Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 185 Minta Maaf


__ADS_3

Setelah mengecek landasan sang istri, Dewa tak lagi ingin berdiskusi. Ia pun mulai mengajak Yundha untuk merasakan kehebatan senjatanya yang sangat ia banggakan.


Dengan gerakan pelan dan hati-hati ia mulai memperkenalkan dirinya di depan pintu landasan sang istri yang nampak sudah mulai siap menyambutnya.


Basah, ya Yundha sudah sangat basah.


Perempuan cantik itu terbuai, ia merasakan sensasi yang sangat nikmat yang luar biasa dari apa yang dilakukan oleh suaminya di depan pintu.


Ia sampai gregetan sendiri dan meminta sang suami segera melakukan kegiatan inti.


"Massss, plis."


Dewa tersenyum. Ia masih ingin bermain-main dan membuat Yundha frustasi.


"Mass, uggghh,"


"Sabar sayangku, aku takut kamu akan kaget kalau belum siap betul, Hem." Yundha menggelengkan kepalanya seraya mencengkram erat seprei sang suami. Ia tak tahan lagi.


"A-aku...masss," desis perempuan cantik itu dengan wajah yang sangat tersiksa. Dewa semakin diatas angin. Ia sangat suka melihat istrinya sedang sangat menginginkannya.


"Bismillahirrahmanirrahim," bisiknya dan mulai bersiap mengunjungi sang dedek bayi.


Pelan tapi pasti pria itu mulai melakukan manuver di dalam sana.


"Aaaaakh!" Yundha tak sadar menjerit. Ia merasa sangat sesak. Rasanya ia tak mampu bernafas.


"Sayang, ada apa?" tanya Dewa khawatir. Yundha langsung meraih rambut suaminya dan menjambaknya.


"Besar sekali mass, aku gak bisa bernafas," bisiknya dengan tatapan lurus kedalam mata elang sang suami.


"Kamu juga sangat sempit sayang, aku juga tak bisa bergerak," balas Dewa dengan senyum samar dibibirnya.


Yundha langsung berubah takut. Ia jadi sangat khawatir kalau mereka tak bisa melakukan apa-apa setelah ini. Dewa kembali tersenyum lucu kemudian mengulumm bibir seksi sang istri seraya bergerak maju dan mundur.


"Uggh masss, aaakh."


"Uggghh Yundha sayangku. Kamu nikmat sekali."


Keduanya tak sadar mengerang nikmat saat sebuah rasa yang sangat luar biasa menyambut mereka berdua. Mereka pun mulai berlayar mengarungi lautan asmara dengan penuh penghayatan. Dewa sebagai seorang nakhoda benar-benar sangat hebat dalam menjalankan sang perahu.


Yundha terkadang menjerit ketika datang ombak yang begitu keras menerpa mereka berdua.


Tak ada kata lelah sampai perahu mereka akhirnya tiba di pinggir pantai dan siap berlabuh. Dewa tak berhenti memuji sang perahu yang begitu kuat ia bawa meskipun terombang-ambing di tengah lautan asmara yang sangat menggelora.


Duh, author ngomong apa yakπŸ™„πŸ€”πŸ˜¬. Keknya author terlalu banyak minum obat nih dari dokter sampai ngomongnya gak jelas 🌺😬πŸ€ͺπŸ˜‚.


Yaa sudahlah. Yang penting Dewa sudah berhasil mencuci senjatanya di dalam lembah yang sangat sempit milik sang istri.

__ADS_1


Dan


Tamat


Eh, maaf salah ketik wkwkwkwk.


Malam itu yang panjang itu akhirnya sampai pada suasana yang sangat sepi. Tak ada lagi desisan dan ******* maupun erangan nikmat. Yang terdengar hanya dengkuran halus karena mereka sudah tertidur karena kelelahan.


🌹


Pagi pun datang dengan suara adzan subuh yang terdengar bersahut-sahutan dari segala penjuru.


