Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 211 Menjemput Jodoh


__ADS_3

"Mama dimana pa?" tanya Zacky dari arah dalam rumah. Matanya tampak sembab habis menangis.


"Kok belum pulang juga?!" rengek anak itu lagi. Sepanjang waktu hanya pertanyaan itu yang ia tanyakan pada sang papa.


Dewa hanya bisa membuang nafasnya pelan. Ia sudah kehabisan kata-kata dan juga alasan pada anak semata wayangnya itu.


"Zack. Gimana kalau kita main sama dedek Fariz?" tawar Revalda membujuk agar sepupunya itu tidak lagi rewel dan mencari sang mama. Zacky menggelengkan kepalanya tak mau.


"Aku mau mama Huaaa!" Tangisnya kembali pecah.


Yudhi dan Dewa saling bertatapan. Mereka tak bisa berbuat apapun saat ini. Anak itu memang hanya butuh Yundha saja dan bukannya orang lain.


"Sayang. Kita masuk yuk, gimana kalau kamu minum susu terus bobok sama nenek?" Merry pun datang membujuk.


"Gak! Aku mau bobok sama mama saja Huaaa!" Anak itu tetap menolak dan semakin rewel saja. Dewa pun akhirnya menggendong sang putra kemudian berucap, "Maafkan aku ma. Tapi aku akan bawa Zacky mencari mamanya saja."


"Tapi mau cari dimana nak? Kamu saja tidak tahu kemana mamanya pergi." Merry berucap dengan perasaan yang sangat tak nyaman. Ia kesal pada Yundha yang jadi kekanak-kanakan seperti itu padahal ia bukan lagi anak-anak.


"Aku akan cari di tempat temannya ma. Assalamualaikum." ucap Dewa kemudian segera pergi dari rumah itu.


Merry jadi merasa sangat sedih. Ia tidak menyangka akan seperti ini keadaan keluarga sang putri padahal mereka selalu tampak baik-baik saja.


"Gimana ceritanya sih ma?" tanya Yudhi dengan wajah bingungnya.


"Mama juga gak tahu tuh. Coba kamu tanya sama Selfina. Ia sepertinya tahu apa yang sebenarnya terjadi," jawab Merry seraya memandang Selfina yang sedang bermain-main dengan Fariz.


Yudhi yang juga sedang dalam kondisi perasaan yang sedang buruk itu akhirnya mendatangi sang kakak ipar.


"Mbak," panggilnya pada Selfina.

__ADS_1


"Ada apa Di?" tanya Yudha cepat. Yudhi mendengus pelan. Kakaknya itu selalu saja tidak membiarkannya dekat dan bahkan bicara pada perempuan itu.


"Aku ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Dewa dan juga Yundha kak. Perasaan semua baik-baik saja tadi."


Selfina pun mendudukkan Fariz di hadapannya kemudian memandang Yudhi dan Yudha bergantian.


"Mas Dewa tadi dari kan dari Bandara tuh dan langsung menjemput Yundha di tempat acara," ucap Selfina memulai kisah yang ia tahu.


Yudhi menganggukkan kepalanya dan mendengarkan dengan baik.


"Sayangnya ia datang bersama dengan seorang perempuan di dalam mobilnya ke tempat acara ulang tahun yang kami datangi trus Aku lihat Yundha cemburu berat dan meminta perempuan itu untuk turun dari mobil," lanjut perempuan itu dengan ekspresi wajah yang mulai berubah.


"Terus? Dewa gimana? Apakah ia mengaku kalau mempunyai hubungan khusus dengan perempuan itu mbak?" Yudhi semakin penasaran saja.


"Ya enggaklah. Mana ada laki yang mau percaya kalau ada hubungan dengan perempuan lain di depan istrinya sendiri," timpal Yudha dengan wajah kesal.


"Mas?!" tegur Selfina pada sang suami. Yudha langsung mendengus pelan dan lebih memilih bermain dengan Fariz. Ia sudah memberikan ultimatum pada Dewa tadi. Kalau pria itu berani melakukan perselingkuhan dan menyakiti Yundha maka ia yang akan turun tangan.


"Emangnya perempuan itu sedang dalam masalah apa sih sampai malah bikin masalah pada keluarga orang lain?" tanya Yudhi dengan perasaan yang mulai kesal juga.


"Katanya dompetnya hilang. Semua kartu identitas dan juga uangnya ada di dalam sana."


Yudhi langsung menegakkan punggungnya dengan telinga terpasang dengan sangat baik.


"Trus?" tanyanya penasaran.


"Ya, dia ingin minta bantuan mas Dewa supaya mencari mobil yang ia tumpangi yang kebetulan dari tempat yang sama yang kami datangi."


"Gimana ciri-cirinya mbak?" tanya Yudhi dengan wajah antusias. Yudha dan Selfina sampai kaget dibuatnya. Saudara laki-laki mereka tiba-tiba berubah sangat bersemangat.

__ADS_1


"Aku gak tahu pasti gimana wajahnya karena ia pakai masker dan juga jaket hoodie berwarna gelap."


"Apa dia mengatakan namanya Tiara?"


Selfina dan Yudha kembali bertatapan.


"Iya!" jawab mereka kompak.


"Dimana perempuan itu sekarang?"


"Ada di Cafe kamu! Mas Dewa membawanya kesana untuk bekerja."


Yudhi langsung berdiri dari duduknya kemudian langsung berlari keluar dari ruangan itu.


"Hey! Mau kemana kamu!?" teriak Yudha penasaran.


"Aku akan temui perempuan itu! Ia punya banyak utang padaku!" teriak Yudhi kemudian menghilang.


Merry, Yudha, dan Selfina saling bertatapan kemudian tersenyum.


"Om Yudhi kenapa tuh ma?" tanya Revalda bingung.


"Mau menjemput jodoh kayaknya, hihihi," jawab Selfina tertawa cekikikan. Revalda semakin bingung saja.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2