Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 230 Tiara Oh Tiara


__ADS_3

Merry tampak sangat senang dan bahagia melihat putra keduanya akhirnya mendapatkan jodohnya. Ada rasa haru dan bahagia yang ia rasakan sampai ia tak kuasa menahan airmatanya untuk mengalir dari pipinya.


"Mama kok nangis?" tanya Yundha dengan perasaan yang tiba-tiba ikut sedih.


"Mama bahagia sayang. Rasanya tugas mama untuk kalian bertiga sudah sampai di garis finish. Almarhum papamu juga pasti senang melihat kalian sudah menemukan jodoh dan pelabuhan hati masing-masing."


Yundha tersenyum kemudian memeluk tubuh sang mama.


"Iya ma. Semoga papa diampuni segala dosanya dan dilapangkan kuburnya, aamiin."


"Iya sayang. Kalian bertiga juga. Semoga kalian bahagia sampai kakek nenek dan sampai maut memisahkan."


"Aamiin ya Allah."


"Suami harus kamu taati dan hormati, insyaallah kamu jadi istri yang solehah dan bisa menjadi seseorang yang dirindukan di rumahmu."


"Iya ma. Aamiin."


Dua orang itu pun saling berpelukan dengan perasaan haru yang menyeruak dari dalam hati mereka.


Selfina yang baru bergabung di tempat itu jadi penasaran dengan apa yang terjadi. Ia dan Yudha saling bertatapan bingung. Ada apa dengan dua orang ibu dan anak itu.


Di tengah-tengah pesta pernikahan Yudhistira kok mereka malah dalam adegan tangis-tangisan.


"Ada apa ma? Apa ada masalah?" tanya Yudha dengan perasaan khawatir. Ia lalu duduk di samping sang mama dan ikut memeluk perempuan yang telah melahirkannya itu.


Merry tersenyum kemudian menyeka airmatanya.

__ADS_1


"Ah gak kok. Ini cuma lagi baper aja karena lihat adik kamu menikah. Yudhis 'kan udah lama menjomblo jadi mama senang melihatnya bisa move on dan mendapatkan seseorang untuk mendampinginya sepanjang usianya."


"Iya ma. Kami juga ikut senang. Dan semoga cepat dapat momongan biar hidup mereka lebih berwarna hahaha," ucap Yudha tertawa.


"Ish! Kamu tuh. Tapi bener sih meskipun istrinya masih muda banget insyaallah udah bisa jadi seorang ibu," balas Merry tersenyum.


"Yundha juga dulu masih 18 tahun lho ma waktu aku nikahin. Dan Alhamdulillah langsung jadi seorang ibu." Dewa tiba-tiba ikut nimbrung dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari mereka semua.


"Hehehe salah ya?" ucap Dewa dengan tawa cengengesan.


"Aduh masss!!" teriak Yundha histeris. Semua orang pun langsung tertawa.


🌹


Pesta pernikahan sederhana itu telah selesai dengan lancar dan juga khidmat. Semua keluarga dari pihak mempelai pria sudah pulang begitu pun dari pihak mempelai perempuan.


Rumah kediaman Wicaksono sudah sepi, yang ada hanya asisten rumah tangga yang sibuk membersihkan ini dan itu di saat para penghuni inti sudah berada di dalam kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Entahlah, tapi ia tiba-tiba merasa belum siap menjadi seorang istri.


Yudhistira sendiri baru saja kembali dari ruang keluarga setelah bertemu dengan Wicaksono dan juga Wana sang mertua. Mereka mengobrol tentang banyak hal termasuk Ia meminta malam ini untuk membawa Tiara langsung menginap di rumahnya sendiri. Dan alhamdulillah mereka berdua mengizinkan.


Sesampainya di dalam kamar, pria itu tidak menemukan sang istri tercinta hingga ia pun keluar lagi dan mencarinya di semua ruangan dan kembali bertemu dengan sang mertua.


"Ada apa nak?" tanya Wana heran. Pasalnya menantunya itu baru saja ke kamarnya dan sekarang malah kembali lagi.


"Tiara kok gak ada di kamar ya ma? Apa mama tahu dia dimana?" Yudhistira menjawab dengan balas bertanya.

__ADS_1


"Tidak ada di dalam kamar? Kok bisa? Apa udah diperiksa di semua sudut kamarnya seperti di kamar mandi mungkin?" ucap Wana memberi usul.


"Udah aku cari disana juga ma. Tapi kok gak ada ya." Pria itu tampak bingung sendiri.


Wicaksono dan Wana saling bertatapan. Mereka tiba-tiba jadi sangat khawatir. Pasalnya anak itu sudah menjadi istri orang dengan mahar 2 M dibayar tunai. Itu sangat mahal jika seandainya ia kabur lagi.


"Saya akan periksa semua ruangan, siapa tahu ia ketiduran di salah satu tempat," ucap Wicaksono yang langsung membuat wajah Yudhistira meringis kaget.


"Bisa kayak gitu ya pa?" tanyanya.


"Iya. Anak itu tuh punya kebiasaan buruk kayak gitu nak Yudhis. Jadi kami mohon kamu tidak kaget ya. Dia itu Tuti atau tukang tidur hahaha," lanjut Pria itu dengan tawa renyahnya. Setelah itu ia pun segera berlalu dari hadapan sang menantu dan juga istrinya.


"Saya juga mau cari di tempat lain nak. Pasti gak jauh-jauh kok. Dan mohon maklum ya, ia masih shock banget kayaknya. Masih sering tidak percaya kalau dia sudah menikah," ucap Wana menambahkan.


"Ah iya ma. Aku ngerti kok." Yudhistira tersenyum.


"Kalau gitu aku ikut mama," lanjut pria itu meminta ikut mencari sang istri di dalam rumah yang lumayan besar itu.


"Baiklah, ayok. Kalau papanya ke bagian sana kita ke bagian samping rumah saja. Anak itu biasanya duduk-duduk di taman samping rumah."


"Iya ma."


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Duh maaf, author lagi gak fit. Updatenya lambat udah gitu sedikit lagi😭.


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2