Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
berfikir..


__ADS_3

hai...hai..aku balik pagi, sebenarnya agak malas mau nulis lagi karena gak ada yang baca tp gapapa deh namanya juga novel baru, semoga kedepannya banyak yang baja ya, aamiin.


*******************************************


aku membuka map dan membacanya, kepalaku pusing melihat syarat dan peraturan yang tertulis yang harus aku patuhi.


yang intinya itu berisi bahwa aku harus membersihkan seluruh rumah ini, baik yang di lantai satu dan lantai dua, belum lagi aku juga harus memasak sarapan pagi yang harus tersedia jam 7 pagi, makan malam juga harus tersedia jam 8 malam.


aku juga harus membersihkan halaman depan dan halaman belakang, harus menyiapkan air mandi lelaki sombong ini beserta pakaiannya.


membayangkannya saja rasanya benar benar mau pecah kepalaku, coba kalian bayangkan rumah sebesar ini harus aku yang bersihkan seorang diri, belum lagi halaman depan dan halaman belakang yang lumayan luas, memasak makan pagi dan malam juga harus kepersiapkan.


ah....bangun jam berapalah aku ini? benar benar aku di jadikan babu sama lelaki sombong ini, bisa remuk ni badan, mana memgatur jadwal kuliah, jadwal kerja.


untungnya aku kuliah hanya senin sampai jum'at jadi sabtu minggu aku libur, di cafe juga kami di kasi waktu libur 1 hari dalam seminggu, yah walaupun tidak selalu hari minggu aku mendapatkan hari libur.


aku tersentak kaget saat si lelaki sombong ini memanggilku" hei....siapa nama kamu? aku lupa nama kamu?" dan ku jawab " sarah devani pak" kataku cepat.


" jangan panggil aku pak tp panggil aku tuan, aku bukan bapak kamu tapi aku majikan kamu.

__ADS_1


" ya tuan" ucapku lirih, benar benar sombong orang ini, awas aja kau yah tugu aku juga bisa membalas ke sombonganmu nanti.


" kerjakan semua pekerjaan yang sudah tertulis disana tanpa terkecuali, jangan pernah lakukan kesalahan apapun, jangan sampai perabot di rumahku berpecahan saat kamu membereskannya karna perabotannku barang mahal semua, kamu gk akan pernha bisa dan sanggup menggantinya, kamar kamu di belakang dapur, itu kamar pembantu, aku gak suka kamu melakukan kesalahan apapun, kamu tetap bisa pergi kuliah dan bekerja tapi harus bereskan dulu pekerjaan di rumah ini kalau tidak aku akan menambah daftar hutangmu, mengerti?" katanya lagi


aku memjawan mengerti, dia terus bangkit dan meninggalkanku pergi keluar menuju mobilnya, yah mungkin mau ke kantor, aku pun tak tahu dan tak mau tau.


selepas dia pergi akupun berjalan sambil menggeret koperku mencari kamar pembantu yang di sebutkan tadi, sampai akhirnya aku melewati dapur dan medapati kamar yang terletak pas di belakang dapur.


ku buka pintu kamarnya, di situ kulihat hanya ada ranjang kecil untuk satu orang dan lemari dua pintu yang berukuran kecil, yah lumayanlah dari pada tidur beralaskan ubin kan lebih tragis lagi.


ku masukkan bajuku kedalam lemari sambil ku susun rapi, setelah selesai ku rebahkan diriku di kasur sambil menatap langit langit kamarku, bisa gak yah aku bertahan selama setahun? sanggup enggak ya aku kerjakan semuanya?


selesai aku merebahkan beberapa saat akupun bangkit dan keluar dari kamar, aku mengelilingi rumah ini kedepan dan kebelakang juga, aku juga naik kelantai atas untuk tau seberapa luasnya lantai atas.


tak terasa waktupun sudah siang, oh ya aku lupa memberitahu untuk hari ini aku memang tak masuk kuliah dan bekerja di cafe, di cafe aku meminta izin untuk libur sehari, sementara kuliah aku bolos hari ini.


aku kembali kekamarku, ku ambil handuk dan baju ganti, setelah mandi aku melakukan sholat dzuhur dan mengistirahatkan tubuhku agar aku punya kekuatan nanti untuk memghadapi si sombong itu.


akupun tertidur sampe tak terasa aku terbangun jam 4 sore, aku bergegas sholat dan menyiapkan bahan bahan masakanku yang kira kira aku masak apa untuk si tuan sombong itu.

__ADS_1


ku buka kulkas di sana hanya ada telur dan kentang, wortel dan bunga kol.


aku berfikir kira kira masak apa yah? hmmm....ku putuskan aku mau masak sambal telur balado dan tumis aja deh sayu sayurannya pikirku.


akupun mulai memasak dan mempersiapkan smuanya, tak terasa sudah hampi mau maqrib masakanku sudah selesai dan ku tata di meja makan, akupun masuk ke kamarku untuk mandi.


setelah selesai dengan segala ritualku aku kembali kedapur, aku pikir si tuan sombong itu sudah pulang ternyata tidak, aku duduk sambil memainkan ponselku sampe aku tak menyadari jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


ini masakanku sudah dingin semuanya tapi si sombong itu belum pulang juga, ingin rasanya ku tinggal tidur ke kamar cuman aku takut dia marah.


gak berapa lama ku dengar suara mobil, akupun bangkit dan membukakan pintu, di tatapnya wajahku dengan tajam, aku mah cuek aja


karna aku tau posisiku aku mulai bertanya " tuan mau makan atau tidak kalau mau makan biar saya panaskan lagi makananya" trs dia berkata " aku sudah kenyang katanya


"terus ini makanan gimana tuan?" kataku lagi, lah...dia malah berkata" buang", coba kalian pikir, udah capek capek aku masak malah di suru buang.


" siapkan air mandiku dan pakaianku, aku mau mandi" katanya lagi dengan sombong


aku berjalan ke arah kamarnya dan melaksanakan perintahnya, setelahnya aku keluar kamar dan membereskan makanan yang sudah ku tata rapi tadi, akupun setelahnya kembali ke kamarku untuk segera tidur karena besok aku harus bangun pagi pagi sekali.

__ADS_1


tbc


__ADS_2