
Senyuman tipis nampak terbit di wajah tampan Rey saat melihat istrinya tengah terlelap di atas ranjang. Ia terus melangkah mendekat pada ranjang lalu berjongkok di samping ranjang. "Maaf karena tidak menghubungimu sejak tadi." Gumam Rey sambil mengusap pipi Yura dengan pelan agar tak mengganggu Yura dalam tidurnya.
Cukup lama Rey menatap wajah istrinya yang membuat hatinya yang tadi gundah berubah tenang. Setelah cukup lama menatap wajah Yura, Rey segera beranjak dari posisinya lalu melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket karena ia belum sempat membersihkan tubuhnya sejak berada di rumah kedua orang tuanya.
*
Pukul setengah lima pagi Yura nampak terbangun dari tidur lelapnya. Kedua kelopak matanya yang baru saja terbuka dibuat terbelalak saat melihat wajah Rey yang sudah berada dekat dengannya. "Kak Rey..." lirih Yura menatap wajah tampan Rey. "Kak Rey sudah pulang?" Lanjutnya lagi.
Jemari Yura pun terulur mengusap wajah tampan Rey yang sejak kemarin sudah membuatnya rindu. Ditatapnya cukup lama wajah tampan suaminya dengan jemari yang terus mengusap wajah Rey. Aktivitas Yura pun berhasil mengganggu tidur Rey hingga akhirnya membangunkan Rey dari tidurnya.
"Eh..." Yura dibuat terkejut saat melihat kedua kelopak mata Rey yang tiba-tiba terbuka.
"Kau sudah bangun?" Tanya Rey dengan parau.
"A-aku..." Yura dibuat gugup saat Rey mendekatkan wajahnya hingga mengikis harak di antara mereka.
Cup
__ADS_1
Sebuah kecupan selamat pagi mendarat di bibir mungil Yura.
"Ayo kembali tidur. Ini masih cukup pagi untuk kau bangun." Ajak Rey lalu menarik tubuh Yura semakin rapat dengan tubuhnya. Rey tidak membiarkan Yura sama sekali berbicara karena ia tahu Yura akan mempertanyakan apa yang dilakukannya kemarin di rumah orang tuanya hingga lupa mengabarinya.
Yura akhirnya menurut saja saat melihat kedua kelopak mata Rey kembali tertutup rapat. Apa Kak Rey begitu lelah hingga terlelap kembali seperti ini?" Tanya Yura dalam hati.
*
"Kak Rey tunggu." Yura menahan lengan Rey yang hendak melangkah ke arah ke kamar mandi setelah Rey bangun kembali dari tidurnya.
"Jam berapa Kakak pulang tadi malam dan kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Yura.
"Jam sebelas malam. Aku tidak membangunkanmu karena aku tidak tega melihat raut wajah lelahmu." Jawab Rey seadanya.
"Lalu kenapa Kakak tidak membalas pesanku bahkan nomer Kakak juga tidak aktif sejak kemarin?" Tanya Yura lagi.
"Maaf, aku lupa mengisi daya ponselku. Kemarin aku sangat sibuk di rumah Mama." Jawab Rey seadanya. Ia bahkan melupakan dimana meletakkan ponselnya sejak kemarin. Agh sepertinya ponselnya masih berada di tas kerjanya mengingat sejak kemarin Rey tidak ada menyentuhnya lagi sejak menenangkan Mamanya.
__ADS_1
"Kak Rey..." Yura kembali hendak bicara namun Rey dengan cepat memotongnya.
"Aku akan menjelaskan apa yang terjadi kemarin hingga aku tidak bisa menjemputmu bahkan mengabarimu. Sekarang aku mandi dulu. Tunggulah aku di ruang makan." Titah Rey.
Yura mengangguk mengiyakan ucapan Rey lalu melepaskan cekalan tangannya. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi Rey menyempatkan lebih dulu mengecup kening Yura dengan sayang.
Yura tersenyum mendapat perlakuan yang semakin hangat dari suaminya itu. Entah mengapa ia merasa sangat dicintai oleh suaminya walau sampai saat ini Rey belum pernah mengungkapkan perasaannya padanya.
"Kak Rey, aku harap semua akan baik-baik saja." Lirih Yura menatap punggung Rey yang hampir hilang dari balik pintu kamar mandi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1