Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 143 Double Kill


__ADS_3

Maya langsung berlari keluar dan memanggil karyawan untuk membantunya. Beberapa orang pun datang dan masuk ke dalam ruangan presiden direktur itu termasuk adalah staf khusus bagian kesehatan perusahaan.


Selfina yang sudah dibaringkan di atas sofa kini masih dalam keadaan tak sadar. Ada yang memberikan minyak kayu putih di hidungnya agar perempuan itu bisa bangun. Dan tak lama kemudian, ia pun membuka matanya.


"Mbak Sel, kenapa?" tanya salah satu karyawan. Selfina memandang semua orang yang juga sedang memandangnya.


Dan...


"Ueeek..." Ia terpaksa bangun karena perutnya kembali ia rasakan bergolak. Rasa mual dan juga keinginannya yang sangat ingin muntah membuatnya segera berlari ke toilet.


Para karyawan yang ada di sana saling berpandangan dengan segala pikiran masing-masing.


Beberapa diantara mereka langsung mengambil handphone untuk saling berkirim pesan atau bergosip lewat aplikasi chat.


[Jangan-jangan?]


[Iya, aku juga curiga kalau mbak Sel itu sedang hamil.]


[Oh Tuhan. Ternyata memang benar ya, kalau mereka ada hubungan yang sangat spesial]


[Gak nyangka aku, berhijab hanya untuk menutupi kebobrokannya]


[Enak banget bisa merasakan tidur dengan pak Yudha yang super ganteng dan kaya raya itu]


[Iya , bikin iri aja tuh, sebel bin kesal hahahaha]


[Iri pastinya. Dan oh ya ampun dia akan memberikan keturunan untuk Pak Yudha rasanya semakin kesal gue!]


[Eh iya. Sekarang malah dapat fasilitas di apartemen mewah lho. Bayangkan! Siapa yang gak mau coba kalau dapat harta dan kemewahan seperti itu. Aku juga mau 🤪]


[Hahaha]


[Dan, andai dia tidak lagi begini mana bisa kita masuk ke ruangan Presdir yang sangat mewah ini]


[Aku tak bisa melarang otakku untuk membayangkan apa saja yang mereka lakukan di dalam ruangan ini jika sedang berdua, awwww!]


[Oh tidak! Hentikan pikiran kotor mu itu karena aku juga berpikir yang sama wkwkwkwk]


Tak ada yang perduli dengan keadaan Selfina di dalam toilet yang sangat tersiksa fisik dan mental. Mereka sibuk dengan handphone mereka masing-masing.


Selfina pun keluar dari Toilet dengan langkah gontai. Ia merasakan lelah yang teramat sangat. Lelah fisik dan juga mental. Ia tak menyangka kalau semua orang di perusahaan sedang bergosip tentang hubungannya dengan sang presiden direktur.


[Eh, udah. Tuh orangnya udah datang]


Gosip lewat aplikasi chat itu pun berhenti. Mereka menyimpan handphone mereka kemudian menghampiri Selfina yang tampak sangat pucat itu.


"Duduk dulu mbak. Lagi sakit kok maksa masuk kerja sih," ucap Dela sang ratu gosip seraya membantu Selfina untuk duduk.


Selfina tidak menjawab, ia hanya menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut kembali.

__ADS_1


"Mbak Sel, ke rumah sakit aja yuk. Pasti lagi gak sehat nih. Apa jangan-jangan lagi positif nih mbak. Wah gak pakai pengaman sih ya," timpal yang lain sengaja menyindir.


Selfina merasakan keringat dingin kembali menyeruak dengan cepat dari pori-pori kulitnya. Kepalanya semakin sakit dan perutnya pun kembali bergolak.


Selfina memaksakan dirinya untuk kembali berlari ke toilet untuk mengeluarkan kembali sisa cairan di dalam tubuhnya.


Oh ya Tuhan. Tolong berikan aku kesehatan dan kekuatan agar aku bisa ngomong dan menceritakan semuanya pada mereka.


"Ueeek!"


"Ueeek!"


Selfina terus memohon dalam hati agar kondisinya membaik dan bisa bicara untuk menjelaskan semuanya tapi ternyata tidak. Ia akhirnya jatuh lagi dan tak mampu untuk berdiri. Kakinya gemetar karena lemas.


"Mbak!" Fitri, staf kesehatan perusahaan dan juga Maya langsung mengangkat tubuh perempuan itu keluar dari Toilet.


"Kayaknya mbak Selfina harus kita bawa ke rumah sakit. Tubuhnya sangat lemas," ucap Fitri kemudian meminta karyawan yang lain untuk menyiapkan mobil.


Mereka semua pun segera keluar dari ruangan itu dan membawa Selfina ke rumah sakit. Gosip-gosip miring semakin santer terdengar mengiringi kepergian Selfina ke rumah sakit.


Maya yang sedang mengantar ke rumah sakit dengan terpaksa menghubungi Yudha kalau Selfina sedang tidak sehat meskipun ia tahu kalau pria itu pasti tidak suka kalau dihubungi saat sedang bekerja.


