Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 117 Ingin Layanan Khusus


__ADS_3

Setelah selesai menghidangkan makan malam di atas meja. Selfina pun berniat memanggil sang suami untuk ke ruang makan. Mereka akan makan bersama meskipun ia masih sangat kesal pada pria itu.


"Makanan udah siap mas," ucapnya sesaat setelah sampai di dalam kamar. Suaminya yang sedang mematut diri di depan kaca tersenyum kemudian menjawab, "Ah ya makasih sayang."


Selfina tak membalas. Ia hanya melenggang santai ingin kembali ke ruang makan meskipun ia sangat heran dengan penampilan suaminya yang sangat tampan malam itu.


Sebuah suit dengan tuksedo Yudha gunakan dengan sangat pas ditubuhnya. Rambutnya tersisir dengan rapih seolah-olah akan melakukan acara makan malam romantis yang sangat istimewa.


Yudha langsung meraih pinggangnya dan mengikis jarak diantara mereka lalu berbisik, "Kamu mau kemana sayangku."


Selfina mendengus pelan lalu menjawab, "Aku mau ke ruang makan."


Yudha tersenyum. Ia pikir setelah melakukan hobinya memasak, perempuan itu jadi tidak kesal lagi padanya, ternyata tidak. Selfina masih sangat kesal karena kedatangan Rea di unit mereka.


Ternyata survei benar-benar membuktikan kalau perempuan itu sangat tahan lama kalau kesal dan marah serta mempunyai daya ingat yang sangat tinggi tentang kesalahan para pria. Sungguh, mereka tak jauh beda dengan baterei Alkalin. Pria itu tak sadar terkekeh.


"Pakai pakaian terbaik kamu Sel, aku tunggu di ruang makan," ucap Yudha kemudian mengecup bibir istrinya yang sedang cemberut.


"Mau ngapain? Mau mempertemukan aku dengan semua perempuan yang pernah dekat denganmu iyya? Mbak Feny, Rea, dan yang lainnya yang aku tidak tahu."


Yudha hanya tersenyum kemudian berbisik, "Ayolah sayangku. Kamu harus tampil sangat cantik malam ini. Aku ingin memberimu kado istimewa."


Selfina mencebikkan bibirnya belum puas dan tidak percaya dengan perkataan sang suami. Akan tetapi Yudha langsung mengulum bibir yang sudah menjadi candu buatnya itu dengan sangat lembut. Ia memperdalam ciumannya sampai perempuan itu berubah lebih relax dan tak kesal lagi padanya.


"Aku ingin berdansa sepanjang malam denganmu sayang," bisik pria itu lagi sesaat setelah ia melepaskan tautan bibir mereka. Selfina hanya diam. Ia baru saja merasakan hatinya menghangat. Ada banyak rasa yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya.


Pria itu selalu bisa meluluhkan hatinya yang sedang kesal.


"Ayo, Sebentar lagi tamu kita akan datang. Kamu harus tampil cantik karena kamu perempuan satu-satunya dalam hidup Yudha Abdullah selain mama," ucap Yudha seraya mengelus bibir istrinya yang masih sangat ingin ia rasakan sensasi nikmatnya itu.


"Hem, iya raja gombal," ucap Selfina dengan pipi memerah. Yudha terkekeh. Sedangkan perempuan itu lantas melepaskan dirinya dari rengkuhan sang suami.


Perempuan itu pun langsung menuju kamar ganti untuk melakukan keinginan sang suami tercinta. Tak lama ia berdandan. Ia hanya mencari pakaian yang sangat cocok untuk pakaian yang sedang digunakan oleh Yudha, sang suami.

__ADS_1


Perempuan cantik itu muncul di ruang makan dengan sangat kaget karena tamu yang sedang duduk di meja makan ternyata ada beberapa orang.


"Mama?" ucapnya dengan suara tercekat. Ia terlalu kaget dengan kenyataan di hadapannya.


Merry berdiri dari duduknya dan menghampiri menantunya yang sangat cantik itu.


"Aduh maaf ma, aku gak ada persiapan. Mas Yudha gak bilang kalau mama akan datang," ucap Selfina dengan perasaan tak nyaman.


"Gak apa-apa. Santai saja sayang. Mama juga kaget sih dapat undangan mendadak seperti ini," balas Merry tersenyum.


"Iya kak. Santai saja." Yundha ikut nyeletuk.


