Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 205 Pria Membosankan


__ADS_3

Setelah berbasa-basi sedikit dengan Indy, Yudhi pun akhirnya meninggalkan pesta ulangtahun yang sangat heboh dan meriah itu. Ia jadi merasa tidak punya alasan kuat untuk tinggal di tempat itu karena pesta itu kebanyakan diikuti oleh anak-anak dan mamanya. Hanya segelintir orang yang merupakan laki-laki.


Indy menatap punggung Yudhi dengan tatapan tak biasa. Bagaimana pun juga ia pernah suka pada pria itu dan berharap akan menjadi suaminya tapi sayangnya Yudhi tak pernah membalas perasaannya.


Ia pun tersenyum dan menatap putrinya yang cantik.


Aku sudah mempunyai suami dan anak. Dan pria itu bahkan belum move on seratus persen dari Selfina.


Aaaa sudahlah. Kami bukan jodoh jadi gak akan bisa nyambung.


Perempuan cantik itu mengibaskan tangannya tak mau lagi perduli. Ia hanya berharap pria itu segera mendapatkan jodoh terbaik yang bisa membuatnya bahagia.


"Mama ayok ke tempat itu. Ada Valda dan Zacky di panggung."


Indy tersentak dari lamunannya. Ia pun tersenyum kemudian membawa sang putri untuk bergabung dengan tamu yang lainnya.


Selfina yang melihat dua orang telah bertemu kembali hanya bisa menghela nafasnya. Ia tidak tahu harus melakukan apa lagi. Sudah banyak kenalan dan bahkan keluarga yang ia atur pertemuan dengan sang adik ipar tapi tetap saja Yudhi tak berubah.


Pria itu masih setia menjomblo sampai sekarang.


"Gak usah dipikirin mbak. Nanti kalau sudah waktunya, kak Yudhi pasti maksa untuk menikah hahaha. Jodoh udah diatur oleh Tuhan." Yundha berucap seraya tertawa terbahak-bahak.


"Iya sih," ucap Selfina membenarkan.


"Kak Yudhi juga belum tua-tua amat lho mbak. Masih seumuran dengan mas Dewa. Jadi gak apa-apa. Waktu masih panjang."

__ADS_1


"Iya sih. Ah sudahlah. Kenapa kita yang repot sih, orangnya aja kagak repot hahaha." Selfina pun ikut tertawa kemudian segera menghampiri panggung acara dimana anak-anak sedang berkumpul mengelilingi kue sebuah kue ulangtahun yang sangat besar dan juga indah.


Sementara itu, Yudhi yang sudah berada di parkiran tampak sangat kaget karena seseorang tiba-tiba saja langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa izin terlebih dahulu.


"Hey! Siapa Kamu?!" tanyanya pada seseorang yang sedang memakai hoodie dan menutupi wajahnya dengan masker. Tangannya sudah siap untuk menarik orang itu keluar.


"Tolong aku pak. Aku mau numpang sampai di jalanan depan."


Perempuan?


Dari suaranya Yudhistira bisa menebak kalau orang itu adalah seorang perempuan. Ia pun menatap orang itu dengan tatapan tajam.


"Kamu bukan pencopet atau perampok bukan?"


"Tidak pak. Aku sedang dalam masalah. Tolong pak. Mereka mengejar aku. Akan aku bayar mahal yang penting mereka tidak menemukan aku!"


Yudhi curiga dan tak percaya begitu saja. Begitu banyak penipu akhir-akhir ini. Ia pun menolak.


"Keluar kamu! Kalau kamu ada masalah harusnya kamu ke kantor polisi! Ayok keluar sekarang juga!"


"Tidak! Mereka akan menangkapku. Aku tidak mau pulang!" perempuan itu kembali menolak dan bahkan bertahan tak mau keluar dari kendaraan mewah itu.


Yudhi pun melihat sekeliling. Ia harus meminta orang untuk membantunya mengeluarkan perempuan tak dikenalnya itu.


Tapi saat ia melihat beberapa laki-laki sangar sedang tampak mencari-cari di area parkiran itu ia pun tak bertanya lagi. Segera ia melajukan mobilnya dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Ia jadi khawatir juga, jangan sampai karena kesalahannya yang tak mau membantu malah membuat perempuan itu jadi mempunyai masalah yang lebih besar.


Mobil Yudhi berhenti pas lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah.


"Makasih banyak ya pak. Aku turun di sini," ucap perempuan tak dikenal itu kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan memberikannya pada Yudhi.


"Kamu pikir aku sopir taksi?" ucap Yudhi dengan bibir terangkat. Perempuan bermasker itu langsung mengangkat wajahnya dan menatapnya dengan tatapan tajam.


Yudhi bisa melihat mata indah perempuan itu dengan hati yang tiba-tiba berdebar. Alisnya yang hitam dan tertata rapih dengan dahi yang putih bersih membuatnya yakin kalau perempuan itu pasti sangat cantik di balik maskernya.


"Gak apa-apa pak. Jangan tersinggung. Aku hanya memberikan ini sebagai ucapan terimakasih," ucap perempuan itu dengan sopan. Tangannya masih menggantung di udara dengan beberapa lembar uang ditangan nya.


"Kalau begitu temani aku minum saja di Cafe depan sana, bagaimana? Aku gak mau dibayar soalnya," tawar Yudhi. Entah kenapa ia jadi sangat penasaran dengan perempuan bermasker itu.


Perempuan itu tampak berpikir. Ia pun melihat penanda waktu di pergelangan tangannya kemudian berucap, "Maafkan aku pak. Aku sedang terburu-buru ke Bandara. Aku tidak ada waktu untuk menemani bapak. Makasih banyak," ucap perempuan itu dan langsung menyimpan uang itu di atas dashboard kemudian langsung turun dari mobil itu sebelum lampu kembali hijau.


Yudhi hanya tersenyum meringis kemudian menghela nafasnya berat. Ia pun memandang perempuan itu berjalan ke arah lain.


Apa aku memang tipe pria membosankan? tanyanya membatin.


Setelah itu ia melajukan kendaraannya dengan tatapan masih berada pada spion untuk mengawasi perempuan yang tak dikenalnya itu.


🌹🌹🌹


*Bersambung.

__ADS_1


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2