
Yudha segera menghampiri Selfina yang sedang berdiri di depan kaca memperbaiki letak hijabnya setelah dari toilet. Rasa mual yang ia rasakan pagi ini benar-benar mengganggu penampilan dan juga perasaannya.
Keluar masuk toilet membuatnya membuka hijabnya untuk sementara waktu.
"Kamu bukannya sarapan ya sebelum ke sini? Kok bisa jadi mual-mual seperti ini?" tanya pria itu khawatir.
"Iya mas. Aku sarapan kok. Ini lagi gak enak aja nih perut serasa diaduk-aduk gitu. Apa mungkin karena semalam makan cabe banyak ya mas," jawab Selfina seraya menepuk-nepuk pipinya agar tidak nampak pucat.
"Mungkin juga sih, tapi apa iyya hanya dengan makan cabe kamu jadi mual seperti itu?"
"Entahlah." Selfina berbalik kemudian menatap suaminya yang semakin ia cintai itu. Tiba-tiba saja ia ingin mengatakan kalau ia curiga pada siklus menstruasinya yang sudah telat beberapa minggu ini.
Apa mungkin aku hamil?
"Kenapa? Apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Yudha pada sang istri tercinta. Tangannya segera meraih pinggang ramping perempuan itu dengan senyum diwajahnya.
"Ah tidak mas. Aku cuma merasa kalau kamu semakin tampan."
"Dan kamu ingin merayuku?"
Selfina menggelengkan kepalanya dramatis. Ingin rasanya ia mengatakan kalau ia bisa saja sedang positif atau sedang hamil. Tapi ia mengurungkan niatnya itu. Ia memilih untuk memberikan kejutan pada pria itu di waktu yang tepat jika ia juga sudah yakin akan hal ini.
"Aku akan ikut meeting dengan Mr. Tanaka ya sayang. Jadi kamu istirahat saja atau balik ke apartemen," ucap Yudha seraya mengulum bibir sekretaris pribadinya itu dengan sangat lembut. Selfina membalas perlakuan suaminya itu dengan tak kalah lembutnya.
Mereka berdua akhirnya saling memagut cukup lama sampai mereka puas.
"Aku gak ngajak kamu karena kamu kayaknya kurang sehat sayang," ucap Yudha sesaat setelah melepaskan tautan bibirnya pada bibir istrinya yang semakin cantik dimatanya itu.
"Gak apa-apa mas. Aku memang lagi gak fit. Kamu sih suka ngajak begadang," cemberut Selfina.
"Habisnya kamu tambah lezat sayang," ucap Yudha tersenyum kemudian mengecup ujung hidung perempuan cantik itu.
__ADS_1
"Iya mas, aku percaya. Kamu 'kan emang selalu bilang begitu," balas Selfina dengan senyum diwajahnya.
"Baiklah, aku berangkat ya. Doakan semoga urusan kerjasama dengan Dewa Corporation lancar dan segera goal. Mr. Tanaka juga akan ada bonus untuk kamu. Setelah itu kita akan umumkan pernikahan kita, okey?"
"Iya mas." Selfina setuju.
Yudha kembali menyentuhkan bibirnya disela-sela bibir sang istri tercinta dengan penuh perasaan. Setelah itu ia pun melepaskan rengkuhannya pada pinggang perempuan itu kemudian segera keluar dari ruangan kerjanya.
Ia harus segera berangkat atau ia akan terlambat menghadiri pertemuan kedua dengan investor dari Jepang itu. Ia meninggalkan Selfina yang menatap kepergiannya dengan tatapan tak terbaca.
Perempuan itu kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat terjeda beberapa saat yang lalu. Akan tetapi ia merasa perutnya kembali menjadi sangat tak nyaman.
Ia pun berdiri dari duduknya dan segera mencari minuman atau buah dari dalam lemari pendingin di dalam ruangan kerjanya itu.
Sebuah jeruk ia ambil dari dalam kotak dingin itu agar keinginan mualnya segera teralihkan. Ia pun duduk dan membuka buah berwarna oranye itu dengan menahan air liurnya yang sejak tadi sudah ingin keluar.
"Mbak Sel, maaf mengganggu," ucap Maya dari balik pintu. Wajahnya nampak sangat tegang. Gadis itu masuk dan langsung duduk di samping Selfina. Ia menatap wajah sang sekretaris dengan tatapan serius.
"Ada apa sih?!" tanya Selfina seraya memasukkan irisan buah yang sangat lezat itu ke dalam mulutnya.
"Ngomong apa? Aku belum sempat lihat handphone." Perempuan itu mengunyah dengan sangat nikmat jeruk Mandarinnya.
"Mbak katanya adalah simpanan dari presdir!"
"Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk!" Selfina langsung tersedak.
"Maksudnya apa ya mbak. Lihat nih, gambar mbak bersama dengan Pak Yudha. Ternyata kalian berdua tinggal bersama di sebuah apartemen." Maya membuka handphonenya dan memperlihatkan gambar-gambar itu pada Selfina.
"Aku gak nyangka lho mbak. Ternyata kecurigaan aku dan karyawan yang lain benar adanya!" Maya menatap Selfina yang tiba-tiba berwajah pucat.
Selfina tidak tahu harus menjawab apa. Ia bingung apakah harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak karena suaminya belum mengizinkannya.
__ADS_1
"Ayo jawab aku mbak! Kamu berhijab untuk apa hah? Apakah ini karena kamu ingin tampak alim di depan semua orang hah? Padahal yang sebenarnya kamu itu perempuan tidak baik-baik!"
Selfina tidak menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam sembari meremas jari-jarinya sendiri. Ia tak menyangka kalau ada orang yang tahu tentang hubungannya dengan sang presiden direktur.
"Hey! Jawab aku! Aku sungguh tak percaya kamu melakukan semua ini!" Maya semakin meradang. Ia sangat marah dan juga cemburu. Rasanya sia-sia saja ia magang di tempat itu. Ia seperti sedang ditertawakan.
"Sekarang kamu baca apa kata mereka tentang dirimu mbak Selfina!" Maya menyodorkan kembali handphonenya pada perempuan cantik itu.
"Aku tidak mau membaca maupun mendengar apa yang mereka katakan. Karena kami berdua punya alasan untuk itu." Selfina akhirnya membuka mulutnya dan membela dirinya.
"Apa? Jadi beneran apa yang semua orang curigai? Oh ya Allah mbak. Sadar! Kamu perempuan baik-baik lalu kenapa kamu mau dengan pak Yudha?!"
"Kami berdua mempunyai alasan untuk itu semua."
"Cih! Alasan apa hah? Alasan untuk berzina?!"
"Cukup!" Selfina berteriak. Ia tak ingin lagi mendengar mulut Maya menghakiminya.
"Gak nyangka aku mbak. Kalian berdua menyakiti aku dan juga mas Yudhi!" Maya juga balas berteriak. Selfina merasakan tubuhnya jadi gemetar.
"Kalian berdua tega! Pengkhianat! Pezina yang sok alim!"
Selfina merasakan bumi berputar. Kondisinya yang memang sangat lemas karena berkali-kali muntah sepanjang pagi ini membuatnya langsung jatuh tak sadarkan diri.
Maya langsung berubah pucat. Ia ketakutan dan langsung meraih tubuh perempuan itu kedalam rengkuhannya.
"Mbak! Bangun!"
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