Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 58 Si Raja Gombal


__ADS_3

Untuk beberapa detik Yudha terlongo tapi kemudian berhasil membuat bibirnya berkedut. Ia pun tersenyum samar kemudian berucap, "Apa aku merasa kalau kamu terlalu percaya diri Fin?"


"Ah ya tentu saja pak." Selfina menjawab dengan dagu terangkat.


"Mata dan gesture bapak sangat bisa menunjukkannya. Bapak sengaja ingin saya mendekat karena ingin menyentuh saya 'kan?"


Yudha sekali lagi menahan dirinya untuk tidak tertawa.


"Cukup ya pak. Cukup sekali anda mencuri ciuman pertama aku. Dan sekarang mari kita bekerja secara profesional."


Yudha pun menyerahkan berkas itu kemudian menjawab, "Baiklah. Kita akan profesional. Tak melibatkan hati dan juga perasaan saat bekerja. Sekarang lihat dan periksa baik-baik apa yang sudah kamu kerjakan!' tegas Yudha dengan tatapan tajam.


"Aku tak menerima kesalahan. Dan pastikan dirimu bisa bekerja lebih baik daripada Bu Ardina, mengerti?!"


"Siap, mengerti pak!" Selfina menaruh tangannya di dahinya layaknya posisi hormat. Setelah itu ia mengambil berkas itu untuk ia periksa dan perbaiki jika ada kesalahan.


"Saya bawa keluar ya pak," ucapnya seraya tersenyum hingga lesung pipinya jadi sangat jelas pada pipinya yang mulus.


Yudha hanya mengangguk kemudian mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sungguh, ia sangat ingin menyentuh gadis itu tapi ia masih sangat gengsi mengakui perasaannya.


"Pekerjaan aku ternyata belum bisa sempurna tanpa bimbingan darimu Bu Ar," ucap Selfina setelah keluar dari ruangan presiden direktur.


Ia duduk di samping Ardina dengan membawa berkas-berkas dari dalam sana. Wajahnya berubah tak semangat.


"Huffft."


Gadis itu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.


"Hey kok jadi loyo. Semangat dan rasa percaya dirimu tadi mana?" tanya Ardina dengan tawa tertahan. Ia benar-benar heran dengan sikap Selfina yang kadang begitu cepat berubah-ubah seperti itu.

__ADS_1


"Sedikit menguap Bu Ar."


"Eh?"


"Habisnya pekerjaan aku ternyata masih jauh dari kata sempurna. Belum bisa menyamai cara kerja Bu Ardina." Suara Selfina kedengaran sangat tak bersemangat.


"Eh jangan berkata seperti itu. Setiap orang pasti harus melalui yang namanya proses. Dan lagi jika kamu rajin belajar pasti akan lebih baik lagi. Kata orang Inggris, Practice Make Perfect! Dengan latihan yang terus menerus pasti bisa membuat pekerjaan itu jadi sempurna."


"Makasih banyak Bu Ar," ucap Selfina dengan wajah yang masih cemberut.


"Hey ada apa sih?" tanya Ardina penasaran.


"Gak apa-apa Bu Ar." Selfina cepat-cepat menjawab dengan memasang senyumnya yang paling manis. Ia tidak mungkin kalau ia kecewa karena Yudha tidak memberikan respon sesuai dengan yang ia harapkan.


"Yah kalau begitu mana berkasnya kita periksa sama-sama sebelum jam pulang tiba. Aku juga harus berpamitan pada semua karyawan disini."


"Ah iya Bu Ar. Maaf karena aku masih merepotkan dirimu."


"Iya deh bu Ar," ucap Selfina dengan wajah kembali ceria. Ia harus berusaha melupakan harapannya pada Yudha yang kenyataan nya memang hanya berniat mempermainkan perasaannya saja.


🌹


Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki berkas yang berisi bahan meeting dan juga MOU untuk beberapa perusahaan, Selfina pun membawa kembali berkas itu ke dalam ruang kerja Yudha, sang presiden direktur.


"Yakin nih udah beres?" tanya Yudha dengan tatapan tajam pada wajah cantik Selfina.


"Insyaallah yakin pak. Periksa aja lagi kalau belum puas."


Yudha pun membuka-buka berkas itu dan tersenyum.

__ADS_1


"Aku cukup tahu pekerjaan tangan Bu Ardina dan ini sangat memuaskan. Sampaikan terimakasih ku padanya ya," ucap pria itu seraya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi empuknya.


Selfina berusaha untuk tersenyum meskipun ia kecewa. Yudha sama sekali tidak berterima kasih padanya padahal ia juga yang sudah mengerjakan semua itu.


"Kamu bisa keluar dan panggilkan Bu Ardina kesini. Aku ingin memberinya hadiah atas kerjasama nya selama ini."


"Baik pak." Selfina pun memutar tubuhnya dan bersiap untuk keluar dari ruangan itu tapi tiba-tiba pria itu memanggilnya lagi.


"Tunggu sebentar!" panggil Yudha dan berhasil membuat Selfina berbalik.


"Iya pak ada apa?" tanya Selfina.


Untuk beberapa detik, Yudha hanya menatapnya tepat pada mata hitamnya yang sangat indah. Pria itu seakan ingin tenggelam di dalam sana.


"Ada apa ya pak?" tanya Selfina lagi. Ia begitu risih dengan tatapan itu. Dadanya berdebar tak karuan.


"Ah tidak, aku hanya ingin memastikan kalau kamu ternyata masih sangat cantik padahal sudah kerja banyak berkas seperti ini."


"Ish! Gombal!" jawab Selfina dengan bibir mencebik. Ia langsung lari keluar dari ruangan itu dengan dada berdebar kencang.


"Hahaha, emangnya kamu bisa lari Fin?" ucap Yudha dengan perasaan yang sangat senang.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Mohon maaf lahir dan batin bagi readers yang merayakannya.

__ADS_1


Sehat selalu dan berikan kebahagiaan untuk orang-orang tersayang.


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2