
"Makasih banyak om udah mau mampir di rumah kami," ucap Yudha saat mengantar tamunya malam itu ke pintu depan.
"Ya, sama-sama Yudh. Kami juga mengundang kamu untuk datang ke rumah. Maya akan berulang tahun beberapa hari lagi," ucap Anton Paris.
"Insyaallah om, semoga saja tak ada halangan," senyum Yudha.
"Dan mungkin Maya akan sering ke perusahaan untuk belajar padamu. Ia sangat ingin menjadi seorang pengusaha sukses seperti dirimu nak Yudha."
Yudha terkekeh pelan. Entah kenapa ia merasa bahwa pria itu terlalu memaksakan kehendaknya padanya padahal sudah sangat jelas kalau ia sudah memberikan penolakan secara halus.
"Om tahu kan kalau aku sangat sibuk. Ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Bukan cuma pada Maher Group tapi juga pada usaha aku sendiri." Yudha sekali lagi menyatakan penolakannya secara halus.
"Ada banyak tempat kursus di luar sana sebenarnya om. Dan aku yakin Maya pasti bisa belajar dengan tenang di sana."
"Mas Yudha benar banget pa. Tapi sayangnya aku maunya cuma belajar sama kamu aja. Gak apa-apa 'kan ya?" ucap Maya dengan wajahnya yang dibuat semanja mungkin. Ia bahkan ingin mendekat dan memeluknya tapi Yudha memundurkan tubuhnya pelan.
Yudha menghela nafas kemudian tersenyum.
"Baiklah datang saja. Dan daftarkan dirimu di bagian HRD, kamu bisa menjadi karyawan magang untuk sementara waktu. Dengan ikut bekerja kamu pasti bisa belajar."
Anton Paris dan Maya saling berpandangan. Mereka merasa bahwa ide itu tidak buruk juga.
"Wah, terimakasih banyak ya mas. Aku sungguh senang banget deh." Maya melompat kegirangan. Ia tak masalah menjadi karyawan magang yang penting ia bisa lebih dekat dengan Yudha.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi, selamat malam," ucap Anton Paris tersenyum. Setidaknya ia sudah melihat kalau putri kesayangannya tidak terlalu kecewa malam ini.
"Selamat malam om," balas Yudha. Kedua tamu itu pun meninggalkan rumahnya dengan helaan nafas berat dari pria muda itu.
Dimana Selfinaku, aku harus bertemu dengannya, aku rindu melihat senyumnya yang sangat manis itu, ucapnya dalam hati kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat ke dalam rumah.
"Ma, Selfina kemana ya? Kok gak ada di mana-mana?" tanya Yudha sesaat setelah mencari gadis itu dan tidak menemukannya dimanapun.
__ADS_1
"Udah pamit tadi. Katanya kepalanya pusing. Padahal mama suruh dia istirahat lho," jawab Hanum yang kebetulan ada di tempat itu.
"Lho kok gak bilang sama aku ma?" tanya Yudha.
"Kamu kan lagi serius banget ngomong sama Pak Anton tadi. Jadi katanya minta maaf aja," jawab Hanum seraya berlalu dari hadapan pria itu. Ia sedang ingin menidurkan putranya yang masih kecil.
Yudha langsung merasa tak nyaman. Ia takut kalau gadis itu benar-benar sedang tak sehat. Ia pun segera meraih handphonenya dan menelpon sang pujaan hati.
"Oh sial! Selfina masih memblokir nomor aku!" umpatnya kesal. Ia pun segera ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil dan berniat menyusul gadis itu. Akan tetapi langkahnya terhenti oleh Yudhi yang sedang berdiri di atas tangga.
"Kak kamu kok hebat banget tadi," ucap sang adik dengan tatapan tajamnya.
"Ya, aku memang selalu hebat. Kenapa?"
"Jelas-jelas om Anton ingin menjodohkanmu dengan Maya tetapi kenapa kamu malah menyebut namaku?"
