
Yura tanpa ragu menganggukkan kepalanya. "A-aku ta—" ucapan Yura terputus saat Rey membawa tubuhnya ke dalam dekapannya.
"Jangan takut. Ada aku di sini." Ucapnya sambil mengusap punggung Yura untuk menenangkannya.
"Kak Rey..." lirih Yura lalu mendekap erat tubuh Rey untuk menyalurkan ketakutannya saat ini. Rasa takutnya saat ini berhasil membuat Yura melupakan jika Ia harus menjaga hatinya dari Rey dan salah satunya dengan tidak bersentuhan fisik dengan Rey.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Yura untuk tenang setelah berada di dalam dekapan Rey. Entah mengapa ia merasa nyaman dan aman setelah Rey mendekap erat tubuhnya walau hanya sekedar untuk menenangkannya.
"Ayo kita tidur lagi." Ajak Rey.
"Tapi aku..." Yura nampak ragu karena suara hujan lebat diikuti gemuruh dari luar masih terdengar keras.
"Tenanglah. Ada aku di sini." Ucap Rey lalu melepaskan dekapannnya. Ia membantu Yura berbaring kembali di atas ranjang lalu ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Yura.
__ADS_1
"Kemarilah." Ucap Rey lalu menarik tubuh Yura untuk masuk kembali ke dalam dekapannya. Rey dapat merasakan saat ini tubuh Yura menegang karena mendapatkan perlakuan darinya. Namun Rey tak menghiraukannya justru mengusap punggung Yura untuk menenangkannya kembali.
"Tidurlah. Aku akan menemanimu hingga pagi." Ucap Rey datar namun tersirat rasa perhatian di dalamnya.
Yura tak membalas ucapan Rey dan lebih memilih memejamkan erat kedua kelopak matanya.
*
Mentari pagi mulai bersinar menerangi bumi. Cahayanya yang terang hingga menyelinap masuk ke dalam celah jendela tak berhasil membangunkan dua orang yang sedang terlelap dengan saling berpelukan itu dari tidurnya. Yura dan Rey masih nampak terlelap dengan nyaman dalam tidurnya masing-masing.
"Sudah jam berapa ini?" Gumamnya dengan mata terpejam. Setelah kedua kelopak matanya kembali terbuka, Yura dibuat terkejut melihat wajah tampan Rey sangat dekat dengan wajahnya dan tangan kekar Rey terasa erat memeluk pinggangnya.
Ingatan Yura pun langsung tertuju pada kejadian tadi malam saat Rey berusaha untuk menenangkannya. Perlahan Yura mengangkat tangan Rey yang sedang memeluk erat pinggangnya dan menjauhkan tubuhnya dari Rey.
__ADS_1
"Apa semalaman Kak Rey memeluk tubuhku?" Gumam Yura menatap wajah tampan Rey. Yura pun menatap ke arah jam dinding dan begitu terkejut melihat waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah delapan pagi.
"Oh astaga... bagaimana aku bisa tertidur selama ini." Ucap Yura lalu turun dengan hati-hati dari atas ranjang. Yura pun memutuskan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu sebelum membangunkan Rey dari tidurnya.
Rey membuka kedua kelopak matanya setelah mendengar pintu kamar mandi tertutup dari dalam. Ia perlahan bangkit dari tidurnya dan menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Agh..." ringis Rey saat merasakan keram pada tangannya yang ia pergunakan sebagai bantal untuk kepala Yura saat tidur. Rey pun menggelengkan kepalanya setelah melihat tangannya yang juga ikut memerah.
Rey menarik tipis salah satu sudut bibirnya saat mengingat kejadian tadi malam. Tak ingin larut dalam pemikirannya tentang Yura, Rey memilih turun dari ranjang dan membersihkan ranjang lalu menyibakkan gorden jendela kamar yang belum dibuka oleh Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.