Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 279 Lapang Dada


__ADS_3

Malam itu semua anggota keluarga hadir pada acara pengajian yang dilaksanakan keluarga Yudha. Banyak yang bertanya-tanya tentang keputusan Yudha memajukan jadwal pernikahan sampai sangat maju seperti ini.


Mereka sangat kaget tapi tetap datang dengan senang hati karena ini adalah acara pernikahan cucu pertama Maher Abdullah dengan seseorang yang pernah berseteru dengannya puluhan tahun silam.


Pengajian, yang dirangkaikan dengan acara Doa dan zikir serta nasehat pernikahan malam itu benar-benar berjalan dengan penuh hikmat. Revalda sendiri tak menyangka dirinya akan segera menikah secepat ini. Gadis cantik itu tak sadar menitikkan air matanya dan memeluk kedua orangtuanya.


Perkataan seorang penasihat spiritual yang hadir malam itu benar-benar sangat mengenai hatinya. Bahwa pernikahan bukanlah sekadar tentang merencanakan pesta pernikahan dan hidup bersama orang yang dicintai. Lebih dari itu, pernikahan adalah tentang membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan pasangan.


Ya, ia sadar kalau pernikahan yang akan dijalaninya itu didasari bukan karena cinta tapi semata-mata karena ia taat akan keinginan orangtuanya.


Demi kebahagiaan mereka, ia rela mengorbankan perasaannya yang sedang mulai merasakan yang namanya jatuh cinta pada seorang pria.


Revalda merasakan hatinya berdesir tatkala pria yang sedang berdiri di depan semua anggota keluarga yang hadir mengatakan bahwa penting untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia, dengan komunikasi yang terbuka dan jujur. Selalu bicaralah dengan pasangan kita, baik tentang perasaan kita, masalah dalam hubungan, atau bahkan hal-hal yang tidak terkait dengan hubungan.


Dengan begitu, setiap pasangan dapat membangun kepercayaan satu sama lain, saling memahami, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Ingatlah bahwa ketika salah satu dari pasangan berbicara, penting untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan tidak mengambil kesimpulan terlalu cepat.


Jangan pernah berhenti saling mendukung.


Pernikahan adalah perjalanan hidup yang panjang, dan kamu bersama pasangan kamu akan menghadapi banyak rintangan dan tantangan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu saling mendukung dan memperkuat hubungan.


Nasehat terakhir yang membuat dada Revalda semakin berdebar adalah, ketika penasehat spiritual itu menutup dengan mengatakan kalimat, jaga romansa dan keintiman dalam hubungan. Meskipun keintiman bukanlah segalanya dalam hubungan, tetaplah menjaga romansa dan keintiman dalam pernikahan.


Hal ini akan membantu kedua pasangan untuk tetap terhubung satu sama lain dan membuat hubungan yang kalian jalin lebih bermakna. Carilah cara untuk memperkuat hubungan dan menjaga api cinta tetap menyala, seperti melakukan aktivitas romantis bersama.


Bagaimana aku nantinya bisa menjalin hubungan yang romantis dengan suami aku sedangkan hati dan pikiranku sampai saat ini masih saja memikirkan David si dosen mesum itu? tanyanya dalam hati.


Hatinya berdesir tak nyaman. Dalam hati ia berharap Tuhan akan memberinya perasaan setia pada suaminya kelak. Dan tentang David, ia berharap pria itu juga melupakan dirinya.


"Val, ada apa sayang?" tanya Yudha saat sang putri tidak melepaskan pelukannya pada dirinya.

__ADS_1


Revalda pun melepaskan pelukannya dan menatap pria tampan yang merupakan cinta pertamanya itu.


"Aku tidak tahu pa. Tapi perasaan aku gundah. Aku jadi sangat takut menikah," ucap gadis itu dengan wajah ditekuk tapi tak mengurangi kecantikannya.


"Kenapa?" tanya Yudha tersenyum.


"Aku takut tak bisa seperti mama yang selalu taat dan hormat padamu pa. Aku takut tak bisa menjadi seorang istri yang baik."


Yudha tersenyum kemudian meraih kembali putrinya ke dalam pelukannya. Ia adalah sosok yang jarang sekali berbicara, tetapi isi hatinya sangatlah lemah lembut terhadap putra-putrinya.


