Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 281 Pengantin Baru


__ADS_3

Acara pesta pernikahan itu sudah selesai dengan lancar dan sukses. Semua tamu sudah pulang ke rumah masing-masing tapi tidak bagi anggota keluarga inti.


Mereka masih tinggal di hotel itu untuk beristirahat sekaligus menikmati voucher menginap di tempat itu.


Dewa yang sejak tadi mengobrol dengan para pria di loby kini kembali ke kamarnya. Ia juga ingin berbaring untuk meluruskan punggung setelah menjadi tuan rumah pernikahan dadakan sang ponakan.


Pria itu memasuki kamarnya dan mendapati istrinya sedang menatap layar handphonenya dengan senyum diwajahnya yang cantik. Perempuan itu ternyata sudah sangat segar karena sudah mandi dan hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan pada tubuhnya.


Ia pun membuka setelan jasnya dan menghampiri sang istri kemudian duduk disampingnya. Yundha tak bereaksi. Ia masih saja berada pada ekspresi yang sama yaitu sibuk menatap rekaman videonya sendiri pada pesta yang baru saja berlangsung.


"Kamu kenapa? Bahagia banget kayaknya," ucap pria itu seraya mengelus tangan sang istri agar keluar dari zona khayalnya.


Yundha tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya kemudian menatap sang suami tercinta.


"Iya mas. Aku tuh gemas banget lihat pasangan pengantin itu. Kok bisa ya, mereka tidak saling kenal sampai hari H pernikahan mereka?" jawab Yundha tatapan kembali berada pada layar handphonenya yang sedang memutar video acara pernikahan Revalda dan David.


"Kak Yudha dan mbak Sel juga bisa kuat jaga rahasia itu padahal mereka sudah tahu dari awal. Dan David mas, lebih jago lagi nyimpan rahasia sampai Valda gak tahu, hahahaha," lanjutnya seraya tertawa lucu.


"Ya ampun kok aku ingat kak Yudhis ya, kayaknya Tiara juga kayak gitu deh dulu. Ia pikir yang nikahin dia tuh si Bandot tua ternyata kak Yudhis hahahaha." Yundha kembali tertawa sampai memegang perutnya karena merasa sangat lucu. Ujung matanya sampai mengeluarkan airmata.


Dewa tersenyum tipis kemudian berucap, "Yah, laki-laki memang harus pintar jaga rahasia sayang atau rencananya tidak akan berhasil."


Yundha langsung mengerem tawanya mendadak kemudian memandang wajah sang suami dengan tatapan tajam.


"Dan kamu mas, apakah kamu sedang menyimpan rahasia dari aku?"


"Gak lah sayang. Semua yang ada padaku dari isi dompet sampai jantungku sudah aku berikan padamu. Mana ada lagi rahasia-rahasiaan." Dewa menjawab dengan cepat karena melihat ada aura berbahaya pada wajah istrinya itu.


"Lah trus tadi ngomongnya kayak gitu apa maksudnya mas?" Yundha masih memburu. Dari dulu perempuan itu memang punya sifat curiga yang sangat tinggi pada suaminya.


Dewa jadi tak bisa berkutik. Ia harus mencari jawaban yang tepat agar sang istri yang sangat dicintainya itu tak salah paham apalagi marah.

__ADS_1


"Ya, maksud aku begini deh sayang," jawab pria itu seraya meraih tubuh sang istri ke dalam rengkuhannya. Akan tetapi Yundha menolak.


"Maksud aku gini deh. Yah, begitulah para pria kalau lagi menginginkan sesuatu dari seorang perempuan. Seperti aku saat ini sayang. Aku lagi ingin mandiin si Joni nih ceritanya jadi aku harus punya cara rahasia untuk merayu kamu dulu," lanjut Dewa membujuk seraya membuka ikat pinggangnya.


"Ish, jawaban kamu gak nyambung mas. kamu pasti asal aja 'kan?"


"Gak kok sayang. Kamu bisa lihat sendiri deh. Joni lagi pengen mandi di dalam gua kamu, boleh gak?" jawab Dewa seraya membuka celana yang sedang dipakainya dan memperlihatkan Joni yang sedang mengamuk di dalam bokser nya hanya karena menyentuh kulit lembut sang istri.


