Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 237 Tukang Antar


__ADS_3

Revalda sangat senang karena kali ini karena ia bisa pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Ini adalah pengalaman pertama baginya menjadi penumpang kendaraan roda dua itu.


Selama ini ia selalu diantar oleh sopir dan atau kedua orangtuanya menggunakan kendaraan roda empat atau mobil.


Anak itu melompat-lompat dengan perasaan yang sangat gembira saat melihat sebuah motor matic terparkir cantik di depan rumahnya.


"Ayo Tante, udah gak sabar nih," ucap Revalda seraya melompat kegirangan. Ia menarik tangan perempuan cantik itu agar bisa melangkah lebih cepat.


"Sabar dong sayang," ucap Tiara dengan senyum diwajahnya.


"Udah gak sabar Tante. Ayo cepetan." Revalda semakin tampak bernafsu. Seolah-olah kendaraan roda dua itu adalah seekor kuda terbang yang baru turun dari kayangan.


"Pakai helm pengaman dulu sayang seperti yang tante pakai ini," ucap Tiara seraya memperlihatkan sebuah helm yang baru saja ia pasang di kepalanya.


"Untuk apa Tante?"


"Untuk keselamatan kepala sayang. Supaya kalau kena benturan, kepala gak langsung sakit atau pecah dan berdarah." Tiara pun memberikan sebuah helm lucu bergambar hello Kitty favorit anak itu.


"Oh gitu ya tante. Tapi kok tante Tiara langsung punya helm kecil sih? Cocok banget lagi sama kepalaku. Warnanya juga sangat lucu, hihihi." Revalda tertawa cekikikan saking senangnya.


"Oh yang itu. Kemarin waktu aku jalan keluar bersama mbak Art. Aku beli helm itu karena kita 'kan udah janjian mau ke sekolah sama-sama sayang." Tiara menjawab seraya memasang helm itu di kepala Revalda.


"Oh gitu ya. Tante Tiara kok pintar sekali sih, kayak mama." Revalda memuji.


"Iya dong. Aku ini sebenarnya cerdas lho Valda, tapi keburu nikah sama om Yudhis eh kecerdasan aku jadi berkurang hehehe," kekeh perempuan itu berniat bercanda. Padahal emang 🤭


"Eh udah ya. Sekarang ayo naik dan kita berangkat." Tiara pun menghidupkan mesin motor itu dengan perasaan yang penuh semangat.


Perempuan itu paling suka keluar rumah untuk melakukan hal-hal yang menarik apalagi bersama dengan anak kecil.


"Sudah siap?!" tanyanya pada Revalda yang berdiri di hadapannya.


"Siap dong tante. Bismillah. Let's go!" Revalda pun berteriak dengan wajah yang sangat ceria. Tiara tertawa. Ia semakin bersemangat untuk melalui hari ini dengan hal-hal yang positif.


Dengan wajah gembira mereka pun meninggalkan rumah itu. Revalda sendiri tak berhenti berceloteh ini dan itu sepanjang perjalanan.


"Tante, kita pergi ke sekolah setiap hari naik motor saja ya, enak!" ucap Revalda diiringi oleh angin segar di pagi hari itu.


"Kenapa?"


"Ya enak pokoknya. Bisa lihat jalanan dan orang-orang."


"Oh gitu? tapi ini bukan motor Tante lho. ini motornya kang Edi penjaga di rumahnya nenek."

__ADS_1


"Gap apa-apa Tante, kang Edi itu orangnya baik kok. Ia jarang pakai motor. Ia lebih suka jalan kaki hihihi."


"Ah bisa saja kamu."


"Eh beneran."


"Ah ya. Kalau gitu habis pulang sekolah kita jalan-jalan ke Mall yuk. Pengen makan es krim dan main game di tempat itu."


"Wahhh asik tuh Tante. Nanti aku ajak Zacky juga ya."


"Boleh. Tapi kamu harus izin dulu sama papa dan mama. Kalo mereka kasih izin ya kita lanjut saja, okey?"


"Okey deh Tante." Revalda pun setuju. Ia semakin senang karena mempunyai teman baru. Ia sudah membayangkan akan bermain game apa nantinya saat ia sampai di mall bersama dengan Zacky.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Sebuah sekolah PAUD internasional.