"Oh itu? Kalau kamu tidak mau tidak apa-apa kok. Itu 'kan cuma saran saja sih. Jadi gak usah kamu pikirkan." Yudha langsung berlalu dari hadapan sang adik tapi Yudhi kembali menahannya.
"Aku suka sama mbak Selfina. Dan aku akan berjuang mendapatkannya," ucap Yudhi dengan tekad bulat dari dalam dadanya. Yudha langsung merasakan amarah di dalam hatinya. Rupanya sang adik belum juga paham dengan apa maksud perkataannya.
"Oh ya? Kalau aku boleh saran, kamu kubur saja niat mu itu. Selfina adalah milikku dan tak akan kubiarkan siapa pun untuk mengambilnya dariku, tidak kamu maupun yang lain. Mengerti?!" ucapnya dengan berusaha untuk tetap bersabar.
"Mbak Selfina suka padaku. Ia nyaman denganku. Selama beberapa hari ini kami sudah sangat akrab. Jadi sebaiknya kak Yudha memikirkan perasaannya."
"Apa maksud kamu hah?!" Yudha langsung meraih kerah kemeja sang adik dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun. Ingin rasanya ia memukul pria itu tapi ia masih sadar kalau mereka adalah saudara.
"Selama kak Yudha di Belanda, kami banyak menghabiskan waktu bersama di perusahaan maupun di tempat lain. Sampai kamu lihat sendiri, mbak Selfina bahkan mau aku ajak ke rumah ini. Karena apa? Karena ia nyaman denganku," ucap Yudhi dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.
Yudha merasakan rahangnya mengeras sempurna. Dadanya bergemuruh.
"Mbak Selfina bahkan meminta izin padaku untuk pulang cepat karena sedang tidak sehat. Itu karena apa? Karena ia percaya padaku. Ia nyaman denganku."
__ADS_1
"Diam kamu!"
"Selama ini ia mengakui kalau kak Yudha adalah pimpinan yang sangat menyebalkan. Lalu apakah kamu ingin memaksakan perasaanmu padanya hanya karena ia seorang bawahan?"
Yudha terdiam. Ia kesal dan tak ingin mendengar celotehan dari Yudhi lagi. Ia pun memutar arah dan berlalu dari hadapan sang adik.
"Mama sangat setuju kalau aku yang akan bersama dengannya. Jadi sebaiknya kakak mulai memikirkan perempuan lain saja!"
Yudha menghentikan langkahnya dengan tangan mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya.
Ia marah dan kecewa. Rupanya rencana makan malam ini bukan untuk menyambutnya yang baru pulang dari kunjungan bisnis tapi murni untuk menjodohkannya dengan Maya agar Yudhi bebas mendapatkan Selfina.
Ia pun tak ingin lagi ingin mendengar kata-kata sang adik. Ia sungguh ingin kembali ke kamarnya menumpahkan rasa kecewanya pada keadaan.
Yudhi tersenyum miring. Ia merasa bahwa apa yang dikatakannya benar adanya.
Selfina sering mengeluh kalau kakaknya itu terkadang sangat kejam dalam memperkerjakannya dan itu sudah merupakan jawaban kalau gadis itu sebenarnya tidak suka pada sang kakak.
Selfina patuh karena Yudha adalah pimpinannya, tak lebih dan tak kurang. Dan sekarang, ia semakin yakin kalau gadis itu akan segera ia dapatkan dengan sangat mudah.
Dukungan sang mama adalah hal yang sangat luar biasa untuk menjadikan Selfina sebagai istri.
Ia pun kembali ke kamarnya dengan bersiul-siul senang. Malam ini adalah malam yang sangat istimewa buatnya.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke? Eh, jangan lupa kasih hadiah bunga, kopi, atau iklan dong 🤭
Nikmati alurnya dan happy reading 😊
__ADS_1