
Ciiit
Yudha melompat keluar dari mobilnya saat tiba di sebuah Club di kawasan elite kota itu. Mobil Dewa ada di sana dan itu berarti pria brengsek itu juga ada di dalam.
Langkah Yudha begitu ringan bagaikan berlari. Pintu kaca ia buka dan langsung menemukan pria itu sedang duduk dengan beberapa pria sedang membahas sesuatu.
"Dewa!" teriak Yudha seraya mencengkram erat kerah kemeja seorang Sadewa Pranawijaya.
Bugh
Satu pukulan keras langsung mendarat dengan sangat indah pada wajah tampan pria itu.
"Brengsek kamu hah!" Yudha kembali memberikan satu pukulan di perut pria itu. Dewa tidak membalas. Ia yakin kemarahan Yudha saat ini adalah karena urusannya dengan Yundha.
Bugh
"Balas aku brengsek!" Yudha berteriak dengan nafas ngos-ngosan. Rupanya tangannya jadi kebas juga karena lelah memukul tubuh atletis itu sedangkan lawannya hanya menggunakan teknik bertahan.
Yudha marah dan kesal dan ingin menumpahkannya pada pria itu. Akan tetapi ia tidak suka kalau lawannya hanya menerima saja. Ia ingin lawan yang setimpal.
Keributan pun terjadi, beberapa pengunjung Club penasaran dengan apa yang terjadi dan ingin merelai mereka. Dan yang lainnya tidak peduli. Mereka sibuk dengan mabuk, musik, dan perempuan.
Desh
Sekali lagi satu tendangan bersarang di perut Dewa tapi pria itu bisa menangis dengan cepat. Dua pria itu sama-sama anggota sebuah klub olahraga. Mereka saling berhadapan dan tahu kemampuan satu sama lain.
"Brengsek kamu!" teriak Yudha lagi kemudian menarik keras kerah jaket pria itu keluar dari Club. Ia baru sadar kalau aksinya ini akan membuat aib adiknya akan jadi konsumsi para laki-laki brengsek di dalam sana.
"Aku minta maaf. Ini pasti karena Yundha 'kan?" ucap Dewa dengan menjatuhkan dirinya di depan Yudha sang calon kakak ipar. Ia berlutut dengan wajah yang sudah hancur.
Pelipis pria itu sudah lebam dengan warna merah keunguan. Ujung bibirnya pun pecah. Ternyata tangan Yudha cukup kuat juga memberikannya pukulan-pukulan yang sangat mematikan.
Beruntung karena ia juga jago bela diri sehingga ia hanya menggunakan teknik bertahan tanpa membalas. Ia tahu dan sadar kalau ia sangat salah pada gadis itu.
"Ternyata kamu adalah teman yang sangat buruk. Kamu berani melakukan ini pada adikku brengsek!"
Bugh
Emosi Yudha tersulut lagi. Ia sangat mengenali sang adik dan juga Dewa sang Playboy.
"Kamu berani merusak adik yang selama ini aku jaga dengan baik Dewa!"
__ADS_1
"Kamu bukanlah teman yang baik!"
Yudha menatap pria dihadapannya yang sedang berlutut itu dengan tatapan benci.
"Maafkan aku tapi ini semua karena aku sangat mencintai adikmu. Aku sudah lama ingin bertanggung jawab tapi Yundha tidak pernah mau." Dewa memberikan alasannya.
Yudha mendengus. Emosinya masih berada pada level yang sama.
"Kenapa sampai seperti ini dan kamu tidak mengatakannya padaku brengsek!" tanyanya lagi. Dewa meringis. Rasanya seluruh wajahnya jadi terasa sangat sakit dan perih sekarang.
"Dan apa yang kamu lakukan padanya? apa kamu memaksanya dan kapan?!"
Dewa mengangguk pelan. Ia masih siap untuk dapat hukuman dari pria itu.
"Ya aku yang memaksanya. Tolong maafkan aku. Jangan berpikir buruk padanya. Aku sangat menginginkannya jadi istriku tapi ia mencintai orang lain."
"Aaargh!"
Yudha meraup wajahnya kasar. Ia kesal dan marah pada keadaan.
"Meskipun ia mencintai orang lain. Kamu harus bertanggung jawab! Besok datang ke rumah dan nikahi adikku baik-baik. Jangan pernah menyakitinya atau aku akan membunuhmu!"
Yudha menunjuk wajah Dewa dengan tatapan tajam kemudian langsung meninggalkan tempat itu. Sedangkan Dewa langsung tersenyum dengan hati yang sangat senang.
