
Yudhistira menatap penanda waktu yang terdapat di dinding kamarnya. Ia gelisah karena Tiara belum juga pulang padahal waktu sudah sangat lama sejak perempuan itu keluar dari rumah.
Ia pun keluar dari kamarnya dan berharap Tiara sudah tiba di rumah. Akan tetapi yang ia temui hanyalah Yudha dan Selfina yang juga baru keluar dari kamar mereka.
"Tiara udah balik dari sekolah gak Di?" tanya Yudha.
"Aku juga mau tanyakan itu kak."
"Oh jadi belum balik ya?"
Yudhis mengangkat kedua bahunya saja karena ia juga belum tahu apakah istrinya itu sudah pulang atau tidak.
"Apa mungkin Tiara mampir di tempat lain?" ucap Selfina dengan wajah yang tampak berpikir. Pasalnya ini sudah cukup lama dan ternyata perempuan itu belum juga pulang.
"Sayangnya Tiara gak bawa handphone. Tapi tak masalah, ia pasti pulang kok. Kamu gak usah khawatir, hehehe," kekeh Yudha seraya menepuk bahu sang adik. Ia yakin adiknya itu pasti sedang sangat khawatir kalau istrinya keluar rumah.
"Iya kak. Aman kok. Tiara emangnya mau kemana? Dia gak mau pulang ke rumahnya sendiri kok," jawab Yudhi dengan bibir menyunggingkan senyum.
"Baiklah. Aku ke perusahaan dulu. Dan sampaikan terimakasih kami pada Tiara ya karena udah mau menggantikan kami ngantar Valda pagi ini," ucap Yudha dengan senyum penuh makna pada sang istri. Selfina hanya tersenyum tipis. Ia sangat tahu makna dari perkataan suaminya itu.
Setelah itu ia pun berangkat ke perusahaan diantar oleh Selfina sampai di depan pintu.
Yudhis sendiri langsung ke dapur untuk membuat sarapan sederhana untuk dirinya dan Tiara.
Sejak menikah ia sudah mengatur makanan yang mengandung nutrisi dan juga bergizi tinggi untuk istrinya itu agar nantinya saat ia sudah berhasil menembakkan kecebong nya pada rahim perempuan itu, Tiara bisa langsung hamil.
Sungguh, ia sudah sangat ingin memiliki anak juga seperti saudaranya yang lain. Untuk itu ia sendiri ingin mengkonsumsi makanan yang bisa jadi penunjang agar mereka berdua bisa lebih subur.
"Mau bikin apa Di? tanya Merry yang tiba-tiba saja muncul di dalam dapur untuk menemaninya memasak. Ia sangat tahu bagaimana kebiasaan putra keduanya itu yang sangat suka memasak, terkhusus untuk istrinya yang baru ia nikahi itu.
"Mau bikin Apple Cooler ma," jawab Yudhis seraya mengambil beberapa buah apel dari dalam lemari pendingin.
"Seger dong pastinya," ucap Merry ikut menyiapkan bahan-bahan lainnya.
"Iya ma. Minuman ini biasa aku sajikan di kafe, namun sekarang aku ingin Tiara menikmatinya di rumah dengan resep spesial dari aku sendiri. Yang aku tahu buah apel dan susu sangatlah baik untuk Tiara yang sedang menunggu kehamilan."
__ADS_1
"Apa? Jadi ini minuman untuk program hamil ya?"
"Iya ma. Aku udah tak sabar Tiara hamil," ucap Yudhis tersenyum. Merry Ikut tersenyum. Ia yakin putranya itu sekarang sudah berhasil menanam benih pada istrinya itu.
"Kamu harus ingat masa subur istrimu Di. Biasanya pada saat itulah proses pembuahan pun akan cepat terjadi.
"Iya ma," jawab Yudhis seraya menyiapkan bahan-bahan, seperti, beberapa buah apel, susu rendah lemak, serbat jahe, air gula, dan es batu.
"Mama bisa bantu apa Di?" tanya Merry ingin ikut berpartisipasi.
"Ah iya ma, tolong potong-potong buah apelnya lalu masukkan ke dalam blender. Setelah itu mama bisa masukkan semua bahan ini ke dalam juga," ucap Yudhis seraya menyerahkan semua bahan yang sudah ia siapkan tadi.
Sementara itu ia akan menyiapkan sandwich roti gandum isi tuna. Makanan yang satu ini sangat cocok untuk disajikan saat sarapan pagi.
Yudhistira sendiri baru tahu kalau ternyata roti gandum sangat baik untuk kesuburan karena karbohidrat komplek dalam roti gandum dapat mencegah ketidakseimbangan dalam hormon reproduksi wanita.
"Ini sudah Di, mama tuang langsung ke dalam gelas jus aja ya," ucap Merry meminta petunjuk.
"Iya ma silahkan." Yudhi menjawab seraya menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sandwich roti gandum isi tuna.
"Wah kayaknya enak nih Di, kamu belum pernah lho buatkan mama makanan seperti ini."
Pria itu menyiapkan roti gandum lembaran, lalu ia panaskan penggorengan datar kemudian ia panggang roti gandum hingga permukaanya kecoklatan, balik. Dan ia lakukan lagi untuk kedua kalinya.
"Mama bisa bantu apa Di?"
"Ini mama masukkan daging tuna cincang dan mayonaise dan aduk rata. Setelah itu mama letakkan sepotong roti, beri selembar keju diatasnya. Lalu olesi permukaan keju dengan tuna mayonaise hingga tertutup rata, beri 2 iris acar timun, taburi dengan irisan daun lettuce, beri selembar keju lagi dan tutup dengan sepotong roti gandum diatasnya. Tekan hingga sandwich rapat."
"Ah iya. Mama coba ya."
"Iya ma. Kalau udah aku akan bungkus sandwich dengan alumunium foil trus kita panggang dalam oven selama 5 – 10 menit. Atau masukkan ke dalam microwave selama 2 menit."
"Setelah itu sandwich bisa dinikmati dengan saus sambal ma."
Merry manggut-manggut saja. Ia sangat senang melihat putranya itu begitu senang dan ingin menyenangkan sang istri.
__ADS_1
Setelah semua makanan sudah siap, ia pun menyajikannya di atas meja. Tapi sampai saat itu, Tiara pun belum datang juga. Akhirnya ia meninggalkan ruangan makan itu dengan perasaan yang kesal dan sangat tak sabar.
"Di, kamu kok gak makan?" tanya Merry dengan wajah khawatir. Ia yakin kalau putranya itu sedang sangat kecewa.
"Gak apa ma. Aku makan di cafe saja."
"Lho? Makanlah dulu nak. Kamu udah capek-capek masak lho."
"Gak apa-apa. Nanti kalau Tiara pulang. Mama suruh habiskan makanannya," ucap Yudhis kemudian meninggalkan ruangan itu untuk berangkat ke tempat kerjanya.
Merry hanya bisa menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia sungguh khawatir akan keadaan putranya itu jika Tiara belum juga paham dengan tugasnya.
Yudhis mencengkram erat kemudinya seraya membuang nafasnya kasar. Ia pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah dengan perasaan yang masih sangat marah.
Tiara sepertinya sedang berusaha untuk mempermainkannya. Dan ia sangat tidak suka itu.
Sementara itu,
Tiara yang sejak tadi berniat untuk pulang, kini masih berada di tengah jalan karena Yudhi menyalip kendaraannya di tengah jalan.
"Ra! Jangan pergi dulu. Aku ingin bicara padamu," ucap Yudhi seraya mencabut kunci motor perempuan itu agar tidak bisa kemana-mana.
"Aku tidak ada waktu denganmu brengsek!" balas Tiara seraya berusaha untuk meraih kunci motornya dari tangan pria itu.
"Ra. Aku ingin kembali padamu. Aku mencintaimu. Aku ingin kita bersama lagi," ucap Yudhi lagi berusaha memberikan alasannya.
"Cih! Mau kamu kemenakan Tantemu yang sangat cantik itu brengsek!" teriak Tiara marah.
"Kembalikan kunciku dan biarkan aku pergi!" teriak Tiara seraya berusaha merebut kunci motornya lagi tapi pria itu malah memasukkan ke dalam saku celananya.
Tiara mengeratkan rahangnya marah. Ia bahkan ingin berusaha menendang pria itu tapi sayangnya ia tak berhasil melakukannya karena wajahnya langsung dibekap oleh pria itu dengan menggunakan saputangan yang sudah disemprotkan cairan asing yang sangat menyengat.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