan Tiara keluar dari kamar pengantin mereka.
Ia bersama dengan Zacky yang sudah didandani ala pengantin kecil langsung melompat kegirangan.
"Istrinya om Yudhi cantik banget," ucap Revalda.
"Iya dong. Om Yudhi..." sahut Zacky ikut memuji.
"Aku udah lama nungguin om sampai kering nih, ngapain aja sih di dalam kamar?" tanya Revalda lagi dengan bibir manyun.
"Tauk nih om kamu habis ngapain sampai lama di dalam kamar hahaha." Yundha tiba-tiba saja muncul di antara mereka dan kembali tertawa. Tentu saja ia sangat tahu apa yang terjadi.
"Nah, kamu lihat sendiri 'kan? Semua keluarga aku ada di sini untuk meresmikan pernikahan kita," ucap Yudhis mengabaikan tawa Yundha yang terasa sangat menyebalkan di matanya.
Tiara tak menjawab tetapi hanya memandang ke sekeliling ruangan di rumahnya yang besar dan luas.
Merry dan Dewa ia lihat sedang duduk mengobrol dengan santai bersama dengan para anggota keluarganya sendiri. Ruangan itu cukup ramai tapi tak ada orang asing yang ia dapati. Semuanya adalah kerabat dekat dan para tetangga
"Jadi benar nih kita udah sah?" tanyanya setelah lama terdiam.
"Ya iyalah. Kamu masih belum percaya ya?" ucap Yudhis tersenyum.
Tiara mengangguk.
"Kamu itu gimana sih? Kalau kamu gak percaya sama aku coba tanya nih anak kecil yang tampan dan cantik ini," ucap Yudhistira dengan menunjuk Revalda dan juga Zacky.
"Ish! Anak kecil mana bisa ditanya. Biarkan mereka main aja. Iya gak sayang?" ucap Tiara dengan tatapan ia arahkan pada Revalda dan Zacky.
"Betul tante, tugas kita cuma memang cuma main hihihi," jawab Revalda seraya menarik tangan Zacky untuk meninggalkan tempat itu.
"Kalau gitu tanya yunda, dia ada kok waktu aku ijab kabul dengan menyebut nama kamu menjadi istriku." Yudhistira menunjuk sang adik yang juga ada di tempat itu.
__ADS_1
"Mbak?" ucap Tiara tersenyum.
"Cari tahu aja sendiri hahaha!" balas perempuan hamil itu kemudian meninggalkan tempat itu juga. Ia sengaja mengerjai dua orang itu yang sepertinya memang enak untuk digodain.
"Akad nikahnya boleh diulang gak mas?" ucap Tiara santai. Yudhistira tidak mampu lagi menjawab. Ia hanya menarik tangan istrinya itu bertemu dengan keluarganya sendiri untuk meminta penjelasan.
Tiara tersenyum meringis saat fakta-fakta di depan matanya sudah menunjukkan kalau ia adalah istri Yudhistira dan bukannya si Bandot tua Jaka Sembung, eh 😬🤭.
Wana, sang mama hanya bisa tersenyum melihat wajah bingung perempuan muda itu. Ia hanya bisa berharap dan berdoa putrinya itu bahagia dengan suaminya.
"Mama kok senyum-senyum aja sih, sengaja bikin kejutan untuk aku ya?" ucap Tiara seraya menatap wajah sang mama dengan wajah cemberut.
Wana langsung tertawa dan memeluk sang putri tercinta kemudian mencium pipi merona perempuan cantik itu.
"Ini bukan kejutan dari mama sayang tapi ini adalah kejutan dari Tuhan."
"Humm iya sih ma. Pasti dari Tuhan."
Tiara terhenyak. Ia membetulkan kata-kata sang mama. Ia akui kalau ia terlalu percaya pada pria brengsek yang bernama Yudhi itu hingga setiap ia berdoa meminta jodoh, hanya nama Yudhi yang ia inginkan.
"Emangnya gak boleh ma?"
"Bukan mama bilang gak boleh sayangku. Tapi ada baiknya meminta jodoh itu mintalah yang terbaik. Dari akhlak dan juga akidahnya. Insyaallah akan baik dan tidak mengecewakan kita."
"Trus, gimana dengan mas Yudhis, apa menurut mama dia pria baik dan pantas untuk aku?"
Wana tersenyum kemudian menjawab," Sejauh yang mama lihat. Dia pria baik dan bertanggung jawab. Dia bahkan berani menebus kamu dari pak Jaka."
"Hah? Tebus bagaimana ma? Memangnya selama ini aku sudah digadaikan sama papa?" tanya Tiara dengan mata melotot. Otaknya mulai memikirkan hal yang tidak-tidak jika saja tak ada yang menebusnya.
"Hush! Jangan ribut. Gak usah dibahas lagi. Yang jelasnya pria itu insyaallah baik dan sepertinya sangat menyukaimu. Jadi kamu harus pintar berterimakasih padanya." Wana berucap seraya tersenyum.
__ADS_1
"Berterima kasih?"
"Iya sayang."
"Oh gitu ya ma?" ucap Tiara seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia pun mulai sibuk memikirkan bagaimana ucapan terimakasih yang istimewa yang akan ia ucapkan pada pria itu.
"Tapi caranya kayak bagaimana? Apa aku harus jadi pelayan di Cafenya aja supaya utang kita bisa dicicil?"
"Gak kayak gitu juga sayang."
"Lalu?"
"Pokoknya kamu harus jadi istri yang baik dan tidak membuat suamimu marah atau kesal. Apa pun yang diminta harus kamu lakukan."
"Iya ma. Insyaallah Aku siap! Kapan pun dan dimana pun aku rela melakukan apa yang diminta oleh mas Yudhis!" ucap Tiara seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat dan membuat gerakan tinju di udara.
"Bener nih? Siap kapanpun dan dimanapun?" tanya Wana tersenyum.
"Iya ma siap grak!"
Yudhistira yang diam-diam mendengarkan percakapan ibu dan anak itu merasakan perasaan yang sangat bahagia.
Ia bersyukur karena masih diberikan oleh Tuhan satu perempuan untuk dijadikan istri meskipun cantik, imut, dan juga masih muda , eh🤭😬 salah ya?
😂😂😂😂
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1