"Yundha dan mbak Feny. Maaf ya, persiapan kami kurang," ucap Selfina masih tak nyaman.


"Kalau begitu silahkan duduk semuanya. Mbak Feny makasih udah datang ya," timpal Yudha kemudian mempersilahkan semua orang untuk duduk.


"Iya pak. Makasih juga karena udah diundang menghadiri acara makan malam keluarga bapak," jawab Feny dengan senyum diwajahnya.


Feny tercekat kaget. Tadinya ia pikir perempuan yang bernama Selfina ini hanyalah teman kencan biasa tapi ternyata tidak. Status perempuan cantik itu resmi dan sah dimata hukum dan juga agama.


Tapi kenapa belum pernah dipublikasikan?


Feny hanya bisa bisa tersenyum kemudian menjawab, "Wah selamat ya pak. Tapi ngomong-ngomong kok gak ngundang waktu acara nikahannya?"


"Kami belum mengadakan resepsi. Jadi mbak Feny beruntung sekali karena menjadi orang pertama yang tahu hubungan kami. Insyaallah akan kami undang kok. Kami juga sedang mencari waktu yang cocok untuk itu," ucap Yudha kemudian meraih tangan sang istri kemudian mengecupnya dengan sangat lembut. Selfina sangat bahagia.


"Dan aku ingin mbak Feny memberikan satu informasi penting pada istriku yang cantik ini tentang status unit apartemen yang kami tempati ini."


Feny berusaha tersenyum meskipun ia masih belum Iklhas menerima kenyataan. Sekali lagi ia harus profesional dan tidak melibatkan hatinya dalam urusan pekerjaan.


"Baiklah pak. Apartemen ini sejak beberapa hari yang lalu sudah diberikan atas nama Mbak Selfina. Scandinavian Group yang dipercayakan untuk mengurus surat balik nama dari Pak Yudha kepada mbak Selfina."


Merry menatap Yundha yang juga sedang menatapnya. Mereka berdua sangat kaget dengan keputusan Yudha Abdullah. Setelah itu mereka berdua tersenyum. Yudha pasti sudah memikirkannya dengan matang tentang keputusannya itu.

__ADS_1


"Dan ya, sebenarnya design dan furniture kami di sini dirancang oleh seorang arsitek dari luar negeri. Jadi sangat salah kalau design tempat ini dibuat oleh seorang konsumen."


"Dan lihatlah. Design belum ada yang berubah meskipun apartemen ini sudah dimiliki oleh pak Yudha selama setahun."


Selfina tercekat. Ia tak menyangka kalau ia sudah terpengaruh dengan kata-kata berbisa dari seorang perempuan bernama Rea itu. Ia pun menatap sang suami dengan tatapan permintaan maaf.


"Gak apa-apa. Gak usah kamu ucapkan sekarang. Malam masih panjang sayang. Aku tunggu permintaan maafmu yang sangat spesial," ucap Yudha dengan tatapan menggoda.


Tatapan mesumnya pada sang istri sudah sangat dimengerti oleh Selfina.


"Ish! Mama lihat mas Yudha 'kan? Seharian ninggalin aku disini bersama dengan perempuan yang bernama Rea dan sekarang meminta aku yang minta maaf," lapor Selfina pada sang mama mertua. Ia merajuk dengan sangat manja.


Merry langsung menatap Yudha dengan tajam sedangkan pria itu langsung tersenyum meringis seraya meremas tengkuknya tak nyaman.


"Hem, baiklah. Aku minta maaf sayang. Rea itu bukan siapa-siapa aku. Nanti aku jelaskan di tempat yang khusus." Yudha mengedipkan matanya menggoda.


"Hum modus tuh mbak Sel. Kak Yudha jangan dipercaya!" celetuk Yundha memanas-manasi.


"Nda. Jatah bulanan kepotong nih!" ancam Yudha dan langsung membuat bibir sang adik manyun.


"Jadi silahkan nikmati makan malamnya. Urusan minta maaf akan kita lakukan setelah makan malam selesai, iyyakan sayang?" ucap pria itu pada Selfina.


"Hem, baiklah. Aku tunggu penjelasan yang lengkap tentang Rea."


Yudha kembali meringis. Rea hanya masa lalu yang tak bermakna. Ia siap menjelaskan hubungannya dengan perempuan itu sepanjang malam asalkan Selfina memberikannya layanan khusus.


Setuju gak readers? Hehehe.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan komentar dong 🤭

__ADS_1


__ADS_2