Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tiada satu pun orang di sana


__ADS_3

"Tidak ada cara lain. Kita hanya bisa menunggu sampai ada warga desa yang lewat dan meminta pertolongan." Ucap Rey. Dalam hatinya ia sedikit meragu jika warga desa ada yang melewati jalan saat ini mengingat cuaca yang buruk dan jalan yang pasti susah dilewati jika keadaan seperti saat ini.


Yura mengangguk mengiyakan ucapan Rey. Ia turut menyandarkan punggungnya di sandaran jok mobil sambil mendekap erat tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Apa Kakak tidak kedinginan?" Tanya Yura pada Rey yang masih mencoba mendapatkan jaringan selulernya dengan terus memode ulang ponselnya. Ia menatap baju dan celana Rey yang nampak basah terkena air hujan.


"Tidak." Jawab Rey seadanya.


Yura menghela nafasnya lalu menatap ke arah jok belakang mobil. Di sana terlihat pakaian cadangan yang selalu Rey bawa untuk jaga-jaga jika diperlukan seperti saat ini. "Baju dan celana Kakak basah dan akan tidak nyaman jika digunakan dalam waktu lama. Sebaiknya Kakak mengganti baju Kakak lebih dulu." Saran Yura.


Rey menatap wajah Yura dengan datar. "Tidak perlu mengajariku. Aku akan menggantinya jika tubuhku sudah tidak nyaman." Ketus Rey. Bukannya tidak ingin mengganti bajunya saat ini. Hanya saja Rey lebih mementingkan mencari cara agar bisa mendapatkan pertolongan untuk masalahnya saat ini dan segera kembali ke desa A karena hari sudah mulai gelap.


Satu jam berlalu, Rey masih berusaha untuk mendapatkan signal namun selalu berujung sia-sia karena jaringan ponselnya selalu menunjukkan tidak ada layanan. Rey menghembuskan nafas kasar di udara saat otaknya terasa buntu memikirkan cara agar keluar dari permasalahannya saat ini. Pun dengan Yura yang turut berusaha mendapatkan signal walau berujung sia-sia.


Rey dan Yura secara bersamaan menatap ke arah luar mobil yang memperlihatkan kondisi di luar sudah gelap dan hujan yang sudah mulai reda.

__ADS_1


"Kenapa tidak ada satu pun warga yang melewati jalan ini?" Gumam Yura merasa bingung.


Rey memilih diam tanpa berniat menjelaskan pada Yura apa yang terjadi hingga membuat warga lebih memilih tidak bepergian kemana-mana di waktu malam hari dan dalam keadaan seperti saat ini.


"Apa kau sudah lapar?" Tanya Rey mengingat saat ini sudah memasuki waktu jam makan malam.


Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Rey memutar kepalanya ke arah belakang jok mobil. "Jika kau lapar kau bisa memakan makanan yang diberikan sekretaris desa tadi." Saran Rey.


"Makanlah. Kakak juga pasti lapar." Ucap Yura sambil menyodorkan makanannya di tangannya pada Rey.


Rey menurunkan egonya dan menerima makanan yang diberikan Yura karena perutnya juga terasa lapar saat ini. Melihat reaksi Rey yang mau menerima makanan darinya membuat Yura melebarkan senyumannya. Setelah merasa cukup kenyang memakan makanan yang diberikan pihak desa, Rey pun menyerahkan sebotol minuman pada Yura. "Minumlah." Ucapnya yang dibalas Yura dengan anggukan kepalanya.


"Menurut perkiraan, masih ada sekitar sepuluh km lagi baru kita bisa keluar dari jalan ini." Ucap Rey memecahkan keheningan di antara mereka.

__ADS_1


"Apa sepuluh km lagi tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar sini?" Tanya Yura yang sudah mulai merasa takut dengan posisi mereka saat ini.


Rey menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Kau bisa lihat sendiri di perjalanan menuju desa tadi tidak ada satu pun rumah di jalan ini. Itu lah alasan Bu Asih meminta aku memastikan bahan bakar mobil masih tersedia sampai kita kembali ke desa." Ucap Rey tanpa menatap Yura.


Yura diam dengan pemikiran bertanya-tanya bagaimana caranya mobil Rey bisa berjalan kembali. Ia merasa tidak yakin mendapatkan pertolongan melihat kondisi jalanan yang sepi tanpa ada satu pun orang yang lewat di sana semenjak mobil mereka mengalami bocor ban.


Beberapa jam berlalu, Yura dan Rey masih memilih berdiam diri di dalam mobil dan berharap akan ada orang yang lewat dan bisa membantu mereka. Namun apa yang mereka harapkan tidak terjadi karena sampai jam sebelas malam tidak ada satu pun orang yang melewati jalan tempat mereka berada.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2