Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 204 Mama Muda


__ADS_3

"Mau kemana sih sayang?" tanya Yudha saat melihat sang istri sudah tampil cantik pagi itu. Selfina tersenyum kemudian mematut kembali dirinya di depan cermin.


"Kok lupa sih mas, aku kan udah minta izin sama kamu semalam."


"Izin apaan?" Yudha tampak berpikir. Ia samasekali tidak merasa kalau istrinya itu telah meminta izin padanya melakukan sesuatu semalam. Yang ia ingat perempuan cantik itu meminta tambahan jatah nafkah batin yang katanya sering terasa kurang akhir-akhir ini.


"Mas, aku dan Yundha mau menghadiri acara ultah anaknya mbak Maya, ingat gak?" ucap Selfina berusaha mengingatkan pembicaraan mereka semalam sebelum acara lomba ke nirwana mereka lakukan.


"Sejak kapan Maya udah punya anak? Bukannya ia baru menikah dengan pak Hendra?" ucap Yudha tampak bingung.


Selfina mendengus pelan kemudian menghampiri suaminya yang masih betah bersantai di atas ranjang pagi itu.


"Ya ampun mas, jangan bilang kamu mau ngerjain aku dan pura-pura hilang ingatan. Mbak Maya 'kan punya anak dari pak Hendra."


Yudha mengernyit dan semakin membuat Selfina gregetan sendiri.


"Anak dari istri pertamanya mas. Kok lupa sih?"


"Oh iya ya." Yudha manggut-manggut lantas berucap, "Aku kok gak bisa fokus ke hal lain sih kalo kita cuma berdua seperti ini," lanjutnya dengan senyum samar diwajahnya.


"Ish! Sengaja ya mau ngerjain aku mas."


Yudha tertawa kemudian menarik tubuh sang istri dan membawanya ke atas pangkuannya.


"Weekend kayak gini kenapa kita tidak berdua saja dan berolahraga di atas ranjang sayang," bisik pria itu di kuping sang istri.


"Revalda kasih waktu bermain sama mama dan kita bisa bermain juga, gimana?" tawar Yudha seraya menyusupkan tangannya ke dalam blouse sang istri. Ia menggoda dan merayu agar perempuan cantik itu tak pergi kemana-mana.


"Mas, aku udah siap nih, Jangan mancing-mancing lagi," ucap Selfina dengan dada berdesir. Ia selalu seperti itu jika suaminya merayunya. Dan sekarang ia takut kalau ia akan kalah.


"Kalo gitu sebentar saja sayangku. Kita udah lama lho gak main pagi-pagi. Ayolah mumpung Fariz gak rewel dan masih bobok," bisik pria itu seraya melirik baby boy mereka yang sedang anteng di atas boksnya.


Ya, singkat cerita. Pasangan itu sudah mempunyai dua anak. Putri dan putra. (Maaf gak ngundang waktu mereka lagi anu hehehe 😂)


Selfina tergoda. Ia pun mulai terbuai dengan permainan tangan suaminya yang selalu saja tahu titik kelemahannya.


"Mama! Tante Yundha dan Zacky udah siap. Ayok cepetan!"


Di depan pintu, Revalda yang berusia 3 tahun itu berteriak memanggil sang mama. Dua orang itu langsung menghentikan aksi mereka.


"Mas, ini gara-gara kamu sih," ucap Selfina dengan bibir manyun. Perempuan itu pun turun dari pangkuan sang suami kemudian merapikan pakaiannya yang sempat dikacaukan oleh sang suami.

__ADS_1


Ia berdiri di depan kaca dengan wajah bersungut-sungut.


Yudha sendiri hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Selalu saja mereka mendapatkan gangguan dari dua orang anak mereka. Dari yang kecil maupun yang masih bayi.


"Aku berangkat ya mas, hati-hati di rumah. Dan aku titip Fariz ya."


"Humm iya. Jangan lama-lama di luar."


"Iya suamiku sayang," ucap Selfina kemudian meraih punggung tangan suaminya dan menciumnya.


