Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 250 Anakonda Yudhis


__ADS_3

"Hey! Tante mau apa hah?!" teriak Yudhis kemudian mendorong tubuh perempuan itu dengan keras sampai Dessy langsung terjatuh ke lantai.


"Aaargh!" Perempuan binal itu langsung berteriak kesakitan. Hingga Yudhis jadi khawatir kalau-kalau tetangga di rumah petak itu bisa saja mendengar mereka.


"Kamu benar-benar tidak tahu malu sialan!" teriak Yudhis dan segera berdiri dari posisinya. Ia pun langsung pergi dari tempat itu atau perempuan kelaparan itu akan menyerangnya lagi.


"Yudhi!" Desy berteriak dan merangkak ingin meraih kaki pria itu. Tapi untuknya Yudhi sudah berada di depan pintu.


"Yudhi! Tolong!" Desy berteriak lagi berharap ada tetangga yang mendengar dan melihatnya. Ia sungguh ingin menjebak Yudhi agar mau bertanggung jawab padanya. Tapi untungnya komplek itu sedang sepi. Tak ada seorang pun yang datang dan mendengar teriakan minta tolong Desy.


Perempuan itu pun menutup wajahnya malu. Entah apa yang terjadi padanya sampai bisa lupa diri seperti itu. Ia pun menangis meraung-raung menyesali perbuatannya.


Ada apa denganku sampai tidak sadar seperti ini? Ucapnya membatin.


Kalau begini jadinya aku tidak akan mendapatkan santunan dari anak-anak Maher Abdullah yang kaya raya itu.


"Ah bodoh!" teriaknya menyalahkan dirinya sendiri.


Ia pun segera memakai pakaiannya kemudian berlari keluar untuk meminta maaf pada Yudhis yang sedang berusaha mengeluarkan mobilnya dari jalanan sempit di lorong itu.


"Di, maafkan aku ya. Aku tadi khilaf," ucap perempuan itu seraya melipat kedua tangannya di depan kaca jendela mobil mantan anak tirinya itu. Yudhis menggelengkan kepalanya dengan wajah marah.


"Lain kali jangan bertindak seperti itu lagi Tante. Itu tidak baik. Jaga diri Tante atau menikahlah dengan pria baik-baik," ucap Yudhis berusaha menahan emosinya. Setelah itu ia melajukan mobilnya dengan cepat takut Desy membuat perangkap lagi untuknya.


Ia jadi sangat ingin bertemu dengan Tiara dan melakukan kegiatan menyenangkan untuk mengobati perasaan kesalnya hari ini.


Sesampainya ia di rumah. Tiara sudah menjemputnya di dalam kamar dalam penampilan yang sangat cantik. Perempuan muda itu tampak sangat segar dan juga cerah.

__ADS_1


"Aku sudah siap mas," ucap sang istri sembari memutar tubuhnya memperlihatkan gaunnya yang sangat cocok pada tubuhnya yang berisi di tempat-tempat khusus.


"Aku cantik gak mas?" ucap perempuan itu lagi dengan mata ia kedipkan lucu. Yudhis tersenyum. Istrinya itu memang selalu cantik kapanpun dan dimanapun.


"Cantik sayang. Tapi lebih cantik kalau kamu gak pakai gaun," jawab Yudhis masih dengan senyum diwajahnya.


"Hah? Kok gitu sih? Jadi aku harus ganti gaunnya mas?" tanya Tiara bingung. Ia sudah lelah memilih gaun agar tampil cantik di depan suaminya malah diminta untuk mengganti gaunnya.


"Gak!"


"Lalu?"


"Kamu buka gaunmu sekarang juga dan tunggu aku di atas ranjang."


"Maksudnya gimana sih?" tanya Tiara seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Pria itu ingin membersihkan dirinya dari aroma Dessy yang sempat memancing emosinya beberapa saat yang lalu.


Sementara itu, Tiara pun berjalan mondar-mandir seraya memikirkan perkataan suaminya tentang acara membuka gaun dan tidak memakai apapun padahal mereka sudah berencana keluar rumah untuk makan malam bersama dengan anak panti asuhan.


Pintu kamar mandi terbuka dan ia pun panik. Ia langsung membuka gaunnya dengan cepat kemudian berlari ke atas ranjang untuk menunggu pria tampan yang hanya menggunakan handuk itu.


"Udah aku buka mas, lalu kita kapan jalannya?" tanya perempuan cantik itu seraya memperbaiki letak tali bra berenda yang sedang ia pakai. Gerakannya begitu sangat sensual dimata Yudhis hingga membuat si anakonda langsung bangun dari dalam handuknya.


"Kita akan jalan kok. Tapi aku mau kamu buka semuanya. Aku ingin sekali memberikanmu hadiah yang sangat spesial sayang," ucap Yudhis seraya membuka handuknya dan memperlihatkan anakonda miliknya ya sedang sangat kuat dan mengembang.


Rupanya Yudhis ingin memandikan si anakonda di dalam gua sempit milik istrinya itu demi meredakan emosinya pada Desy, mantan ibu tirinya.

__ADS_1


"Mas, kok?" ucap Tiara kaget seraya menunjuk si anakonda yang sangat sedap dipandang itu. Ia jadi berubah sangat gemas dan ingin mempermainkannya.


"Gak apa-apa. Kita akan tetap keluar kok sayang. Aku hanya ingin kamu bikin anakonda ini mengeluarkan bisanya agar aku tenang,," bisik Yudhis seraya membuka bra istri nya yang memang mempunyai pengait di bagian depan agar ia gampang jika sedang ingin minum.


"Aaakh mas," dessah Tiara saat ia menyadari kalau suaminya sedang mengulum lembut tombol merah mudanya yang berhasil membuatnya melayang-layang ke nirwana.


"Makasih ya Ra, kamu sudah membuat aku jadi calon papa," bisik Yudhis dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Papa?" ucap Tiara tidak mengerti dengan perkataan suaminya itu.


"Iya sayang. Kamu gak tahu ya, kalau sekarang itu kamu sudah hamil?" ucap pria itu seraya mengingat alat tespeck yang ia simpan di dalam kamar mandi dan telah digunakan oleh sang istri sesuai petunjuknya lewat pesan suara.


Tiara ingin bertanya lagi tapi Yudhis sudah menyusuri permukaan kulitnya dengan bibirnya. Ia tak lagi bertanya karena sudah dibuat menggelinjang nikmat oleh permainan tangan, bibir, dan lidah pria itu pada dirinya.


Tiara lupa bertanya dan


Mereka pun semakin menikmati kegiatan menyenangkan itu dan hampir lupa kalau mereka akan membawa banyak hadiah untuk anak panti asuhan.


Yudhis segera memaksa anakonda miliknya untuk menyemprotkan bisanya karena mereka harus segera pergi.


"Uggh Tiara..."


"Mass!!"


🌹🌹🌹


*Bersambung.

__ADS_1


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2