
David menarik nafasnya kemudian menghembuskannya pelan. Pria itu tersenyum samar kemudian menghampiri Revalda yang masih duduk di bibir ranjang di dalam kamar itu.
"Ada yang ingin kamu katakan istriku?" ucap pria itu dengan tatapan lurus ke dalam wajah cantik sang istri.
Revalda mengangkat wajahnya kemudian menatap pria tampan itu dengan dada berdebar.
"Kenapa bapak melakukan ini padaku hah?" tanya Revalda dengan suara bergetar antara perasaan emosi karena merasa dibohongi dan perasaan lain yang tidak tahu apa.
"Asal tahu saja ya, bapak sama semua orang termasuk mama, papa sengaja mengerjai aku. Kalian semua jahat!" lanjut perempuan muda itu dengan dada naik turun menahan emosi di dalam dadanya. Suaranya kini sudah bercampur dengan tangis.
"Aku tampak jadi seperti orang bodoh tahu gak!" Mata Revalda tampak berkaca-kaca dan tak lama kemudian cairan bening pun keluar dari bola mata indahnya. David jadi merasa tak nyaman dibuatnya. Ia tak menyangka kalau niatnya untuk bercanda akan sangat melukai perasaan sang istri.
"Aku tidak bermaksud seperti itu Val. Aku hanya bercanda sayang. Mama dan papa kamu juga setuju kok," ucapnya membela diri.
"Nah itu dia. Kalian semua bekerjasama membuatku tampak bodoh! Semua orang pasti menertawai kebodohanku. Andai aku tahu seperti ini aku pasti akan pergi jauh dari kalian!" balas Revalda masih dengan tangisnya.
"Val, plis. Aku minta maaf sayang. Aku hanya ingin kita saling mengenal lebih dalam sebelum kita menikah," ucap pria itu seraya menghampiri Revalda.
"Saling mengenal apaan. Yang ada aku ini dikerjain namanya!" teriak Revalda semakin marah.
"Tidak sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap David lagi dan langsung meraih kemudian memeluk perempuan cantik itu.
"Jangan sentuh aku. Baru seperti ini saja bapak udah berani membohongi aku!" tolak Revalda sengit.
"Huaaa!" Perempuan itu semakin menangis histeris.
David menghela nafasnya. Ia sungguh tidak mengerti kalau akan begini kejadiannya.
"Maafkan aku Val. Itu karena aku terlalu mencintaimu sayang," ucap David lagi memohon.
"Bodo!" teriak Revalda tak perduli. Ia langsung mendorong tubuh David dengan emosi tertahan.
"Jangan sentuh aku dan jangan katakan apapun. Aku tidak suka!"
David pun mundur. Ia akan mengalah untuk sementara. Ia tak ingin merusak hari indah ini dengan tangis dan kesedihan sang istri. Lagipula ia pun mempunyai urusan yang harus ia kerjakan malam ini sebelum ia berangkat ke luar negeri besok siang. Mungkin saat mereka ada di tempat baru dan suasana baru mereka akan lebih nyaman dan saling memahami.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan bicara," ucap pria itu dengan tatapan tak berpindah pada wajah sang istri.
David pun membuka pakaian adat yang sedang dipakainya dan menyisakan singlet dan celana kolor saja. Setelah itu ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sholat isya ia lakukan kemudian segera membuka layar handphonenya. Baru saja ia mendapatkan tugas dari universitas tentang hal-hal yang harus ia kerjakan dan kirim saat ini juga. Persiapan-persiapan itu harus ia lakukan sebelum ia mengikuti acara seminar di universitas of Tokyo.
Revalda melirik pria itu dari ekor matanya. Sejak selesai sholat isya, David tidak lagi menegurnya. Pria itu sibuk dengan handphone yang ada ditangannya dan samasekali mengabaikannya.
Ia berpikir untuk tidur saja tapi sayangnya ia tidak bisa memejamkan matanya. Ia gelisah, marah, dan juga kesal.
David yang selama ini sering mengganggunya kini malah sangat cuek dan tidak peduli padanya. Perasaannya sangat kacau dan juga sedih. Sekali lagi ia merasa sedang dipermainkan oleh pria itu.
Handphonenya ia ambil dan segera mengetik satu pesan kepada Zizi yang ada di kamar sebelah kamarnya. Gadis itu lagi bersama dengan para sepupu perempuan lainnya.
[Kalian lagi ngapain?]
Tring
Zizi dengan cepat membalas.
Revalda kembali mengetik pesan balasan.
[Aku boleh gabung gak?]
Tring
[Boleh dong. Asalkan kak David gak marah aja, wkwkwkwk]
Ia pun membalas lagi.
[Gak. Dia lagi sibuk]
[Kalau begitu ayo gabung bersama kita dan kita akan berpesta bantal malam ini wkwkwkwk]
Revalda pun turun dari ranjangnya dengan satu lirikan lagi ke arah David yang sepertinya masih sangat sibuk. Setelah itu ia keluar dari kamar itu menuju kamar para sepupunya.
__ADS_1
Sungguh, Ia merasa sangat sedih dan kesal karena diabaikan justru di malam pertama pernikahannya oleh pria yang justru mengaku cinta padanya.
Pintu kamar gadis-gadis itu ia ketuk dan kemudian masuk saat Zizi membukakannya pintu.
"Horee...ayo masuk mbak Val," ucap para gadis yang ada di dalam kamar itu dengan suara heboh.
Untuk sejenak, Revalda melupakan rasa sedihnya. Ia langsung bergabung dengan para sepupunya itu dan mulai ikut dengan tema pembicaraan mereka-mereka.
"Eh, gak apa-apa nih kalau kita ngomongin cowok?" tanya Dena dengan wajah khawatir.
"Ya gak apa-apa lah. Kita 'kan ingin mensyukuri nikmat Tuhan yang sangat enak dipandang mata, wkwkwkwk," jawab Zizi dengan tawanya yang cekikikan.
"Tapi itu sama dengan berzina hati lho," balas Dena yang terkenal alim dan selalu menjaga pandangannya dari para cowok tampan.
"Ih kamu gak asyik deh Mbak Den. Sekali-kali 'kan boleh. Lagipula kita 'kan cuman membicarakan saudara-saudara kita dan juga teman-temannya yang tampan wkwkwkwk." Zizi tertawa lagi.
"Iya nih, kita 'kan sangat mensyukuri nikmat Tuhan yang sudah menciptakan cowok tampan dan enak dipandang mata. Apa salahnya sih?" ucap Zizi dengan bibir cemberut.
"Gimana nih mbak Valda yang udah mendapatkan suami yang sangat tampan seperti kak David," tanya Yuri meminta pendapat Revalda.
"Gimana ya? Kayaknya sih boleh aja yang penting gak nyerempet-nyerempet wkwkwkwk." Revalda menjawab dengan khayalan mulai terbang ke tempat yang tak wajar.
"Nah lho, nyerempet apa nih mbak. Tiang listrik? Wkwkwkwk!" Semua gadis itu pun tertawa lagi.
Mereka benar-benar sangat bahagia dan melupakan masalah mereka. Berbeda dengan David yang justru sangat pusing karena tak menemukan istrinya di dalam kamarnya.
Ia baru sadar kalau Revalda tidak ada di atas ranjang pengantin mereka.
"Val, kamu kemana sih?"
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😊.