Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 153 Pacar Yundha


__ADS_3

Entah karena jodoh atau apa tapi saat Yundha dan rombongan saudara-saudaranya turun ke lantai satu menggunakan Lift mereka bertemu kembali dengan Jessica.


Gadis itu berusaha untuk santai karena yakin ia tak punya hubungan apapun dengan perempuan simpanan dari pria brengsek itu. Ia tak ingin meladeni apa saja yang akan dikatakan oleh Jessica apalagi di dalam lift itu semua keluarganya ada di sana.


"Permisi," ucap perempuan berpakaian seksih itu meminta jalan untuk dekat dengannya. Maklumlah, lift itu hampir penuh. Denia memberi jalan padanya.


"Terimakasih ya dek," ucap perempuan itu dengan senyum diwajahnya.


"Hai maduku," ucap Jessica pada Yundha. Tapi gadis itu hanya tersenyum tipis. Ia Des malas berbasa-basi. Dan sebelum perempuan itu membuka mulutnya lagi dan mengeluarkan kata-kata yang tak bermutu ia segera merapat ke arah Yudhi dan memeluk lengan kokoh sang kakak.


Yundha ingin memperlihatkan kalau ia sudah mempunyai pasangan dan tak akan berpikir untuk mengganggu si Dewa brengsek itu.


Jessica langsung tersenyum senang. Ia pun mengangkat handphone di tangannya dan berpura-pura bercermin setelah itu ia memotret Yundha bersama dengan Yudhi kemudian mengirimkannya pada Dewa.


Rasakan kau perempuan brengsek! Aku yakin mas Dewa akan segera menceraikanmu dan kembali padaku.


Ternyata kamu tak lebih buruk daripada aku. Sama-sama tukang selingkuh.


Jessica menyeringai senang dan berharap pria kaya itu menyadari kesalahannya karena ingin membuangnya.p


Ternyata perasaan yang sama juga dirasakan oleh Yundha. Ia tersenyum senang melihat Jessica mengambil gambarnya. Ia malah dengan percaya diri menyimpan kepalanya pada bahu Yudhi hingga kakaknya itu jadi sangat bingung dengan tingkah sang adik.


Aaa nyesel aku, kenapa aku tidak mencium pipi kak Yudhi supaya aktingnya lebih meyakinkan.


Pasti ia akan mengirim gambar itu kepada si brengsek Dewa.


Tak apalah, itu tadi kurasa sudah sangat mesra.


Tring.


Pintu lift terbuka, mereka semua keluar dari sana dengan suara heboh. Tiga bersaudara putra dan putri Hanum tak berhenti saling tertawa dan bercanda.


Mereka langsung menuju ke arah parkiran mobil tempat mobil mereka terparkir.


"Hey kamu!" Jessica ternyata masih penasaran dengan Yundha. Ia langsung meraih tangan gadis itu dan menariknya ke pojokan.


"Apa hah?!" ucap Yundha dengan dagu terangkat. Ia menghentakkan tangannya hingga terlepas dari pegangan perempuan itu.


Saat ini Ia sudah berani melawan perempuan itu karena semua anggota keluarganya sudah tidak ada di tempat. Jadi ia harus mengeluarkan sifat aslinya sekarang.


"Jangan ganggu paham kamu?!" ucapnya seraya menatap tajam pacar si pria brengsek itu.


"Aku tidak akan mengganggumu jika kamu menyerahkan mas Dewa padaku. Aku yang lebih dulu mengenalnya. Ia jatuh cinta padaku."


"Kenapa kamu tidak berpikir untuk berpisah saja dengan mas Dewa saat tahu kalau aku juga ada di dalam hidupnya hah?" tanya Jessica dengan bibir mencibir.

__ADS_1


"Aku ini sedang hamil anaknya dan tak akan pernah mau berpisah darinya," lanjutnya seraya meraba perutnya yang memang nampak sedikit membuncit. Wajahnya benar-benar tak tahu malu.


"Sudah ngomongnya?" tanya Yundha dengan wajah kesal.


Jessica tidak menjawab.


"Sekarang giliran aku," ucap Yundha kemudian menatap perempuan itu dengan tajam.


"Dengarkan aku baik-baik. Saat ini aku serahkan dia padamu hidup-hidup. Aku tidak butuh dan juga tidak perduli padanya."


"Jadi jangan lagi pernah mengganggu kehidupan aku. Aku punya urusan sendiri yang lebih penting daripada ini. Permisi!" Yundha pun langsung pergi dengan perasaan yang sangat tenang. Ia bersyukur karena telah menyelesaikan semua masalahnya.


Jessica melongo tak percaya. Ia tak menyangka kalau istri dari Dewa itu samasekali tidak memberikan perlawanan.


Tring


Satu notifikasi masuk ke dalam handphonenya. Ia tersenyum karena Dewa membalas pesannya dengan sangat cepat. Rupanya pria itu cukup terpengaruh dengan pesan yang ia kirim.


