Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 174 Perasaan Aneh 2


__ADS_3

Setelah Yundha merasa baikan. Ia pun keluar dari kamar mandi dan mendapati kamarnya sudah sepi. Dewa sudah tidak ada di sana. Pria itu telah pergi bekerja tanpa berpamitan padanya.


Rasa sedih dan kecewa kembali terpatri di dalam hatinya.


"Mas Dewa benar-benar gak mau peduli sama aku lagi, hiks." Perempuan itu kembali merasakan dadanya sesak. Airmatanya kembali meleleh.


"Dasar pria menyebalkan!" umpatnya seraya melempar tubuhnya ke atas ranjangnya. Lama ia menangis kemudian memutuskan untuk ke kampus saja setelah itu ia mungkin akan menghabiskan waktunya di Cafe.


"Aku pamit ke kampus ya ma," ucapnya setelah selesai berpakaian.


"Nda, mama bisa ngomong sebentar gak sayang?" ucap Merry sebelum putrinya itu berangkat.


"Iya Ma. Ngomong aja," ucap Yundha seraya mendudukkan tubuhnya di samping sang mama.


"Kamu gak kasihan sama suami kamu sayang?" tanya Merry dengan tatapan lurus kedalam mata indah sang putri.


Yundha tidak menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.


"Dewa sangat baik lho dan mau bertanggung jawab. Ia bahkan rela tinggal di sini meskipun kamu tidak pernah memberinya hati."


"Itu karena anak yang sedang ada di dalam kandungan ku ini ma. Sebenarnya tuh dia gak punya perasaan sama aku samasekali. Ia hanya ingin membuat aku menderita, hiks." Yundha akhirnya menangis lagi.


"Kenapa kamu berkata seperti itu sayang?"


"Mas Dewa tidak memperdulikan aku lagi. Bahkan saat aku menemaninya bicara, ia mendiamkan aku ma. Aku kesal padanya."


Merry tersenyum kemudian meraih sang putri ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kayaknya gak begitu deh. Buktinya saat kamu butuh sesuatu ia selalu menyediakan semuanya untukmu. Perhatiannya sangat tinggi sayang."


"Mana ada seperti itu. Pokoknya aku kesal padanya ma."


Merry menghela nafasnya kemudian tersenyum.


"Kalau suamimu diam, harusnya kamu yang pancing untuk bicara. Kamu juga bisa meminta maaf padanya."


"Minta maaf bagaimana ma? Harusnya mas Dewa yang minta maaf padaku. Dia mendiamkan aku sudah hampir sebulan. Aku jadi seperti seorang bodoh di dalam kamar."


"Astaghfirullah. Nanti deh mama yang hubungi suamimu. Gak baik diam-diaman sampai selama itu lho."


"Udah ah ma, sekarang aku berangkat saja. Aku udah telat banget nih." Yundha pun berdiri dari duduknya.


"Iya. Hati-hati."


"Waalaikumussalam warahmatullahi." Merry membalas salam sang putri dengan rasa khawatir di dalam hatinya.


Ia jadi takut kalau-kalau Dewa benar-benar tinggal di rumah itu terpaksa dan hanya untuk menggugurkan kewajibannya sebagai seorang yang telah membuat Yundha mengandung.


Yundha menghidupkan mesin mobilnya dan pergi dari rumah itu. Untuk sementara ia ingin melupakan masalahnya dengan melakukan aktivitasnya yang seperti biasa. Ia pun memutar musik dari handphonenya.


Lagu ini dibawakan begitu harmoni dengan suara sang vokalisnya, Dikta dan Dudi Oris.


Dengarkanlah wanita pujaanku, Malam ini akan kusampaikan. Hasrat suci kepadamu dewiku. Dengarkanlah kesungguhan ini. Aku ingin, mempersuntingmu.


Tuk yang pertama dan terakhir

__ADS_1


Jangan kau tolak dan buatku hancur. Ku tak akan mengulang tuk meminta. Satu keyakinan hatiku ini. Akulah yang terbaik untukmu.


Dengarkanlah wanita impianku. Malam ini akan kusampaikan. Janji suci satu untuk selamanya.


Dengarkanlah kesungguhan ini. Aku ingin, mempersuntingmu. Tuk yang pertama dan terakhir. Jangan kau tolak dan buatku hancur.


Ku tak akan mengulang tuk meminta. Satu keyakinan hatiku ini. Akulah yang terbaik untukmu.


Jangan kau tolak dan buatku hancur. Ku tak akan mengulang tuk meminta. Satu keyakinan hatiku ini. Akulah yang terbaik untukmu.


Jangan kau tolak dan buatku hancur. Ku tak akan mengulang tuk meminta. Satu keyakinan hatiku ini. Akulah yang terbaik untukmu.


Akulah yang terbaik untukmu…


Yundha merasakan lagi itu terasa sangat dekat dengan hatinya. Ia tersentuh. Ingin ia berharap Dewa akan mengatakan hal yang seperti di dalam lagu itu padanya.


"Ah sudahlah. Aku kesel banget," ucapnya pelan seraya menambah kecepatan mobilnya. Ia harus kuat meskipun ia mulai merasa sangat aneh dengan perasaannya.


"Jangan katakan kalau kamu mulai suka padanya ya? Aaaaa tidak!" Perempuan itu memukul kepalanya sendiri.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Maaf singkat. Bentar disambung hehehe 😂

__ADS_1


__ADS_2