Seorang papa menyimpan rahasia yaitu berupa harapan agar anaknya kelak dapat menjadi orang yang berbakti kepada orang tua dan juga suaminya kelak.


"Apakah kamu tahu Val, aku juga sangat tak rela melepas mu dengan seorang pria lain. Karena aku takut aku akan cemburu sayang. Aku takut kamu akan melupakan papa dan mamamu ini nantinya." Yudha tak sadar menitikkan airmatanya.


Suka tidak suka, seorang ayah adalah orang yang paling merasa kehilangan, karena ia harus merelakan putri kecilnya untuk hidup bersama lelaki baik yang menjadi pilihan putrinya.


Revalda kini tak lagi merupakan seorang gadis kecil yang dulu ia gendong kemana-mana.


"Aku akan selalu mencintaimu tanpa menguranginya hanya karena sudah mempunyai suami. Kamu adalah cinta pertama aku pa. Kasih sayangmu tak pernah bisa aku lupakan hiks."


Gadis itu semakin menangis saja dan membuat seisi ruangan ikut terharu. Dewa dan Yudhi sama-sama memeluk istri-istri mereka ikut terhanyut dengan adegan melankolis calon pengantin dan kedua orangtuanya itu.


"Val, kami akan segera melepaskan kamu laksana penjaga pantai melepas sebuah pelayaran ke lautan lepas. Bahtera yang telah kalian persiapkan akan segera berlayar dalam aneka gelombang persoalan."


"Pasanganmu nanti seperti lembar demi lembar buku yang tak akan habis dibaca. Untuk itu, tetaplah belajar dan mempelajari satu sama lain hingga selama-lamanya," lanjut Yudha dengan perasaan yang sangat sesak.


Sungguh, ia tak pernah membayangkan akan begini rasanya saat Revalda benar-benar akan menikah dengan pria lain.


"Papa, aku tidak akan pergi jauh. Aku akan tinggal bersama dengan kalian di rumah ini," balas Revalda seraya mencium punggung tangan sang papa.

__ADS_1


"Val, saat anak perempuan keluar dari rumah kedua orangtuanya bersama dengan suaminya maka tanggungjawab sudah kami serahkan pada suamimu sayang.


"Papa..."


Revalda semakin trenyuh. Hatinya terlalu melankolis.


"Val, kalian berhak memilih siapapun yang menurut kalian terbaik sebelum kalian menikah dengan tetap membuka mata lebar-lebar, namun, tutuplah rapat-rapat mata kalian setelah menikah dengan hanya melihat satu sama lain."


Deg


Revalda tersenyum kemudian menyusut air matanya. Ia berjanji untuk menutup mata dan hatinya mulai saat ini dari godaan pria lain seperti David.


Pria itu akan ia anggap sebagai bintang iklan saja yang pernah lewat dalam hidupnya.


"Dimulai berdua, kalian nantinya akan membangun keluarga kecil seperti papa dan mamamu dulu. Untuk itu, tetaplah saling menjaga dan bertanggung jawab satu sama lainnya. Kalian adalah harta tak ternilai untuk masing-masing."


"Terimakasih banyak atas nasehatnya pa. Doakan kami bahagia seperti kalian."


"Iya sayang, aamiin," ucap Selfina dan juga Yudha bersamaan. Keluarga yang lain pun ikut mendoakan kebahagiaan calon pengantin itu. Dan berharap acara akad besok bisa berjalan dengan lancar.


Acara malam itu pun selesai. Semua tamu dan keluarga kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat karena besok pagi sekitar pukul 9 acara pernikahan itu akan dilaksanakan.


Revalda memasuki kamarnya yang telah dihias dengan sangat cantik itu dengan perasaan yang sangat tenang. Berkat doa semua orang, ia merasakan dadanya lapang.


Cinta pasti akan hadir diantara kami. Dan aku pasti akan mencintai suamiku yang telah dipilihkan Tuhan untukku, ucapnya dalam hati.


Malam itu ia tidur dengan sangat nyenyak. Ia berharap esok hari yang akan segera datang memberinya lagi perasaan yang sangat baik seperti harapannya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2