
Selfina berjalan ke arah meja suaminya dan langsung merajuk manja. Ia mengelus rahang tegas presiden direktur itu dengan sangat lembut.
Yudha tersenyum. Ia yakin kalau istrinya itu pasti sedang menginginkan hal yang berbau erotis dan fanas hingga jadi sangat manis seperti ini.
Sejak hamil di trimester pertama itu, Selfina benar-benar sangat agresif dan seringkali memancingnya terlebih dahulu. Untungnya ia punya stamina yang sangat bagus hingga ia mampu menandingi keinginan istrinya yang terasa sangat over loaded itu.
Dan mungkin saat ada kesempatan, ia akan menanyakan hal ini pada Dewa, apakah Yundha yang sedang hamil itu juga mengalami hal yang sama.
"Mass...," panggil Selfina lembut dan sangat manja. Jari-jarinya kini sudah bergerak ke wajah bagian suaminya tepatnya di permukaan bibir pria itu.
Perempuan cantik itu mengelusnya dengan sangat sensual hingga Yundha mulai terpancing. Ia sangat suka kalau istrinya agresif.
"Mass, dengerin aku dong sayang," ucap perempuan itu dengan suara mendayu-dayu manja.
"Humm..." Yundha menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya. Bibirnya kini menangkap jari-jari lentik sang istri dan membawanya ke mulutnya.
"Aku mau anu mass," ucap perempuan itu seraya menutup matanya menikmati hisapan-hisapan lembut sang suami. Hati Yudha bersorak girang.
Selfina mau anu dan ia juga menginginkan anu. Otak mesumnya sudah mulai membayangkan yang tidak-tidak.
"Mass."
"Hummm."
"Mass, aku kok pengen banget makan seblak yang lagi viral itu lho."
"Seblak?" tanya Yudha dengan wajah yang langsung kaget. Dengan cepat ia mengeluarkan jari-jari istrinya dari mulutnya.
Pria itu menatap wajah cantik istrinya masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Kamu mau seblak dan bukannya mau anu?"
Selfina tersenyum.
"Aku memang mau anu mas, tapi setelah makan seblak hihihi."
Yudha menghela nafasnya seraya meremass tengkuknya.
"Aku mau makan seblak cobek mas. Duh, udah ngiler banget nih hummm," ucap Selfina dengan ekspresi yang sangat menginginkan makanan pedas itu. Ia menelan air liurnya yang terasa membuncah keluar dari mulutnya.
"Pesan lewat aplikasi aja sayang. Aku juga pengen nyobain makanan kayak gitu."
"Gak mau mas. aku maunya makan di tempatnya mas."
"Tempat mana? Memangnya kamu udah tahu dimana warung atau restoran yang menjual seblak cobek?"
"Tahu dong mas. Aku udah lihat postingan seseorang di hotel Xxx. Mereka baru meluncurkan menu andalan untuk para tamu yang datang berpasangan," jelas Selfina dengan wajah antusias.
Humm, teknik pemasaran yang sangat bagus, ucap Yudha membatin.
__ADS_1
"Bayangkan mas, kita akan dapat seblak cobek gratis kalau kita pergi saat ini juga!" lanjut perempuan cantik itu dengan ekspresi yang sangat seru.
"Aku gak suka gratis sayang. Gak cocok untuk kita," ucap Yudha santai.
"Ish! Untuk menyenangkan mereka yang membuat acara seperti ini jangan diberikan respon seperti itu dong mas." Selfina nampak berubah kesal.
"Ini kan acara seru-seruan aja mas," lanjutnya masih dengan ekspresi yang sama.
Yudha tersenyum. Sungguh, ia tak bermaksud untuk berdebat dengan isterinya itu.
"Ya udah, ayo kita berangkat sekarang. Nanti kita gak dapat atau kehabisan. Kalau gratis 'kan biasanya banyak peminatnya," ucap Yudha tak ingin berlama-lama. Ia ingin segera menyenangkan hati istrinya supaya ia ikut senang juga setelah ini.
Meskipun bersungut-sungut, Selfina segera meraih tasnya dan segera keluar dari ruangan itu bersama dengan sang suami.
Sebuah hotel bintang lima mereka datangi untuk menemukan seblak cobek yang sangat diidam-idamkan oleh Selfina.
Air liur Selfina benar-benar tak bisa lagi tertahankan saat makanan yang ada di dalam kepalanya kini sudah ada di hadapannya. Tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung tancap gas dan memakannya.
"Ingat baca bismillah dulu sayang," ucap Yudha mengingatkan. Selfina tersenyum dengan mulut penuh.
"Aku udah baca dalam hati mas. Ini tuh sumpah enak dan pedas banget."