"Ish mau modus lagi ya?" ucap sang istri dengan nada suara yang mulai melembut. Tatapannya kini mulai terfokus pada Joni yang masih terlindung bokser.


"Iya nih modus banget si Joni. Cuma lihat kamu dengan tampilan seperti ini. Aku jadi ingin merayakan pernikahan Valda dan David disini. Mereka pasti belom sempat sayang."


Yundha langsung tersenyum kemudian membantu sang suami membuka penghalang yang sedang menutupi Joni. Ia juga sudah tak sabar melihat dan merasakan cara Joni mandi di dalam gua sempitnya.


Dewa balas tersenyum. Ia sangat senang karena istrinya tidak lagi marah dan bahkan melakukan sesuatu yang sangat ia suka. Tangan istrinya itu mulai melakukan perawatan pada Joninya sebelum memasuki gua yang sangat disukainya.


"Yundha sayang, uggh..." Pria itu melenguh pelan menikmati semua yang dilakukan oleh istrinya. Dengan tak sabar ia pun meminta istrinya membuka dirinya dipinggir ranjang untuk menerima Joni untuk datang berkunjung.


"Sakit gak?" tanya David khawatir. Ia terlalu bersemangat sampai lupa memberikan hidangan pembuka pada sang istri.


Yundha tersenyum meringis. Ia mas, aku belum siap. Dewa pun menarik Joni kembali. Dan mulai melakukan foreplay pada istrinya untuk menyiapkan landasan.


Dan...


Dua orang dewasa itu saling memanggil nama mereka masing-masing. Mereka menikmati waktu yang sangat berkualitas itu dengan sangat bahagia.


Berbeda dengan keadaan kamar pengantin baru yang tak jauh dari kamar mereka. Kamar itu masih dipenuhi oleh para sepupu perempuan yang masih tak percaya kalau Revalda sudah menikah.


Zizi, Dena, dan beberapa lagi anak gadis yang lainnya sedang sibuk mengambil gambar dengan pengantin perempuan di dalam kamar yang sudah dihias dengan sangat indah itu.


Revalda melayani mereka dengan senang hati dan juga sangat sabar. Ia tak mengeluh capek padahal mereka sudah mendapatkan fotonya dengan berbagai gaya.

__ADS_1


"Kak Val, aku masih belum percaya lho, kok bisa nikah tiba-tiba begini sih?" tanya Zizi yang berbeda usia tiga tahun dari dirinya itu. Ia adalah putri Dewa dan Yundha yang masih berusia 15 tahun.


"Gak usah percaya. Anak kecil lihat saja hahaha," jawab Dena, adik David yang usianya hampir sama dengan Revalda.


Revalda sendiri tak ingin menjawab. Mereka pasti akan tahu sendiri jawabannya.


"Ish, aku kan gak pernah lihat kak Valda pacaran sama kak David kok bisa langsung nikah sih?" jawab Zizi lagi seraya mengarahkan layar kameranya pada wajahnya dan wajah Revalda.


"Sebaiknya memang gak usah pacaran Zi. Menikahnya lewat ta'aruf saja. Berkenalan singkat trus nikah deh. Aku juga mau kayak gitu," ucap Dena tersenyum. Gadis itu memakai hijab yang lumayan panjang menutupi dadanya dan tak menganut istilah pacaran.


Sejak tahu kakaknya menikah tanpa pacaran ia pun berpikir melakukan hal yang sama dan berharap jodohnya adalah orang yang baik juga.


"Setuju banget tuh, tapi kalau kata mama sih, aku disuruh sekolah dulu, gak boleh nikah cepat," timpal Yuri, putri Tiara dan Yudhis. Tiga gadis itu saling bersahut-sahutan bicara tentang pernikahan dan calon suami idola mereka.


Sedangkan Revalda hanya diam saja menyimak pembicaraan gadis-gadis itu seraya membuka pakaian pengantinnya yang dibantu oleh tim MUA.


Tak lama kemudian suasana langsung berubah sepi, karena David tiba-tiba memasuki kamar itu. Para gadis langsung berpamitan keluar begitupun yang lainnya.


Tinggallah Revalda dan David berdua dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Revalda gugup sedangkan David berusaha untuk menenangkan debaran di dadanya yang terasa sangat menyiksa.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Ada hadiah gak untuk mereka berdua?


Nikmati alurnya dan happy reading ya gaess 😍.

__ADS_1


__ADS_2