
"Hey, ayok!" panggil Dewa seraya memencet nomor lantai unit apartemen yang akan mereka datangi.
Yundha meringis. Ia mundur selangkah ke belakang kemudian berusaha untuk kabur tapi pria itu berhasil menangkapnya.
"Kenapa? Kamu ingin kabur dan membatalkan rencana aku?" ucap Dewa seraya meraih pinggang ramping Yundha dan menekannya ke dalam rengkuhannya.
"Lepaskan Aku brengsek! Aku gak pernah diperlakukan dengan sangat tak sopan seperti ini," geram gadis itu dengan gigi bergemeletuk kesal. Tubuh mereka benar-benar sangat dekat hingga ia bisa merasakan deru nafas pria itu menyentuh pipinya.
"Kamu yang membuatku melakukan ini sayang. Hanya malam ini, setelah itu aku akan membayarmu dengan sangat mahal," bisik Dewa seraya menarik tubuh Yundha ke dalam lift.
Sesampainya mereka berdua di dalam, Yundha berhasil mendorong tubuh pria itu agar bisa terlepas. Ia menatap Dewa dengan tatapan tajam.
"Kalau kamu ingin mendapatkan perempuan yang bisa dibayar untuk kamu sentuh sesuka hatimu kenapa kamu tidak pergi ke pub atau ke rumah bordil hah?!" teriak gadis itu dengan wajah yang sangat marah.
Untungnya hanya mereka berdua yang berada di dalam lift itu hingga ia bebas marah dan berteriak tanpa ada orang yang melihat.
Dewa tersenyum. Ia juga heran kenapa bisa ia kepikiran untuk menjebak gadis cantik itu untuk membantunya padahal ada banyak wanita yang sangat ingin dekat dengannya meskipun hanya berpura-pura.
"Maaf. Aku hanya tidak ingin kamu mengacaukan rencana aku. Jadi kumohon untuk tidak kabur dan lanjutkan apa yang aku mau," ucap Dewa seraya melipat kedua tangannya di depan wajahnya.
Yundha hanya mendengus kesal. Ia sangat benci pris itu. Dan ya, ia tidak tahu apa kesalahannya di masa lalu hingga ia bisa berjumpa dengan pria yang sangat menyebalkan seperti ini.
Tring
Pintu lift terbuka. Dewa menarik tangannya keluar dari kotak besi itu karena lantai tujuan mereka sudah sampai.
"Ingat, untuk berlaku mesra padaku maka semua urusan keamanan pada Cafemu akan aku jamin seratus persen," ucap pria itu saat ia sudah sampai di depan pintu unit apartemen Jessica, sang kekasih.
Yundha mencibir. Ia tidak tahu apa sebenarnya profesi pria itu hingga dengan sesuka hatinya selalu mengancamnya seperti itu.
"Ada apa sih sebenarnya? Apa kamu sedang ingin membuat pacar atau istrimu cemburu? Iyya?" tanya Yundha dengan bibir mencibir.
Dewa tidak menjawab. Ia hanya menatap sebuah penanda waktu yang melingkar di pergelangan tangannya. Nampak sekali kalau ia sedang menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam unit itu.
"Hey! Bagaimana kalau mereka menganggap aku pelakor dan menyerang aku?!" tanya gadis itu lagi.
"Wajahku dan rambutku akan dirusaknya. Memangnya kamu mau tanggung jawab?"
Dewa mengangkat wajahnya dan menatap Yundha yang begitu sangat cantik dimatanya itu.
"Makanya itu aku membayarmu mahal. Bahkan aku pun akan mengasuransikan hidungmu yang imut dan bibirmu yang ranum itu agar aman," jawab Dewa santai. Ia menyandarkan punggungnya pada pintu unit dan mengangkat alisnya sebelah.
__ADS_1
"Apa? Gila kamu ya?! Aku gak mau! Aku mau pulang saja!" teriak Yundha kemudian pergi meninggalkan pria itu. Ia harus pergi dari sana atau ia akan menjadi bulan-bulanan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Hey! Berhenti kamu! Kita sudah berada disini dan sebentar lagi rencana ku akan berhasil!" teriak Dewa seraya memburu langkah Yundha yang sudah sampai di depan pintu lift dan juga berhasil menekan tombol lantai dasar.
Pintu terbuka.
Di dalam sana ternyata ada Yudha yang sedang berdiri sendiri dan sedang menunduk sibuk dengan gawainya.
"Kak!" teriak Yundha tertahan karena tubuhnya tiba-tiba ditarik oleh Dewa sedangkan mulutnya dibungkam dengan menggunakan bibir pria itu.
Yudha yang merasa mendengar suara seseorang yang ia kenal langsung mengangkat wajahnya tapi pintu lift sudah tertutup dengan pelan dihadapannya.
"Dasar tak punya malu. Masak berciuman di depan lift?" gumamnya dengan kepala ia geleng-gelengkan.
