Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 243 Mari Aku Cek


__ADS_3

"Mandilah," ucap Yudhis seraya menjauh dari ranjang itu.


Tiara yang masih menangis semakin tak bisa menghentikan tangisannya. Ia sedih dan takut kalau ia benar-benar sudah sangat kotor.


"Mas," panggilnya diantara Isak tangisnya.


"Mandilah dan buang pakaian yang sedang kamu gunakan di tempat sampah. Aku tidak mau ada bau atau aroma mantan pacarmu itu di dalam kamar ini," ucap Yudhis lagi kemudian segera pergi dari kamar itu.


Tiara menghidu aroma tubuhnya. Ia memang bisa merasakan kalau ada aroma parfum Yudhi yang ia hafal pada pakaiannya. Tubuhnya langsung gemetar. Ia semakin takut saja kalau ketakutannya mungkin akan menjadi nyata.


Dengan langkah gontai ia pun menuju kamar mandi dan memasukkan pakaian yang telah ia pakai tadi ke dalam tempat sampah sesuai keinginan suaminya.


Ia mandi dengan menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun yang banyak berharap tidak ada lagi aroma pria brengsek itu. Bahkan rambutnya yang panjang sebahu pun ia cuci sampai berkali-kali.


Setelah ia merasa kulit tangan dan kakinya cukup berkeriput karena sudah sangat kedinginan, ia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih saja.


Melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaian untuk memakai pakaian, Ia tidak tahu kalau Yudhistira telah menunggunya dengan wajah tak sabar.


Ia dengan santai saja membuka handuknya dan menampilkan tubuhnya yang sangat polos itu tanpa ada rasa tak nyaman samasekali.


Yudhistira sungguh sedang diuji dengan pemandangan indah dihadapannya. Untuk pertama kalinya ia melihat Tiara dalam keadaan seperti itu. Semuanya sangat indah dan tak bisa membuat ia berkedip.


Libidonya terpancing dan berhasil membuat juniornya terbangun. Akan tetapi ia berusaha untuk menahan dirinya. Tiara harus makan dulu agar kuat melayaninya.


"Ekhem!"


Tiara terlonjak kaget. Ia pun mencari sumber suara dengan tangan segera memakai bra-nya.


"Gak perlu pakai itu!" ucap Yudhis dan langsung membuat perempuan cantik itu menghentikan gerakan tangannya mengaitkan pengait bra bagian depannya.


"Hah?"


"Kenapa mas?" tanya Tiara bingung.


"Pakai handuk saja trus kamu kemari!" balas Yudhis tegas.

__ADS_1


"Baik mas," ucap Tiara patuh. Ia pun membuka kembali bra yang sudah hampir ia pakai dan menyimpannya kembali ke dalam lemari pakaian.


Setelah itu ia memakai apa saja yang bisa ia dapatkan di dalam lemari pakaian itu. Ia tidak ingin memakai handuk lagi karena merasa sangat dingin setelah mandi dalam ruang ber AC.


Alhasil tangannya mendapatkan selembar pakaian yang minim bahan tapi ia tetap memakainya karena tatapan sang suami seolah-olah mengikuti semua yang ia lakukan. Ia jadi kikuk sendiri.


"Kamu makan dulu," ucap Yudhis seraya menunjuk ke arah meja di dalam kamar itu. Wajahnya tampak datar karena sedang berusaha menahan perasaannya yang sedang bergolak.


"Iya mas. Tapi mas gak akan usir aku dari rumah ini 'kan?" ucap Tiara dengan wajah yang berubah takut.


Yudhistira berusaha mengabaikan pertanyaan sang istri.


"Makanlah. Setelah kamu kenyang, kamu akan tahu apa keputusan aku!" balas pria itu seraya memberinya sebuah piring. Makanan dan minuman yang ia buat tadi pagi untuk perempuan cantik itu ia hidangkan juga tapi dengan tambahan nasi dan juga sup daging sapi.


Tiara pun mengisi piringnya dengan sandwich roti gandum isi tuna karena makanan itu tampak sangat menarik dimatanya. Ia pun mulai makan dan menghabiskan satu potong. Ia memang sangat lapar.


"Makan nasi juga dan tambah dengan sup agar kamu kuat!' titah Yudhis dengan tegas.


"Iya mas," balas Tiara dengan patuh. Ia pun mengisi piringnya dengan satu sendok nasi dan sup daging sapi yang menguarkan aroma yang sangat lezat dan memancing selera.


Tak lama kemudian makanan di hadapannya pun ludes dengan cepat. Nampak sekali kalau ia memang sangat lapar.


"Mau minum apa? Susu atau Apple Cooler?" tanya sang suami seraya menunjuk dua buah gelas dihadapannya.


Tiara tidak menjawab. Ia malah menatap wajah sang suami dengan perasaan khawatir sekaligus curiga.


Apakah pria ini ingin mengusirku setelah aku sudah kenyang?


Apa ini adalah caranya untuk mengusirku secara halus?


Atau inikah nafkah terakhir baginya?


"Kenapa? Kok gak mau minum?" tanya Yudhis dengan tatapan lurus ke dalam mata indah perempuan cantik itu.


"Mau mas, tapi kenapa kamu baik sekali? Apakah ini berarti kamu akan menyuruhku pergi dari hidupmu?"

__ADS_1


"Menurutmu bagaimana?" Yudhis balik bertanya dengan senyum samar di bibirnya.


Tiara terdiam kembali. Ia memaksa otaknya untuk berpikir. Yang ia tahu, tidak ada seorang pun suami yang akan menerima istrinya dengan mudah kalau sudah diperawani oleh pria lain.


"Ayo cepat minum!" titah Yudhis seraya menyerahkan segelas Apple Cooler pada sang istri.


"Iya mas, makasih." Tiara pun menyambut minuman itu dan meminumnya sampai habis.


Segar!!! ucapnya dalam hati.


"Sekarang apa mas?" tanya perempuan itu dengan perasaan was-was. Yudhistira tidak menjawab tetapi malah melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk mempersiapkan dirinya.


Tiara pastinya sudah sangat segar dan juga harum, untuk itu ia juga ingin tampil sama agar pertemuannya dengan perempuan itu untuk yang pertama kalinya jadi lebih indah dan juga berkesan.


Tiara tak tenang. Ia bergerak gelisah di tempatnya. Akhirnya ia bangun dan berjalan hilir mudik di dalam kamar itu sembari menunggu kedatangan suaminya dari dalam kamar mandi.


Perempuan itu langsung menjemput suaminya di depan pintu kamar mandi dan langsung berlutut meminta maaf.


"Maafkan aku mas," ucapnya di depan tubuh sang suami.


"Apa kamu merasa ada salah Ra?" tanya pria itu seraya meraih tubuh istrinya agar berdiri.


"Iya mas. Maafkan aku. Aku sengaja pura-pura masih haid dan tidak melayanimu tapi justru pria yang lain yang mengambil itu dariku, hiks."


"Benarkah?" tanya Yudhis dengan tatapan lurus pada perempuan cantik itu.


"Iya mas. Maafkan aku, hiks," jawab Tiara dengan tangis sesenggukan.


"Aku juga penasaran sih, kamu itu benar-benar masih perawan atau tidak. Kalau begitu buka pakaianmu dan aku akan memeriksanya sendiri."


"Hah?!"


🌹🌹🌹


*Bersambung.

__ADS_1


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2