
"Kak Rey, apa yang Kakak lakukan?" Tanya Yura merasa terkejut.
"Menggendongmu." Jawab Rey singkat lalu berjalan ke arah tangga berada. Rey mengetahui apa yang menyebabkan Yura meringis karena Yura masih merasakan sakit pada bagian intinya saat berjalan.
"Kak Rey jangan seperti ini. Aku bisa berjalan sendiri!" Ucap Yura memberontak dalam gendongan Rey. Ia sungguh merasa malu diperlakukan seperti ini oleh Rey. Terlebih saat ini pelayan tengah menatap pada mereka.
"Diamlah atau aku akan melepaskanmu." Ancam Rey agar Yura diam.
Yura dibuat terdiam dan tak dapat berkata-kata. Ia pun akhirnya membiarkan Rey menggendongnya hingga sampai ke dalam kamarnya.
"Harusnya kau tidak usah turun tadi." Ucap Rey setelah meletakkam tubuh Yura di atas ranjang.
"Maksud Kakak?" Tanya Yura merasa bingung dengan ucapan Rey.
Rey mendengus melihat Yura yang tidak mengerti maksud ucapannya. "Sudah jelas kau masih kesulitan untuk berjalan dan kau memaksakan diri untuk turun." Jelas Rey.
"Bagaimana aku tidak turun. Akan tidak sopan aku tidak menemui kedua orang tua Kakak yang datang ke rumah ini." Jawab Yura.
"Mereka akan mengerti jika aku menjelaskannya." Ucap Rey.
Yura menghela nafasnya. Walau merasa sangat malu karena cara berjalannya tadi membuat keluarga Rey bertanya-tanya, namun Yura tidak merasa menyesal melakukannya dari pada ia berdiam diri di kamar dan tidak menemui keluarga Rey.
"Sudahlah, sekarang lebih baik kau istirahat dan jangan bergerak jika tidak diperlukan." Titah Rey.
__ADS_1
Yura mengangguk saja tanpa berniat membantah ucapan suaminya.
"Kalau begitu aku turun dulu." Ucap Rey.
"Kakak ingin kemana?" Tanya Yura.
"Aku ingin mengambil laptopku yang masih berada di ruang tamu." Jawab Rey.
"Oh..." Jawab Yura.
Rey mengangguk lalu berjalan keluar dari dalam kamar.
"Huft..." hembusan nafas Yura terdengar kasar di udara setelah kepergian Rey. "Bisakah untuk beberapa hari kemudian aku bersembunyi agar tidak bertemu dengan Rachel? Setelah ini dia pasti bertanya yang tidak-tidak kepadaku." Ucap Yura yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya padanya.
*
"Kak Rey ayo bangun..." ucap Yura pelan sambil menepuk pelan lengan Rey yang tengah memeluknya.
Rey hanya berdehem namun tak melepaskan dekapannya justru semakin memeluk erat tubuh Yura.
"Uhuk." Yura terbatuk akibat pelukan Rey yang sangat erat pada tubuhnya.
Rey pun seketika melepaskan pelukannya mendengar suara batuk Yura. "Ada apa denganmu?" Tanyanya tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Aku tak apa." Jawab Yura lalu bangkit dari pembaringannya.
Rey turut bangkit dari pembaringannya. "Kau ingin kemana?" Tanya Rey saat Yura hendak turun dari ranjang.
"Aku ingin mandi, Kak." Jawab Yura.
"Apa kau yakin ingin bekerja hari ini?" tanya Rey.
Yura menganggukkan kepalanya. "Aku tidak ingin libur lagi hari ini, Kak." Jawab Yura.
"Tapi bagaimana dengan dirimu, apa kau sudah baik-baik saja?" Tanya Rey sambil mengarahkan pandangannya pada bagian inti Yura.
"Emh, ya. Aku sudah baik-baik saja, Kak. Kalau begitu aku ke kamar mandi dulu." Ucap Yura lalu buru-buru melangkah ke arah kamar mandi.
"Dia sudah baik-baik saja?" Gumam Rey tersenyum miring dan menatap Yura penuh arti.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1