Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
penawaran


__ADS_3

atau kau bekerja di rumahku sebagai pembantuku, katanya dengan suara yang tegas


jujur aku hanya punya 2 pilihan antara mengganti uang 50 juta atau menjadi pembantu di rumahnya


aku bingung yang mana harus aku pilih, aku gak punya uang sebanyak itu fan kalau aku jadi pembantu gimana pekerjaanku dan kuliahku?


dalam lamunanku suaranya kembali menyadarkanku dari lamunanku, " jadi gimana apa pilihanmu?" katanya melihat ke arahku


aku memberanikan diri menatap wajah garang dan angkuhnya itu, "berapa lama aku jadi pembantu dirumah anda? trs gimana jam kerja saya? karna saya jg harus kuliah dan bekerja di cafe ini untuk biaya kuliahku" kataku berterus terang padanya


dia menatapku dan berkata "tergantung dirimu cepat atau tidaknya menyelesaikan pekerjaanmu tapi aku minta selama kau jadi pembantuku kau harus tinggal di rumahku karna selain membersihkan rumahku kau juga harus menyiapkanku sarapan pagi dan makan malam dan untuk makan siang aku makan di kantor


"kau harus tinggal dan bekerja di rumahku selama 1 tahun, aku baik bukan jas dan pakaianku yang seharga 50 juta hanya kau bayar sebagai pembantuku dan itupun selama 1 tahun saja, bagaimana?" katanya lagi padaku


aku memejamkan mataku dan menarik nafasku dalam dalam dan berkata baiklah kalau begitu, aku tak punya pilihan hanya pilihan sebagai pembantu yg harus aku pilih


"kapan aku mulai bekerja?" kataku lagi dan dia pun menjawab besok kau bisa datang kerumahku dan nanti aku tulis alamatnya, jam 7 pagi harus sudah sampai kalau tidak siap menerima hukumanmu


setelah itu dia menulis alamatnya di kertas dan menyerahkannya padaku terus dia pun pergi meninggalkan cafe.

__ADS_1


aku menangis setelah kepergiannya, oh....tuhan kenapa hidupku seperti ini? alasan apa yang akan aku katakan pada ibuku nanti?


aku menatap meneger cafeku dengan sendu, " "pak tolong izinkan saya tetap bekerja disini saya akan berusaha membagi waktu yang baik antara bekerja di cafe, di rumah pria sombong itu dan kuliah" dia menghela nafasnya dalam2 sambil melihat ke arahku, "baiklah sarah kaena kamu pekerja yang rajin dan baik maka saya izinkan kamu tetap bekerja tapi ingat kamu harus benar benar bisa membagi waktumu"


terima kasih pak, saya janji akan membagi waktu sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan bapak


"ya sudah kembali bekerja seperti biasanya"


dan dia pun meninggalkan aku masuk kedalam ruangan kantornya.


aku kembali bekerja seperti biasa, teman temanku banyak yang kasihan dan memberi support padaku terkadang aku terharu di saat aku lg terpuruk begini mereka tetap memberiku semangat


huh...ingin rasanya aku teriak dan menangis sekencang kencangnya membayangkan aku harus membohongi dan meninggalkan ibuku saja rasanya gak kuat.


jam kerja di cafeku sudah selesai aku langsung beres beres dan pergi pulang ke rumah dalam perjalanan aku terus berfikir alasan apa yang harus aku buat biar masuk akal dan ibuku percaya sampai akhirnya tak terasa ojek yang aku naiki sudah sampai di depan rumahku.


aku turun dan membayar ongkos ojek tersebut sambil melangkah masuk hatiku terus berdebar debar gak karuan.


assalammualaikum buk kataku sambil mengetuk pintu rumahku tak lama kemudian pintu rumahku terbuka dan munculah ibuku sambil berkata " walaikum salam nak, kamu sudah pulang, ayuk masuk ibu sudah siapkan teh buat kamu" kebiasaan ibuku adalah selalu membuatkan teh untukku selama aku pulang bekerja alasannya biar tenggorokanku hangat habis kena angin malam maklum aku kan pulang naik ojek jarak antara cafe dan rumahku sekitar 30 menitlah kira kira.

__ADS_1


ya buk makasih aku ganti baju dulu yah sekalian ada yang mau aku sampaikan buk, " iya nak ibu tunggu di ruang tamu" katanya lagi padaku


aku langsung masuk kamar dan bersih2 serta ganti baju secepat mungkin karena ibuku sudah menungguku, 10 menit aku keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu sambil meminum teh yang di buatkan ibuku.


" apa yang ingin kamu bicarakan nak?" tumben kamu mau bicara yang serius kayaknya sama ibu?" sambil gemetar dan gugup aku berkata, " ya buk sarah di pindahkan ke cafe cabang yang baru buk, sarah di percaya untuk mengajari anak anak baru pelayan cafe yang baru bekerja, jadi sarah yang di tugaskan untuk pindah ke cafe yang baru tapi selama sarah tugas sarah harus tinggal di mess yang di siapkan pihak cafe, sarah janji jika ada waktu senggang sarah akan pulang menjenguk ibu, hanya satu tahun kok buk" kataku dengan setenang mungkin padahal dalam hatiku sudah berdebar debar dan gugup luar biasa tapi aku mencoba setengang mungkin agar ibuku percaya.


kulihat ibuku diam saja untuk beberapa saat dan dia menarik nafasnya dalam dalam dan bicara" baiklah nak jika itu yang terbaik yang penting kamu harus bisa jaga diri dan jaga kesehatan kamu, terus gimana dengan kuliahmu?


aku menjawab sarah tetap melanjutkan kuliah buk, sarah insya Allah bisa membagi waktu sebaik mungkin, aku meyakinkan lagi dan aku katakan lagi mulai besok pagi sarah udah mulai pindah buk kataku dengan sedih


ibuku tersenyum hangat padaku " ayuk ibu bantu kamu beresin barang barang kamu" aku terharu dan langsung memeluk ibuku mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas pengertian ibuku rasanya aku merasa berdosa telah membongi ibuku tapi aku terpaksa, aku gak mau nambah beban pikrannya kalau aku bicara jujur padanya


kami berduapun bangkit dan masuk ke kamarku, ibuku membantuku mengepak pakaianku, tak banya yang aku bawa hanya 1 koper saja dan malam ini aku meminta ibuku untuk tidur di kamarku.


ibuku sudah terlelap di sampingku sementara aku tak bisa memejamkan mata, aku terus memikirkan bagaimana nasibku di rumah pria sombong itu? akankah hidupku baik baik saja? melihat tampang yang sangar, galak dan sombong itu rasanya mengerihkan menurutku.


aku menghela nafas panjang dan memejamkan mataku, biarlah semuanya ku pasrahkan pada tuhanku karena hidupku bukankah tuhan sudah mengaturnya dan mungkin inilah jalan takdirku.


tbc

__ADS_1


__ADS_2