Yundha menggeliat pelan didalam pelukan seorang suami perkasa dan juga sangat berhasrat tinggi. Ia pun membuka matanya kemudian tersenyum.


Astaga, apa yang aku lakukan semalam?


Aku memohon-memohon padanya untuk minta itu?


Oh ya ampun, dimana rasa maluku?


Yundha merasa pipinya menghangat. Ia sangat malu dan bahagia secara bersamaan.


Hayya Ala ssolah


Hayya Ala ssolah


"Mass, udah subuh," ucapnya seraya mengangkat tangan kekar suaminya yang sedang memeluknya posesif.


"Hum, kita mandi sama-sama yuk," ucap Dewa kemudian mengecup bibirnya.


"Gak ah, mandi sendiri aja mas," tolak perempuan cantik itu kemudian segera bangun dan berlari ke kamar mandi. Sungguh, ia masih sangat malu bertemu pandang dengan suaminya itu.


Dewa hanya tersenyum kemudian ikut bangun dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Alhamdulillah, akhirnya aku mendapatkan hatimu sayang," ucapnya dengan dada berdebar bahagia.


Matanya memandang bagian bawahnya yang ternyata kembali bangun dan sangat kuat. Ia pun menyentuhnya dan memintanya untuk tidur dulu.


"Waktu masih panjang. Habis subuh kita lanjutkan ya?" ucapnya membujuk dengan susah payah.


Si senjata bukannya tidur malah semakin garang karena Yundha keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang sangat kecil dan hanya mampu menutup sebagian kecil dari dirinya.


Huffft


Dewa menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya berkali-kali.


Ia harus sadar karena waktu subuh bisa terlewat kalau ia mengikuti hasratnya yang sangat besar pada sang istri.

__ADS_1


"Ayok mas, mandi trus kita sholat," ucap Yundha membuatnya tersentak.


"Iya, tunggu aku sayang," balas Dewa dan lari ke dalam kamar mandi sembari membawa selimutnya untuk menutupi si Otong yang sedang membangkang.


Yundha tersenyum saja melihat tingkah lucu suaminya. Ia pun mencari pakaian di dalam lemari yang bisa ia gunakan untuk sholat subuh karena pakaian yang ia pakai semalam sudah hilang entah dimana.


Cukup lama juga Dewa mandi. Yundha sampai terkantuk-kantuk menunggu.


"Ayo sayang," ucapnya kemudian mengumandangkan iqomah dan kemudian mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah pertama sejak mereka menikah.


"Assalamualaikum warahmatullahi."


"Assalamualaikum warahmatullahi."


Setelah berdoa, Yundha segera mencium punggung tangan suaminya dan mengucapkan permintaan maaf dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Maafkan aku ya mas," ucapnya dengan wajah menunduk.


"Kamu memangnya ada salah sama aku?" balas Dewa tersenyum. Ia menatap istrinya itu hati yang sangat bahagia.


Yundha mengangguk.


"Gak ada." Dewa menjawab singkat.


"Ada mas. Aku gak melayani kamu selama ini. Aku pasti berdosa banget ya," ucap Yundha masih dengan wajah ia tundukkan semakin dalam.


Sungguh, ia sangat malu bertemu pandang dengan pria yang sangat perkasa itu.


"Kalau begitu minta maaflah yang benar," ucap Dewa masih dengan senyumnya.


Yundha mengangkat wajahnya dan menatap pria itu.


"Iyaa, katanya kamu punya salah. Sekarang aku ingin lihat bagaimana caramu meminta maaf dengan benar."


"Hah? Maksudnya?" Wajah Yundha tampak bingung. Dan Dewa semakin gemas saja dibuatnya.


"Pikirkan! Atau kesalahanmu akan bertambah."


"Apa?!"


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Ayo bantu Yundha memikirkan bagaimana caranya ia meminta maaf pada suami super mesum itu hehehe.

__ADS_1


Yang jawab cepat, ada update lagi bentar Tengah malam hehehe πŸ˜‚


__ADS_2