[Dimana Yundha?]


Jessica semakin senang. Ia mendengar kehebohan gadis itu dengan rombongannya di dalam lift berbicara tentang belanja di sebuah Mall dan juga nonton.


Ia pun membalas pesan pria itu dengan seringai diwajahnya. Ia yakin setelah membalas pesan pria itu, Dewa pasti akan menggerebek mereka disaat sedang jalan berdua.


"Baiklah, mari kita istirahat Jes, hari ini mereka berdua pasti akan bertengkar hebat hahaha," ucapnya dengan wajah yang sangat senang.


🌹


Yundha membawa mobilnya dengan muatan yang cukup ramai. Denia, Dony, dan juga Dona. Semuanya pada ramai berceloteh ini dan itu sampai mereka tiba di pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan mereka.


Mereka mulai membicarakan apa saja yang ingin mereka beli saat sampai di pusat perbelanjaan yang akan mereka datangi. Setelah itu mereka membahas film apa yang akan mereka nonton yang cocok untuk semua umur.


Denia, yang hanya beda usia beberapa bulan saja dengannya pengen dibelikan jam tangan seperti yang Yundha pakai sekarang.


Dony minta dibelikan smartphone keluaran terbaru sedangkan Dona hanya meminta laptop.


Yundha tak bisa menjawab. Ia seperti dirampok oleh saudaranya sendiri. Setelah ia menghitung-hitung dalam kalkulator di kepalanya, rasanya gajinya selama jadi manager di Cafe milik Yudha akan tinggal kenangan.


"Baiklah kak. Kami akan berkeliling untuk melihat-lihat apa saja yang akan kami beli," ucap Denia seraya meninggalkan Yundha yang nampak berubah shock.


"Hum ya pergilah," jawab gadis itu tersenyum meskipun ia merasakan dadanya berdebar kencang karena tegang dan khawatir.


"Hum, baiklah. Akan aku niatkan sedekah supaya dapat pahala," ucapnya menghibur diri.


Untuk sementara hatinya jadi lapang untuk beberapa menit tapi kemudian hatinya jadi berubah kesal lagi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aaa kenapa aku gak ambil cek dari pria brengsek itu? Itung-itung kan dia harus membayar karena telah melihat tubuhku," gumamnya dengan sedikit penyesalan di dalam dadanya.


Tangannya terkepal kesal. Ratusan juta dari pria brengsek itu bukankah bisa membahagiakan orang lain dan tidak harus menguras tabungannya sendiri.


"Ah biarlah. Menyenangkan orang lain 'kan besar banget pahalanya apalagi untuk keluarga sendiri," ucapnya dengan suara pelan. Ia kembali menghibur dirinya.


"Mama pengen tas itu Nda. Boleh gak sayang?" ucap Hanum dan berhasil membuatnya tersentak dari lamunannya.


Perempuan itu menunjuk tas merk Kremes. Yundha hanya bisa menelan salivanya kasar lalu tersenyum tipis.


"Boleh ma. Silahkan. Ambil yang mama mau," ucap Yundha. Hanum tersenyum dan langsung menghampiri tas mahal dan bermerk itu. Sedangkan Merry langsung menghampiri sang putri dengan tatapan serius.


"Kamu gak apa-apa 'kan sayang?" tanya perempuan paruh baya itu. Yundha tersenyum saja.


"Iya ma. Jangan khawatir. Setelah ini aku akan merampok kak Yudha hahaha." Gadis itu tertawa garing.


Merry ikut tertawa. Ia pun ikut memilih tas seperti Hanum. Sedangkan Yundha langsung mencari tempat sepi di pojokan untuk mengecek saldo di rekeningnya.


"Oh Tuhan. Setelah ini aku akan jadi gembel," ucapnya dengan ekspresi horor setelah melihat saldo terakhirnya. Ia pun menutup matanya untuk meredakan denyutan di kepalanya. Nafasnya naik turun karena tegang dan sesak.


"Semoga saja gak minus dan bikin aku malu."


"Oh ya Tuhan. Berikan bala bantuan padaku darimana saja."


Setelah itu ia pun menuju sebuah Cafetaria yang ada di depan toko itu. Ia ingin mencari minuman dingin untuk membuatnya lebih segar.


Ia berharap Yudha segera datang untuk membantunya, minimal untuk berjaga-jaga kalau ia defisit.


Tak lama kemudian, semua orang datang menghampirinya untuk memperlihatkan barang-barang belanjaan mereka yang sudah dibayar oleh seseorang yang tidak ia kenal.


"Terimakasih kak Yundha, pacar kakak tenyata tajir banget. Dia yang bayar semua barang yang kami ambil."


"Hah?"


Mulut Yundha membola karena kaget. Ia benar-benar sangat kaget dengan apa yang terjadi.


Ia tidak tahu kalau ada orang yang sangat baik dan mau membantunya saat ia sedang dalam kesulitan.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊.

__ADS_1


__ADS_2