Yudha pun ikut makan karena ikut terpancing dengan istrinya. Makanan pedas level 10 itu mereka nikmati dengan peluh sudah tampak di wajah mereka berdua.
"Boleh gabung gak nih?"
Selfina dan Yudha menoleh ke sumber suara. Dan ternyata yang muncul di hadapan mereka adalah Dewa dan juga Yundha.
"Iya mbak. Kayaknya itu enak banget deh. Seblak yang lagi viral. Aku juga mau. Mas Dewa juga mau?" Yudha menatap wajah suaminya yang tampan.
"Aku ikut kamu aja sayang," balas Dewa seraya menarik kursi untuk istrinya itu duduk kemudahan ia juga duduk.
"Okey dah. Jangan dihabiskan dulu dong. Nanti kita makannya sama-sama supaya seru," ucap Yundha seraya meraih handphonenya dan bersiap mengambil gambar. Ia ingin mengirimkan foto-foto mereka ke grup keluarga.
"Iya deh. Aku hentikan dulu makannya," ucap Yudha tersenyum seraya menghentikan kunyahannya yang membuatnya kepedasan.
Mereka pun menunggu pesanan Dewa dan Yundha sembari mengobrol santai.
"Kebetulan banget ya, kita ketemu di sini," ucap Yudha seraya memandang dua orang suami istri itu.
"Ah iya kak. Kami mau bulan madu di tempat ini sih, tapi perlu mengisi energi dulu, hehe," kekeh Dewa dan langsung mendapatkan cubitan di pahanya oleh Yundha. Perempuan itu tentu saja malu kalau ada yang tahu tujuan mereka ke tempat itu.
"Awww! Jepitan kamu sakit juga sayang," ucap Dewa semakin tak tahu malu.
"Hahaha!" Yudha dan Selfina saling bertatapan kemudian tertawa bersama.
"Aku juga pengen mas, bulan madu di sini boleh ya?" ucap Selfina merajuk manja.
"Boleh, kenapa tidak?" senyum Yudha dengan otak yang sudah mulai traveling kemana-mana.
__ADS_1
"Mau berapa hari sayang?" tanya Yudha.
"Ish, gak usah lama yang penting berkualitas," ucap Selfina seraya memeluk lengan suaminya dengan posesif dan manja.
Kini giliran Dewa dan Yundha yang saling bertatapan kemudian saling melempar senyum.
Dalam otak mereka, sudah membayangkan mereka akan bersebelahan kamar dan akan melakukan hal yang menyenangkan bersama-sama.
Pasti seru!
"Nah seblak dah datang. Ayo kita lanjutkan makannya!" ucap Selfina saat makanan yang mereka tunggu-tunggu sudah datang.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Yundha dan memulai makannya.
"Shhhhjh ini pedas banget mbak Sel," ucap Yundha dengan lidah yang terasa terbakar.
"Minum sayang," ucap Dewa dan memberikannya segelas air putih.
"Tapi enak sih shhhh aaakh," balas Yundha tersenyum meskipun wajahnya sudah memerah karena kepedasan. Airmatanya pun sudah keluar dari matanya.
"Sayang, gak usah dilanjut deh. Kamu belum sarapan lho. Trus ini pedas banget," ucap Dewa mengingatkan tapi Yundha tetap saja melanjutkan memakannya sampai habis.
"Aaakh Alhamdulillah. Ini enak banget," ucap Yundha dengan wajah yang sangat puas.
Dewa meringis. Makanannya saja belum habis separuhnya tapi sang istri malah sudah ludes.
"Emang kalau makan yang pedas itu nikmatnya dobel Nda. Tapi itu sih biasanya perut sering sakit, hehehe," kekeh Selfina dengan ekspresi yang sama dengan Yundha.
"Kayaknya seru nih mas, kalau mendesisnya di lanjutkan di kamar," bisik Selfina pada Yudha.
Pria itu tentu saja langsung tersenyum mendengar ajakan dari istri yang sangat dicintainya itu.
"Boleh, kita pesan kamar di sebelah kamarnya Dewa ya," ucapnya kemudian berdiri dari duduknya. Ia juga sudah sangat ingin melakukan hal yang sama dengan yang diinginkan oleh istrinya itu.
"Kamu belum makan nasi sayang," ucap Dewa saat Yundha ikut berdiri.
"Gak apa-apa mas. Aku udah kenyang kok dengan satu paket seblak cobeknya," ucap Yundha tersenyum.
"Hum, baiklah. Kita ke kamar sekarang," ucap Dewa kemudian meraih tangan sang istri dan menggenggamnya.
Dua pasangan itu pun menuju ke lantai atas hotel itu untuk menuju kamar yang sudah mereka booking untuk acara bulan madu dadakan itu.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Maafkan kalau updatenya gak lancar ya gaess.
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😊