"Awwww aaargh!" Tangannya segera meraba luka lebam di wajahnya yang tampan.
"Oh Yundha, akhirnya sayangku. Kamu akan jadi milikku selamanya," ucapnya dengan dada berdebar.
Ia harus pulang saat ini. Pembicaraan tentang pekerjaan dengan teman-temannya di dalam sana akan ia tinggalkan.
Ia harus merawat wajahnya yang sudah babak belur dengan perawatan maksimal atau Yundha akan semakin tidak suka padanya.
"Mama! Menantumu akan segera datang bersama cucumu ma!"
🌹
Setelah Yundha tampak lebih baik dokter pun mengizinkannya untuk pulang. Kehamilannya baru menginjak 4 minggu. Masih sangat muda dan rentan. Untuk itu ia harus dijaga baik-baik dan tidak boleh memakan sesuatu yang membahayakan sang calon janin.
Sejak kembali dari rumah sakit, Merry tak pernah berkata-kata. Ia terlalu sedih dan juga shock. Anak gadis yang selama ini dijaga dengan sangat baik ternyata menyimpan rahasia yang sangat besar.
"Mama, aku dinodai oleh pria brengsek itu ma. Aku tidak sadar. Jadi tolong katakan sesuatu," ucap Yundha dengan tangis sesenggukan.
__ADS_1
Merry tidak berkata-kata dan langsung meninggalkan kamar sang putri. Yudha dan Selfina saling bertatapan kemudian menghela nafas.
"Pria itu akan bertanggung jawab padamu. Jangan berpikir yang tidak-tidak," ucap Yudha seraya mengelus lembut pucuk kepala sang adik. Dadanya sesak karena sedih tapi ia tak bisa berbuat banyak selain membuat Dewa merasakan hukuman yang pantas untuknya.
"Mas, aku akan tidur dengan Yundha. Bolehkan?" Selfina meminta izin pada sang suami. Yudha tampak tak rela tapi kemudian tersenyum.
"Iya. Temani Yundha. Ia butuh teman untuk bicara," ucapnya kemudian mengecup bibir istrinya dan keluar dari kamar sang adik. Ia akan menemui sang mama dan memintanya untuk tidak menghukum Yundha dengan mendiamkannya.
"Kamu istirahat ya sayang," ucap Selfina seraya menyiapkan ranjang untuk sang adik.
"Semua orang kecewa padaku mbak. Mama sampai tak ingin bicara," gumam Yundha dengan tatapan menerawang jauh. Cairkan bening jatuh satu-satu dari pelupuk matanya.
"Tidak seperti itu Nda. Kami hanya kaget saja sayang. Dewa sudah mengakui kalau ia yang memaksamu dan melecehkan mu. Itu berarti kamu sudah menjaga diri dengan baik." Selfina tersenyum seraya mengelus punggung sang adik.
"Tapi mbak, kenyataannya aku sudah hancur. Aku mengecewakan semua orang. Aku menghancurkan nama baik keluarga, hiks." Yundha kembali menangis sesenggukan.
"Jangan buat perasaanmu semakin hancur dengan memikirkan yang tidak-tidak. Kandunganmu masih sangat muda jadi tidak akan ada yang tahu. Ini rahasia di keluarga kita Nda. Besok Dewa akan datang untuk melamar dengan resmi. Jadi bersikap santai saja."
"Tapi aku membencinya mbak. Aku tidak mau ia jadi suamiku. Ia penjahat banyak wanita," balas Yundha dengan hati yang sangat sakit. Ia ingat Jessica yang juga sedang hamil dan mungkin perempuan lainnya di sudut dunia lainnya.
Selfina meringis.
"Aaaa, pokoknya aku tidak mau menikah dengannya mbak. Ada perempuan lain yang juga mengaku sedang hamil anaknya." Yundha menggelengkan kepalanya tak rela.
Deg
Selfina tercekat kaget. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.
Tidak ada perempuan yang mau dimadu setelah pernikahan apalagi kalau sebelum pernikahan terjadi.
Perempuan itu tersenyum karena tiba-tiba mempunyai ide yang sangat hebat.
"Kalau kamu mau, nikah aja dulu dengan pria itu yang penting status bayimu jelas ada bapaknya, setelah itu kamu..."
"Setelah itu apa Mbak?"
Selfina menjawab seraya berbisik pelan di telinga Yundha takut readers pada dengar wkwkwkwk.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊.