Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
rumah besar


__ADS_3

pagi pun menjelang, pagi2 sekali aku sudah berangkat ke rumah pria sombong dan angkuh itu, berbekal alamat yang pernah di berikannya aku pergi kesana dengan menggunakan taksi online.


sebenarnya sangat berat bagiku meninggalkan ibuku yang seorang diri namun mau bagaimana lagi aku tak punya pilihan.


1 jam kemudian taksi yang aku tumpangi sampe di sebuah rumah besar yang megah dan mewah, aku sampai terkagum kagum dan sempat berkhayal " andai aku bisa punya suami sekaya ini, oh bahagianya aku, aku tak akan mengizinkan ibuku bekerja lagi, aku akan ajak ibuku tinggal di rumahku dan menikmati masa tuanya bersama anak2ku kelak", ah...khayalanku memang tinggi sekali tp bukankah khalayan itu bisa jadi kenyataan kalau kita selalu berusaha dan berdoa kepada tuhan.


akupun tersadar dari lamunanku setelah seorang satpam menegurku yang berdiri terus di depan pintu pagar tanpa bergerak yang terus memandangi rumah besar itu, mungkin di pikir satpam aku penjahat kali yah yang punya niat buruk.


aku berdehem sejenak untuk menetralkan perasaanku yang gugup dan gemetaran, " pak saya mau menemui orang yang punya rumah ini" ucapku dan terus pak satpam itu bertanya" mba nyari tuan dave holmes?


aku mengangkat bahuku, jujur akupun tak tahu namanya siapa karena aku juga lupa dan tak sempat bertanya siapa namanya, yang ku tahu si orang sombong, angkuh dan galak tapi tampan sih, hehehe...


" gak tahu pak namanya siapa tapi bilang saja saya perempuan yang bapak itu suruh datang pagi ini yang mau bekerja jadi pelayan di rumah ini dari cafe xx" kataku cepat.

__ADS_1


satpam itu manggut2 mengerti dan berkata " sebentar ya mbak saya panggilkan tuan dave dulu", aku pun mengangguk cepat.


tak lama kemudian datanglah pak satpam dan lelaki angkuh dan sombong yang aku kenal semalam, dua melihatku dari atas sampai kebawah, seakan akan menilai rendah penampilanku, tapi aku mah cuek aja aku kemari bukan untuk aja kontes pragawati yang harus di nilai dari atas sampai bawah, aku datang kemari untuk dijadikan babunya selama 1 tahun atas kesalahan yang tak ku sengaja.


dia terus menatapku dan tersenyum sini, " akhirnya datang juga kamu pembantu baru, hahaha....gak punya uangkan 50 juta makanya mau jadi pembantu di rumahku? masuk aku akan sebutkan apa aja pekerjaanmu di rumahku" katanya lagi dengan angkuh.


aku diam dan terus berjalan mengikuti langkahnya yg terus berjalan masuk kedalam rumah, sampai dia berhenti di sebuah ruangan yang aku lihat itu sebuah ruang tamu.


dia duduk dengan menyilangkan kakinya, akupun hanya berdiri saja karena dia tidak mempersilahkan aku duduk, yah..aku mana berani duduk, takut salah lagi kalau aku duduk karena dia tidak mempersilahkan aku duduk.


rupanya dia si lelaki angkuh tadi menyadari aku yang dari tadi sibuk memperhatikan isi di dalam rumahnya dan dengan sombongnya dia berucap" kenapa kagum yah sama rumahku? pengen yah punya rumah seperti ini?, aku diam aja dan sambil memandangnya.


dia tersenyum sinis lagi kepadaku" dalam mimpi kamu bisa punya rumah seperti ini, bahkan jika kamu jual d*ri aja gak mungkin sanggup punya rumah seperti ini jadi jangan pernah bermimpi" katanya dengan tegas.

__ADS_1


kulihat wajahnya dengan tegas dan ku jawab semua hinaanya, " saya tidak akan pernah bermimpi punya rumah seperti ini karena saya sadar siapa diri saya, dan saya tidak akan pernah dan mau untuk jual diri demi punya rumah seperti ini karena harga diri saya bukan tercipta dari saya punya rumah semegah ini, saya masih punya tuhan dan saya takut akan tuhan saya".


dia malah ketawa terbahak bahak, aku mengernyitkan keningku, nih..orang rada gila kali yah? perasaanku kata kataku gak ada yang lucu kok malah dia ketawa.


" hari gini masih percaya sama tuhan?, jaman udah modern" katanya meremehkan, aku heran liat nih orang, apa dia gak punya agama yah? makanya dia gak percaya sama tuhan.


aku tak menanggapi, bagiku keyakinan orang itu masing masing kalau dia memang gak percaya akan adanya tuhan itu mah hak dia, aku tak mau mencampuri keyakinanya, toh aku kemari bukan untuk menyadarkan dia akan ke beradaan tuhan ataupun juga untuk menceramahi dia tentang agama.


ku alihkan pembicaraan dia dengan bertanya apa aja yang aku kerjakan di rumah ini dan segala aturan aturan yang harus aku patuhi, sejujurnya aku muak dekat lelaki angkuh ini rasanya pengen ku lempar aja mukanya itu pakai batu atau kalau tidak pake telur busuk gitu, biar dia tau dia itu sama dengan telur busuk, yah..sama2 menjijikan gitu.


di ambilnya map itu dan di lemparkannya kepadaku hingga map itu jatuh di bawah kakiku dan kertas yang dalam map itupun terpisah dari mapnya.


aku berjongkok untuk memgambil map yang jatuh di bawah kakiku dan menatpnya tajam, tak bisahkah orang ini berlaku sopan? setidaknya di berikan baik baik tak perlu di lemparkan seperti itu.

__ADS_1


aku buka map itu dan mulai membacanya, ku teliti dan ku pahami, kepaku mulai pusing melihat dan membayangkannya karena isinya....


insya Allah besok yah di lanjut, maafkan penulisannku yang berantakan, maklum saya author baru, hehehe....


__ADS_2