"Nah, sekarang kita udah sampai Valda. Tuh Zacky juga udah sampai," ucap Tiara saat mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah. Matanya tak sengaja melihat mobil yang ia kenal sebagai mobil milik Dewa sang ipar.


Sementara itu, Zacky pun turun dari mobilnya setelah menyalami kedua orangtuanya.


"Assalamualaikum ma pa!" Ucap anak itu sebelum turun dari mobil.


"Waalaiukumussalam." Dewa dan Yundha menjawab dengan kompak.


"Iya ma dadah!" Zacky pun berlari ke arah gerbang sekolah dimana beberapa orang guru sedang berbaris untuk menjemput siswa.


"Eh, itu yang ngantar Revalda kok Tiara, mana pakai motor lagi." Ucap Yundha seraya menunjuk ke arah depan gerbang sekolah. Tiara sedang membuka helm yang sedang dipakai oleh Revalda.


"Iya ya. Itu memang Tiara. Emangnya kemana sopir atau mama papanya? Kok Tiara? Trus kak Yudhis gimana tuh?"


"Entahlah mas. Aku samperin dulu ya. Mau nanya-nanya," ucap Yundha segera turun dari mobil itu kemudian menghampiri Tiara yang masih berada di tempat itu.


"Tiara? Kok kamu yang ngantar Revalda? Mama papanya kemana?" tanya Yundha saat baru saja tiba di tempat itu.


"Eh mbak Yundha. Selamat pagi mbak. Iya Mbak aku antar Revalda karena anak itu ingin sekali naik sepeda motor ke sekolah. Katanya enak dan udah bosan naik mobil." senyum Tiara dengan sopan.


"Lho? Ada-ada aja anak itu."


"Iya mbak, aku pikir sekali-kali gak apa-apa 'kan?" ucap Tiara dengan senyum manisnya lagi.


"Iya sih. Eh, kak Yudhis gak apa-apa kamu jadi tukang antar Valda?"


"Gak apa-apa kok mbak cuma sekali-kali juga. Jadi bukan tukang antar jemput hehehe," ralat Tiara dengan tawa renyahnya.

__ADS_1


"Ah iya ya maaf. Aku salah ngomong."


"Gak apa-apa mbak."


"Eh kalo gitu kamu mau langsung pulang atau mau kemana setelah ini?"


"Mau pulang dan singgah di mart sebelum rumah. Mau beli sesuatu."


"Oh gitu ya, kalau gitu aku duluan ya. Mau ikut ke kantornya mas Dewa."


"Iya mbak, silahkan."


Dua perempuan itu pun saling berpelukan kemudian berpisah. Yundha segera naik kembali ke mobil suaminya sedangkan Tiara langsung menghidupkan kembali mesin motornya dan memutar arah untuk pulang.


"Mas, Tiara anaknya baik ya," ucap Yundha setelah mobil itu meninggalkan area sekolahan sang putra.


"Iya." Dewa menjawab dengan singkat.


"Masak sih ia mau ngantar Revalda pakai sepeda motor padahal ada banyak mobil dan sopir di rumah."


"Memangnya apa katanya?"


"Ya, katanya Valda bosan naik mobil dan maunya naik sepeda motor."


"Nah itu jawabannya sudah ada. Jadi biarkan saja. Selama ia menikmatinya aja dan gak terpaksa."


"Iya sih mas. Eh, aku juga mau dong antar Zacky pake sepeda motor. Pasti seru. Boleh ya?" ucap Yundha seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya.


Dewa hanya tersenyum tipis kemudian menjawab, "Kamu sedang hamil sayang. Gak aman ah. Kamu lebih baik antar aku aja ke kantor. Nemenin aku sampai pulang."


"Ish. Bosan ah. Maunya ada yang nantang adrenalin gitu deh. Kan asyik."


"Bentar saat kita udah sampai kantor. Aku akan mengajak kamu melakukan sesuatu yang menantang adrenalin. Dijamin kamu gak akan bosan sayang."


"Ish, apaan coba?" Bibir Yundha mencibir.


"Lihat saja nanti. Kamu pasti minta nambah." senyum Dewa dengan penuh makna.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2