"Tapi suara tadi. Itu sepertinya suara Yundha. Apa aku sedang berhalusinasi ya?" ucapnya dengan wajah bingung.
"Ah tidak mungkin Yundha ada di tempat ini malam-malam begini." Sisi hatinya menolak.
"Dan ya ampun. Bukankah Selfina mengatakan tidak menginap disini? Lalu kenapa aku malah pulang kemari? Oh ya Allah, ini gara para perampok itu, aku jadi gak fokus!"
Yudha menggerutu kesal kemudian menekan angka 5 lantai dimana ia mendengar suara Yundha tadi.
"Apa gadis yang sedang berciuman itu adalah Yundha?" tanyanya lagi dengan perasaan yang tiba-tiba sangat takut.
Sementara itu, Yundha merasakan tubuhnya membeku dan tak mampu bergerak karena ciuman tiba-tiba yang ia dapatkan dari pria asing yang sangat menyebalkan itu.
Ia belum sempat menolak dan melepaskan dirinya saat seseorang berteriak dengan histeris dari arah belakangnya.
"Kak Dewa! Apa-apaan ini?!"
Dewa pun melepaskan tautan bibirnya pada Yundha kemudian menatap gadis cantik yang sedang sangat sakit hati itu.
"Selamat ulang tahun Jess. Kami sengaja datang untuk memberi ucapan padamu," ucap Dewa seraya merengkuh pinggang Yundha dengan sangat posesif.
Yundha tak bereaksi. Gadis itu seakan baru mendarat dari kayangan. Ia belum sadar sepenuhnya dengan apa yang terjadi akibat dari ciuman tiba-tiba itu.
"Dasar tak punya perasaan kamu kak! Kamu tega! Kamu memberi aku ucapan selamat ulang tahun dengan memberiku racun! Hentikan Live nya!" Jessica yang seorang artis Instagram itu langsung melempari kamera dihadapannya dengan menggunakan sendalnya.
Ia sengaja membuat acara live di pukul 12 malam teng sebagai kejutan untuk Dewa yang akan datang padanya memberikan kado. Akan tetapi ia sangat terkejut tak percaya dengan kado spesial pria itu padanya.
"Bubar kalian!" teriaknya pada semua kru nya yang sedang membawa kamera. Mereka pun mematikan kamera kemudian segera meninggalkan tempat itu dengan memasuki lift yang sedang terbuka di hadapan mereka semua.
__ADS_1
Yudha yang berada di dalam kotak besi itu langsung bertanya pada beberapa orang yang sedang membawa kamera dan beberapa alat untuk syuting masuk ke dalam lift.
"Lagi ada syuting ya mas?"
"Iya pak, tapi batal karena artis kami sedang bad mood," jawab salah satu dari mereka.
Oh pantas mereka berdua lagi berciuman, rupanya sedang syuting, ucap pria itu dalam hati.
Ia pun tidak jadi memeriksa gadis yang ia curigai sebagai Yundha karena ia hanya melihatnya dari belakang. Penampilan gadis itu sangat cantik dan itu berarti gadis itu pastilah bukan Yundha.
Yundha orangnya tidak biasa menggunakan gaun sedangkan gadis itu menggunakannya.
Pintu lift tertutup kembali.
"Aku benci kamu kak Dewa dan kamu siapa hah?!" Jessica berteriak histeris lagi seraya menatap tajam perempuan yang sedang kedapatan berciuman dengan sang kekasih.
"Dia istriku Jess. Dan ia sudah lama ingin bertemu denganmu. Iyyakan sayang?" ucap Dewa seraya menatap wajah Yundha yang masih tampak bingung.
Yundha hanya mengangguk pelan kemudian tersenyum. Dadanya belum juga berhenti berdebar kencang.
"Sejak kapan kak? Kamu tega menduakan aku!" teriak Jessica lagi dengan suara tercekat. Airmatanya sudah tumpah ruah di pipinya yang mulus.
"Sejak kamu berselingkuh dariku Jess. Sejak aku tahu kalau kamu telah membohongiku!"
"Kak! Aku khilaf. Aku minta maaf," ucap perempuan itu dengan tangis sesenggukan.
"Aku maafkan kamu Jess, tapi ingatlah. Unit apartemen ini hanya aku berikan saat kita masih bersama dan sekarang carilah tempat tinggal yang baru sampai esok tiba," ucap Dewa dengan wajah datar tak berperasaan.
"Kak Dewa! Kamu tega! Aku akan tinggal dimana?"
"Terserah. Aku sedang tak bisa memikirkannya."
"Kak!"
Dewa tak perduli lagi meskipun Jessica sedang bersujud di kakinya.
"Ayok sayang, kita pulang," ucap Dewa pada Yundha dengan senyum kemenangan di wajahnya.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Like dan ketik komentar dong agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