
Yundha memandang tajam pria yang sedang tertidur di atas ranjangnya. Ia kesal karena hanya diberikan sedikit tempat di atas ranjang itu padahal ia sudah memberi tahu kalau ia tidak ingin seranjang dengannya.
"Dasar!" ucapnya seraya mendorong tubuh atletis pria itu agar memberinya tempat. Tapi ternyata Dewa tak bergeming. Ia benar-benar pulas dan tak bisa diganggu.
"Baiklah, kalau begitu malam ini aku akan tidur di sofa saja." Yundha mengalah. Ia pun meraih dua buah bantal dari atas ranjang kemudian mengambil selembar selimut lain dari dalam lemarinya.
"Tak apalah aku di sini saja, tapi besok aku harus membuat satu perjanjian yang sangat penting agar pria itu tidak terlalu percaya diri," gumam Yundha dan segera menutup matanya.
Dewa hanya tersenyum samar sembari memandang perempuan keras kepala yang sayangnya sangat dicintainya itu. Setelah yakin kalau Yundha sudah tertidur lelap ia pun bangun dan mengangkat tubuh sang istri ke atas ranjang.
"Kamu akan mencintaiku sampai gila sayang,' ucap Dewa seraya mengecup bibir sang istri penuh perasaan. Yundha hanya menggeliat pelan kemudian bergerak memeluknya tak sadar.
Dewa menyambut baik pelukan perempuan itu dengan hati yang sangat bahagia dan juga... Gelisah. Ia jadi tak bisa tidur begitupun sang adik di bawah sana.
Berdekatan dengan perempuan yang sudah lama ia inginkan benar-benar membuatnya harus bisa menahan kesabaran tingkat tinggi. Ia harus mendapatkan hatinya dulu sebelum melakukan misi yang sangat penting.
"Sabar, aku harus menahan diri," gumamnya pelan seraya menghitung warna pada pelangi berulang-ulang agar pikirannya bisa teralihkan.
Malam pertama yang seharusnya indah itu akhirnya bisa ia lewati dengan sangat tersiksa.
Pagi harinya Yundha bangun dari tidurnya saat Dewa sudah tidak ada di dalam kamar itu. Ia begitu heran pada dirinya yang tiba-tiba saja berada di atas ranjang.
__ADS_1
Segera ia memeriksa keadaan pakaiannya yang masih lengkap dan tidak ada kekurangan samasekali.
"Alhamdulillah pria itu tak menyentuhku. Tapi kenapa aku bisa ada di atas ranjang? Apakah aku punya kebiasaan baru berjalan di saat sedang tidur?"
"Ah tak apa. Yang penting pria itu tidak tidur denganku," ucapnya lagi dengan wajah kembali ceria. Ia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah sholat subuh ia pun bersiap untuk keluar kamar tapi langkahnya terhenti karena sang suami muncul di depan pintu dengan pakaian sholat yang sangat rapih.
Oh rupanya ia habis dari Masjid.
Cih!
Penjahat wanita yang tiba-tiba jadi sangat alim. Aku tak percaya.
"Assalamualaikum istriku," ucap pria itu padanya yang baru saja melipat sajadahnya.
"Waalaikumussalam." Ia menjawab dengan ketus. Kemudian segera membuka mukenanya dan menyimpannya di dalam lemari juga.
"Mama meminta kita nginap di rumah malam ini. Aku juga sudah minta izin sama mama Merry."
"Ih cepat amat. Aku gak mau. Aku masih belum bisa tidur di tempat lain selain kamar aku," ucap Yundha seraya bersiap keluar dari kamar itu tapi Dewa langsung meraih tangannya.
__ADS_1
"Mau kemana sayang? Pagi-pagi begini enaknya ngobrol santai," ucap Dewa tersenyum.
"Aku gak bisa santai kalau sama kamu tahu gak? Eh, gak usah berakting seperti seorang suami yang sangat baik ya," balas Yundha dengan tatapan tajam pada tangan suaminya yang sedang memegangnya.
"Aku memang suami yang baik sayang. Jadi kamu harus menikmatinya mulai sekarang." Dewa langsung membawa tangan perempuan cantik itu kemudian mengecupnya.
"Cih! Lepaskan aku! Aku gak sudi." Yundha segera menyentak tangannya agar segera terlepas dari genggaman tangan pria itu.
"Jangan terlalu benci padaku karena aku takut kamu tak akan kuat jauh-jauh dariku," bisik Dewa kemudian segera pergi dari hadapan Yundha.
"Percaya diri sekali," geram Yundha dan segera keluar dari kamar itu. Dewa hanya tersenyum kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual untuk bergabung dengan anggota keluarga yang lain di rumah itu.
"Ini baru hari pertama Yundha sayang, selanjutnya kamu akan tahu bagaimana rasanya dicintai oleh seorang Sadewa Pranawijaya," gumam pria itu dengan senyum samar diwajahnya.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊
__ADS_1