Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 181 Tak Ada Kabar


__ADS_3

Yundha kok gak ngebalas pesan aku ya? Dewa membatin dengan perasaan yang sangat tak nyaman. Ia kecewa. Rencananya untuk memberikan kejutan pada perempuan itu langsung menguap ke udara.


Berkali-kali matanya menatap layar handphonenya menunggu balasan pesan dari sang istri tercinta tapi tetap saja tak ada notifikasi khusus dari perempuan cantik itu.


Yang ada hanyalah pesan beberapa rekan dan juga dari Jessica yang tak ingin ia jawab.


Ia pun memasukkan handphonenya ke dalam tas kecil yang ia bawa dan segera turun dari mobil Yudha.


Ya, ia sedang tidak membawa mobil dan ikut mobil sang kakak ipar untuk kunjungan kerja bersama dengan Mr. Tanaka.


Di depan rumah, ia tak melihat mobil istrinya. Itu berarti Yundha belum pulang ke rumah padahal waktu sudah senja. Langit sebentar lagi akan gelap dan akan berganti malam.


"Assalamualaikum ma," sapanya pada Merry sang mama mertua.


"Waalaikumussalam." Merry menjawab dengan senyum diwajahnya.


"Yundha udah pulang gak ma?" tanyanya.


"Belum nak. Gak tahu tuh anak. Gak kirim pesan sama mama juga padahal udah malam nih. Coba kamu telpon deh."


"Ah iya ma. Makasih banyak. Aku ke kamar dulu ya ma. Udah mau magrib nih," ucap Dewa kemudian segera melangkahkan kakinya ke arah kamarnya.

__ADS_1


Pria itu membuka pintu kamarnya dengan perasaan nelangsa. Biasanya saat ia pulang, ia bisa melihat Yundha sedang duduk di depan jendela kamar seraya bermain gadget.


Meskipun mereka tak pernah akur tapi ia tetap merasa senang karena istrinya itu tidak kemana-mana dan bisa ia nikmati keberadaannya.


Aaaa Yundha, kenapa aku begitu mencintaimu sayang.


Tangannya meraih handphone dari dalam tas kecilnya mencoba untuk menelpon perempuan itu tapi dijawab meskipun terhubung.


Kamu sibuk banget ya? Tanyanya membatin. Ia pun menyimpan handphonenya di atas meja kemudian segera ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu'.


Setelah sholat magrib. Pintu kamarnya di ketuk dari luar oleh seseorang.


"Wa, baru saja ada telpon dari petugas parkir kalau mobil Yundha masih ada di parkiran kampusnya."


"Iya. Handphonenya juga gak ada yang angkat. Kata petugasnya mungkin handphonenya ada di dalam mobil tapi orangnya yang tidak ada.


"Oh ya Allah. Aku akan segera kesana ma." Dewa langsung meraih handphone dan kunci mobilnya lalu keluar dari kamar itu.


"Aku nyusul kamu!" Yudha yang sudah mendengar ribut-ribut di sana langsung ikut di belakang Dewa dan mengambil mobilnya sendiri. Selfina pun ikut bersamanya.


Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke kampus sang istri. Ia benar-benar sangat khawatir saat ini.

__ADS_1


"Kok bisa seperti ini sih?! Pengamanan kampus akan aku tuntut kalo sampai terjadi apa-apa pada istriku!" teriak Dewa pada tukang parkir kampus yang masih berada di tempat itu.


Hanya satu mobil yang masih berada di sana dan itu adalah milik Yundha.


"Maafkan saya pak. Saya lalai. Saya tidak memperhatikan siapa saja yang datang dan pergi seharian ini. Saya sedang tidak sehat dan hanya duduk di pos saja." Petugas parkir itu berucap seraya membungkukkan badannya takut.


"CCTV! Mana ruangannya. Harusnya ada yang melihat dimana Yundha. Ia pasti hilang disini karena tasnya sudah ada di dalam mobil!" Yudha Ikut bicara.


"Iya kak. Ayo kita lihat di pos satpamnya." Dewa pun menyetujui dan langsung berlari ke arah pos satpam.


"Hey! lihat! Pria itu. Dia yang menyekap Yundha!" Ucap Yudha dengan tatapan tajam ke dalam layar monitor.


"Siapa dia! Apa kamu mengenalnya?"


Dewa mengepalkan tangannya marah. Pria itu adalah selingkuhan Jessica. Ia pernah melihatnya tidur dengan perempuan itu.


"Aku tahu dimana ia tinggal. Aku akan kesana sekarang kak. Kak Yudha urus mobilnya saja." Dewa pun langsung berangkat seraya menghubungi orang-orangnya agar bisa membantunya menutup pergerakan pria itu.


"Akan ku hancurkan kamu jika berani menyentuh kulit istriku brengsek!" geram Dewa dengan mencengkram kemudinya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2