
Pagi pun tiba. Matahari tampak mengintip malu-malu dari arah timur. Yudha tersenyum pagi itu dengan wajah yang sangat segar dan juga bersemangat.
Sebelum subuh ia sudah mandi besar bersama sang istri tercinta setelah melakukan olahraga malam yang cukup menguras tenaga mereka berdua.
Setelah itu mereka berdua sholat subuh kemudian membaca beberapa ayat-ayat suci Alquran. Mereka ingin mengungkapkan syukur dan rasa bahagia mereka dengan melakukan amalan sunah meskipun sedikit.
Kata pak ustadz, yang penting Istikomah meskipun kebaikan itu seujung kuku, insyaallah ada berkah dibaliknya.
"Mas, gimana kabar mas Yudhi?" tanya Selfina sesaat setelah mereka selesai membaca Alquran. Perempuan cantik itu menciumi mushaf di tangannya kemudian menyimpannya di atas rak buku paling atas.
"Alhamdulillah baik. Dokter Indy sudah mengirim pesan kalau ia sudah lebih tenang sekarang," jawab Yudha tersenyum.Tampak sekali kalau ia sangat lega saat ini.
"Alhamdulillah ya mas," ucap sang istri kemudian ikut duduk di samping suaminya yang sedang duduk diatas sofa setelah berbalas pesan dengan psikiater yang merawat Yudhi.
"Iya sayang. Aku senang sekali. Yudhi tidak melakukan hal yang tidak-tidak karena kesal dan marah pada kita berdua," ucap Yudha seraya meraih sang istri ke atas pangkuannya.
"Aku sangat senang sayang. Yudhi tidak berbuat nekad," lanjut pria itu seraya menatap wajah sang istri yang begitu sangat dekat dengan wajahnya.
"Iya mas. Aku juga senang mendengarnya. Dan aku gak nyangka lho kalau adikmu itu benar-benar ada perasaan sama aku," ucap Selfina dengan wajah tak nyaman.
"Aku 'kan udah bilang ke kamu sayang, tapi kamunya gak percaya." Yudha mencubit ujung hidung istrinya dengan gemas.
"Iya mas. Maafkan aku," balas Selfina dengan bibir manyun. Ia jadi merasa bersalah karena telah tak sadar memberikan harapan palsu pada adik iparnya itu.
"Tak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa sayang. Akan ada hati yang akan terlibat."
Selfina menghela nafasnya.
"Ah iya mas. Dan apakah kasus itu seperti hubungan presiden direktur dan juga sekretarisnya mas?" tanya Selfina dengan kening mengernyit.
"Maksud kamu apa?" tanya Yudha tersenyum.
"Seperti hubungan kita yang sudah berada Jauh dari hubungan kerja mas."
Yudha tidak menjawab tetapi langsung meraih bibir istrinya itu dan mengulumnya sangat lembut. Selfina ikut membalas dengan penuh perasaan.
__ADS_1
"Mungkin saja sayang, makanya itu aku segera menikahimu agar aku halal menyentuhmu seperti ini Sel," bisik Yudha dengan suara bergetar. Selfina selalu saja membawa dirinya ingin berkelana jauh sejauh-jauhnya.
Baru bibir perempuan cantik itu yang ia sentuh, adik kecilnya sudah bereaksi dengan sangat ganas. Ya, si junior menggeliat garang di bawah sana karena tertindih tubuh sang istri yang selalu bergerak gelisah.
Selfina tersenyum kemudian berniat untuk bangun dari posisinya saat ini. Ia bisa merasakan kalau si junior sedang sesak di bawah bokongnya. Dan ia yakin suaminya akan meminta sarapan istimewa di dalam istananya yang sangat sempit.
"Mau kemana sayangku," bisik Yudha seraya menahan pinggang sang istri tercinta agar tak berpindah tempat.
Selfina tersenyum kemudian menjawab," aku ingin kita segera bersiap mas. Masa bulan madu sudah sangat lewat. Kita akan berangkat kerja pagi ini."
"Boleh minta sesuatu dulu gak sayang?" tanya Yudha tersenyum seraya mengarahkan tangannya menyentuh dengan sangat lembut dua aset istrinya yang semakin menggoda saja.