Dan


Double kill!


Handphone pria itu tidak aktif dan tidak bisa dihubungi.


🌹


"Terimakasih banyak Mr.," ucap Yudha seraya menjabat tangan pria berkebangsaan Jepang itu dengan senyum diwajahnya.


Dewa pun melakukan hal yang sama. Tiga orang itu bersalaman sesaat setelah MOU nota kesepakatan kerjasama mereka telah mereka tanda-tangani.


"Saya permisi. Setelah ini saya akan langsung terbang ke negara saya. Dan saya berharap kalian bisa berkunjung ke rumah saya nantinya dan bertemu dengan istri saya." Mr. Tanaka tersenyum dan membuat matanya yang sipit semakin berbentuk garis saja.


Dewa dan Yudha saling berpandangan kemudian balas tersenyum.


"Kami akan datang ke negara anda Mr. Dan akan membawa istri-istri kami nantinya,. iyyakan pak Yudha?" ucap Dewa dengan pikiran melayang kepada Yundha.


"Hahaha, itu bagus sekali. Segeralah menikah dan jangan lupa mengundang saya," balas pria berkebangsaan Jepang itu.


Yudha ikut tertawa.


"Pak Dewa benar sekali. Kami akan membawa istri kami untuk berbulan madu di negara anda Mr."


Mr. Tanaka menganggukkan kepalanya setelah itu ia pun membungkukkan badannya hormat dan kemudian segera pergi dari tempat itu.


Ia harus segera pergi karena jadwal penerbangannya sekitar dua jam lagi.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya pak, urusan dengan Mr. Tanaka akhirnya selesai dan lancar," ucap Dewa dengan perasaan yang sangat lega.


"Iya Alhamdulillah. Sekarang saya sudah bisa melakukan rencana saya berikutnya di perusahaan. Dengan memperlihatkan bukti kerjasama ini pada dewan direksi, saya akan memberikan sebuah kado istimewa lain pada perusahaan." Yudha berucap seraya membayangkan hubungannya dengan Selfina akan ia umumkan dan tak akan ia sembunyikan lagi.


Sebuah aturan baru perusahaan akan launching hari ini.


Selfina sangat ia cintai, untuk itu ia harus selalu membuat perempuan itu bahagia.


"Hum, baiklah pak Yudha. Aku harus pergi karena calon istriku sedang menungguku di kampusnya," ucap Dewa seraya menjabat tangan Yudha dengan perasaan yang sangat bahagia.


Ia juga mempunyai rencana yang sama dengan Yudha. Ia akan melamar Yundha hari ini karena semua urusan pekerjaan telah selesai.


Mereka berdua pun berpisah. Yudha kembali ke Perusahaan untuk mengumpulkan semua karyawan dan mengumumkan aturan baru di Perusahaan sedangkan Dewa pergi ke kampus Yundha untuk melamar gadis itu menjadi istrinya apapun caranya.


Yudha tak berhenti mengucapkan rasa syukurnya hari ini. Ia tersenyum-senyum sendiri sembari melajukan mobilnya menuju Perusahaan. Semuanya sudah ia siapkan.


Sebuah pesta di ruangan aula telah siap. Hari ini semua karyawan bisa libur bekerja dan menikmati acara syukuran ini.


Kerjasama dengan perusahaan terbesar di Jepang yang akan memberikan omzet trilyunan rupiah sudah ada di depan mata. Dan sekarang waktunya ia juga memberikan bonus untuk para karyawan atas kebahagiaannya ini.


Pria tampan itu turun dari mobilnya dengan langkah ringan dan tegap. Ia memasuki pintu utama perusahaan yang ternyata disambut dengan Kasak-kusuk beberapa karyawan di lobi.


"Ssst!"


"Pak Presdir."


Semua karyawan yang ada di sana langsung menghentikan gosip mereka dan membuat ruangan itu sepi. Mereka membungkukkan badannya hormat.


Yudha tersenyum kemudian berucap," Kalian semua saya tunggu di aula lantai 30. Ada hal penting yang harus kalian dengarkan!"


"Baik pak."


Semua langsung bubar di belakang punggung Yudha yang sudah memasuki Lift khusus untuk presiden direktur.


"Apa mungkin sekretarisnya itu sudah melapor apa yang terjadi di perusahaan ini?" tanya beberapa karyawan dengan wajah yang tiba-tiba takut.


"Iya mungkin saja. Dan apa mungkin CCTV telah merekam apa yang kita lakukan pada sekretarisnya itu?" timpal yang lain dengan wajah yang sama-sama takut.


"Oh tidak. Apa mungkin kita semua akan dapat sanksi karena telah menyebarkan berita hot ini?"


"Sudah ayo cepat. Pak Presdir paling tidak suka kalau kita terlambat!"


Mereka semua pun segera berlari ke arah lift untuk menuju Aula. Mereka siap menerima kemarahan dari big boss di perusahaan itu.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2