
"Astaghfirullah, kamu lagi ngerampok sampai digebukin kayak gini?" tanya Rania saat melihat wajah Dewa tampak babak belur seperti itu.
"Iya ma. Ngerampok perawan." Dewa menjawab seraya melemparkan tubuhnya ke atas sofa. Seorang asistennya yang bernama Boy pun datang membawakan salep untuk luka-luka pria itu.
Rania ikut duduk kemudian memukul bahu sang putra dengan cukup keras.
"Awwww Mama. Sakit. Mama mau bikin aku tambah parah?" ucap Dewa berpura-pura semakin menderita.
"Kamu memperkosa anak orang Wa'? Pantas saja! Ya Allah. Kenapa bisa begini sih?"
Dewa tidak menjawab karena pipi dan bibirnya sedang dioles salep oleh Boy.
"Kalau kamu sudah tidak tahan kenapa kamu gak nikahin Jessica yang belum juga mau keluar dari apartemen mu itu? Atau kamu coba berpuasa sampai kamu mampu!" Rania menatap tajam sang putra tengil itu dengan kesal.
"Aku mampu ma. Mampu sekali malah, tapi karena dia yang bilang aku gak mampu ya aku test Drive aja langsung daripada dikiranya aku letoi," jawab pria itu kemudian meringis kembali saat jari Boy mengoles lukanya pakai urat eh pake tenaga.
"Aaaaw!" Ia berteriak lagi karena Rania kembali memukulnya dengan keras.
"Tes Drive emangnya anak gadis orang itu kendaraan? Suka asal ngomong kamu ya? Gak baik lho."
"Iya ma. Maaf."
"Jadi yang bikin kamu hancur kayak gini siapa heh? Mama kok mau berterima kasih padanya ya."
Dewa mendengus dan langsung menjawab, "Gak usah terimakasih. Minta maaf aja trus ngelamar. Udah itu beres."
__ADS_1
Rania menelan salivanya kasar. Tangannya siap melayang lagi tapi Dewa langsung berpura-pura kejang-kejang.
"Hey! Jangan bercanda anak nakal!"
Dewa langsung kembali normal.
"Maksudnya? Kamu ingin bertanggung jawab pada gadis korbanmu itu?" Mata perempuan paruh baya itu melotot.
"Iya ma. Aku sudah lama ingin bertanggung jawab tapi dia yang tak mau. Heran deh, gadis lain pengen banget jadi istri atau sugar baby tapi yang ini asli keras kepala. Apa aku ini emang gak oke ya ma jadi suaminya?"
Rania tampak berpikir kemudian menjawab, "Siapa dia yang berani menolak putra mama yang super ganteng dan tajir tapi agak resek ini?"
"Ya calon mantu mama lah."
"Yundha Abdullah binti Maher Abdullah. Anak ketiga dari 3 bersaudara dengan nama ibu kandung Merry Goeslaw."
"Apa?!" Mata Rania membulat tak percaya.
"Yundha, gadis cantik dan baik hati itu?"
"Iya ma. Jangan kaget."
"Pantas saja. Ia terlalu istimewa untuk kamu."
"Makanya itu aku berusaha membuatnya mengandung anak aku supaya ia bisa aku miliki. Dia calon menantu mama yang akan segera memberikan mama cucu!." Dewa berucap dengan senyum kemenangan diwajahnya.
__ADS_1
"Aaaaw!' Pria itu langsung berteriak keras karena Rania langsung menarik kupingnya.
"Dasar anak nakal! Kamu berani merusak anak sahabat mama?! Kurang makan apa kamu hah?!"
"Mama! Sakit ma. Ini KDRT lho."
"Apa yang akan mama katakan pada Merry. Astaghfirullah ya ampun. Mama sangat malu Wa!" Rania menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia benar-benar tak bisa berkata-kata lagi.
"Mama, aku minta maaf karena mencoreng nama baikmu. Tapi aku berjanji akan membahagiakan Yundha ma."
"Itu janjimu dan jangan pernah kamu ingkari atau mama akan menjadikan kamu makanan ikan piranha."
"Iya ma. Tapi kalau boleh memilih aku pengen jadi santapan Yundha saja ma. Ia lebih ganas dari piranha."
"Dewa!!!"
Suara Rania menggelar bagaikan petir dimalam yang sudah larut itu. Rumah mewah itu langsung bergetar hebat dan membangunkan semua pelayan yang sudah tertidur pulas.
🌹🌹🌹
"Bersambung.
Like dan komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊
__ADS_1