"Apa mas? Mau minum ya?" tanya Selfina dengan mata ia pejamkan karena terlalu menikmati apa yang dilakukan oleh pria itu padanya.
Yudha menganggukkan kepalanya pelan kemudian membuka penghalang di depan matanya. Ia pun menenggelamkan bibirnya meraup rasa yang selalu jadi candu buatnya. Selfina hanya bisa meremass rambut tebal suaminya dan menekannya lebih dalam.
Yudha pun melepaskan keduanya dengan tatapan mata sayu pada sang istri. Rupanya ia meminta lebih dari pada sekedar minum.
"Junior boleh mandi di dalam gua dulu gak sayang, bentar aja ya," bujuk Yudha seraya mendekatkan wajahnya pada wajah cantik sang istri.
"Gak akan telat. Bentar aja ya, plis," ucap Yudha memohon.
Selfina tersenyum. Mama mungkin ia bisa menolak permintaan pria yang sangat dicintainya itu.
"Aku akan cepat sayang, dan kamu yang akan minta lama pastinya," lanjutnya seraya mengangkat tubuh istrinya dari pangkuannya. Selfina akhirnya menurut dan segera membuka seluruh penghalang pada tubuhnya.
Yudha tersenyum penuh kemenangan. Ia pun melakukan hal yang sama dan langsung memberikan foreplay pada Selfina yang tak pernah bosan ia kunjungi.
"Aaaaargh massss," desiss sang istri ketika si junior langsung menyerangnya dari arah yang sangat ia sukai.
Yudha tersenyum saat merasakan tubuh istrinya bergetar hebat. Ia juga sangat suka gaya ini. Ia seperti sedang dijepit sangat kuat oleh sang istri sampai ia tak sanggup untuk berlama-lama.
"Uggghh sayang ya Allah. Sel Fi Na aaargh!"
"Masss uuggh!"
__ADS_1
Junior menggeliat keras kemudian memuntahkan amunisinya yang masih tersisa dari semalam.
Mereka berdua terhempas ditengah nikmatnya bercinta di pagi sibuk. Dua orang itu membuang tubuh mereka ke atas ranjang dengan senyum puas.
Singkat tapi sangat berkualitas.
Selfina langsung berlari ke kamar mandi karena terganggu dengan cahaya matahari yang sudah mulai tampak dari arah sela-sela tirai jendela besar pada apartemen mereka.
Ia harus segera mandi untuk yang kedua kalinya pagi itu. Setelah itu ia berniat untuk menyiapkan sarapan.
"Kita sarapan di perusahaan saja sayang, aku minum susu putih saja ya," ucap Yudha tersenyum kemudian mengecup pipi sang istri yang baru keluar dari kamar mandi.
"Bukannya tadi udah?" ucap Selfina seraya mengedipkan matanya menggoda. Tangannya menyentuh dua asetnya yang terasa bertambah ukuran saja karena perbuatan suaminya itu.
"Ah iya ya, aku lupa," ucap Yudha tersenyum kemudian segera masuk ke dalam kamar mandi.
Selfina merasakan pipinya menghangat dengan dada berdebar tak karuan. Ia merasa semakin jatuh cinta pada pria tampan itu.
Ia pun segera berpakaian kemudian menuju dapur untuk membuatkan segelas susu putih untuk suaminya. Sedangkan ia sendiri hanya makan seiris roti yang ia berikan selai kacang favoritnya.
Yudha telah siap dengan pakaian kerjanyanya. Ia hanya mampir sebentar ke meja makan untuk menghabiskan segelas susu putih favoritnya. Setelah itu ia berangkat ke perusahaan sendiri.
Selfina sudah berangkat terlebih dahulu karena tak ingin datang berbarengan dengan sang suami.
Pernikahan mereka masih rahasia dan belum bisa dipublikasikan di daerah perusahaan sampai mereka mendapatkan waktu yang cocok.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan komentar dong agar author semangat updatenya oke?
Iklan lagi ah, mampir sini ya gaess 🤭 dan doakan author menang lomba, aamiin ya Allah.
__ADS_1