"Assalamualaikum mas."


"Waalaikumussalam."


Perempuan itu pun segera keluar dari kamar itu untuk menemui Yundha yang memang menginap di rumah itu juga karena Dewa sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis.


"Ayok. Kita berangkat sekarang," ajak perempuan berhijab itu pada Yundha yang sedang bersama dengan Zacky.


"Ayok mbak. Tapi kita pamit sama mama dulu ya," ucap Yundha kemudian menghampiri Merry yang sedang duduk santai di depan pesawat televisi.


Selfina setuju. Ia pun membawa Revalda untuk berpamitan pada sang ibu mertua.


"Mama, kami keluar dulu ya. Mohon maaf mau nitip Fariz dulu," pamit Selfina.


"Iya ma."


Selfina dan Yundha pun menuju ke mobil mereka yang ternyata sudah disiapkan oleh Yudhi.


"Silahkan naik nona Usagi Tsukino dan tuan Mamoru Chiba," ucap Yudhi pada dua orang anak kecil tampan dan cantik yang sedang memakai cosplay anime Sailormoon itu.


"Makasih om Yudhi," balas Revalda dan Zacky bersamaan. Yudhi tersenyum saja kemudian mempersilahkan dua mama muda itu ikut naik ke mobil.


Setelah itu ia melambaikan tangan pada mereka semua saat Yundha melajukan mobil itu keluar dari gerbang rumah mewah itu.


"Dada om!"


"Dada sayang!"


Yudhi tersenyum dengan perasaan yang sedikit aneh. Ada rasa campur aduk yang ia rasakan di dalam hatinya melihat kelucuan anak-anak itu.


Seketika keinginannya untuk mempunyai anak jadi sangat menyentak-nyentak. Tapi bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan anak jika ia sendiri tidak lagi mempunyai hasrat pada perempuan.

__ADS_1


Huffft


Yudhi menghela nafasnya kemudian melangkahkan kakinya ke garasi. Ia juga ingin pergi keluar untuk mencari hiburan.


Tanpa sadar, kendaraannya ia arahkan ke sebuah tempat, dimana acara ulang tahun anak berusia 5 tahun sedang berlangsung.


Tempat itu adalah tempat yang didatangi oleh Selfina dan para ponakannya.


Gak apa-apa aku cari hiburan di tempat ini. Melihat Revalda dan Zacky sedang menikmati pesta. Ujarnya membatin.


Ia pun masuk ke sana dengan gampang karena ia sangat mengenal tuan rumahnya yaitu Hendra dan juga Maya.


Semua perhatian orang tercurah pada anak perempuan cantik yang sedang sangat lincah dan menggemaskan berada di atas panggung. Revalda sedang menyanyi dan menari diiringi oleh musik yang sangat energik.


Ia tersenyum, ada rasa bangga mempunyai seorang ponakan yang sangat berbakat dalam bidang seni seperti itu. Zacky pun melakukan hal yang sama. Ia tampil dengan sangat tampan.


Dengan perhatian yang masih berada di atas panggung, seorang anak kecil yang sedang membawa dua cup es krim tiba-tiba saja menabraknya dan membuat pakaiannya jadi kotor.


"Aduh maaf mas. Anaknya gak lihat jalan sih," ucap seorang perempuan meminta maaf karena kesalahan anak kecil itu.


"Gak apa-apa kok," ucap Yudhi tersenyum. Ia pun melihat ke arah perempuan itu dengan wajah kaget.


"Eh Indy?"


"Mas Yudhi?"


"Mama?!"


Yudhi menatap anak perempuan cantik itu dan Indy bergantian.


"Anak kamu Ndy?"


Indy tersenyum kemudian mengangguk.


Yudhi balas tersenyum dengan perasaan yang sangat tak nyaman.


Huffft


Sepertinya semua perempuan yang pernah dekat denganku sudah mempunyai pasangan dan berbahagia.


🌹🌹🌹

__ADS_1


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2