
Vara dan Kyara pun nampak sudah meneteskan air matanya mendengar putra dan putri mereka yang sudah menikah dengan cara yang tidak baik. Terlebih Vara yang merasa kembali ke beberapa tahun lalu mengingat alasan pernikahannya dan Rangga yang didasari ada anak di antara mereka.
Berbeda dengan Vara, Kyara dan Yura yang sedang menangis saat ini, Rachel dan Alula kini terlihat begitu senang mendengar kabar jika Kakak mereka sudah menikah. Bahkan mereka tanpa sadar mengangkat tangan ke udara berbarengan tanpa menyadari jika suasana di antara mereka tengah tegang.
Rachel dan Alula saling berpandangan dan bersorak dalam hati merasa senang atas apa yang terjadi pada Kakak mereka masing-masing. Wajah senang mereka pun seketika berubah datar saat menyadari jika kini Aidan menatap mereka dengan tajam.
"Bunda... Ayah... Om dan Tante... maafkan Yura dan Kak Rey telah membuat kedua keluarga kita malu karena insiden yang terjadi pada kami." Yura menatap keluarganya dan Rey secara bergantian dengan wajah sendunya.
"Jangan berbicara seperti itu, Yura. Kau tidak salah dalam hal ini." Ucap Mama Kyara lembut pada Yura. Mama Kyara dapat melihat jika kini Yura merasa tertekan atas apa yang terjadi kepadanya saat ini.
"Tapi Yura memang bersalah, Tante..." kepala Yura tertunduk dengan air mata yang semakin mengalir membasahi kedua pipinya.
"Yura..." merasa tidak kuat melihat putrinya yang menangis membuat Vara bangkit dari duduknya dan menghampiri Yura. "Jangan menangis, Sayang... kau tidak bersalah dalam hal ini. Bunda percaya jika kau tidak mungkin melakukan hal yang dituduhkan warga." Vara membawa Yura ke dalam dekapannya. "Tidak ada satu pun orang yang ingin berada di posisimu saat itu. Bunda mengerti apa yang kau rasakan saat ini, tapi semuanya sudah terjadi."
Yura pun menumpahkan sesak di dadanya dengan memeluk erat tubuh ibu yang telah melahirkannya. Rey yang berada di samping Yura pun hanya diam dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Sayang... duduklah kembali." Titah Rangga pada Vara setelah melihat putrinya mulai tenang.
Vara melepas dekapannya lalu mengusap kedua pipi Yura yang basah. "Jangan menangis lagi." Ucap Vara lalu kembali berjalan ke tempat duduknya.
"Ayah percaya jika kau tidak mungkin melakukan hal yang ditudukan warga padamu. Namun setelah mendengar pejelasan dari Rey, Ayah mengerti jika apa yang dilakukan warga adalah bentuk ketegasan mereka menjaga harkat dan martabak desa mereka. Mereka hanya percaya apa yang mereka lihat tanpa mengetahui kebenarannya. Terlebih alasan yang kalian berikan pada warga tidak masuk akan setelah warga melihat ban mobil Rey baik-baik saja." Ucap Rangga.
"Rangga benar. Dan kini semuanya telah terjadi dan tidak ada gunanya untuk disesali. Rey dan Yura sudah menikah dan itu-lah yang harus kita terima saat ini ." Ucap Gerry tegas.
Rangga menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Gerry.
"Untuk Rey, saat ini statusmu sudah berubah dan tanggung jawabmu sudah bertambah sebagai seorang suami. Papa harap kau bisa bersikap baik pada Yura dan memperlakukan Yura dengan baik sebagai istrimu." Ucap Gerry dengan tegas.
"Dan harus kalian ingat, jika pernikahan bukanlah hal yang main-main. Mungkin di hati kalian saat ini tidak ada perasaan satu sama lain. Namun satu hal yang harus kalian ingat, jika Ayah menentang dengan keras kalian untuk berpisah!" Tekan Rangga.
Yura menatap Ayahnya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa Ayahnya secara tidak langsung memintanya untuk terus menjadi istri Rey. Baru saja lidahnya ingin berucap jika ia ingin berpisah dengan Rey, namun Ayahnya sudah memberi perintah agar mereka tidak berpisah.
__ADS_1
"Papa setuju dengan Ayah Rangga. Di dalam silsilah keluarga kita sangat menentang dengan keras yang namanya perceraian. Karena pernikahan kalian saat ini hanya sah di mata agama, maka Papa minta pada Rey cepat mengurus pernikahan kalian agar sah di mata hukum." Ucap Gerry.
Vara dan Kyara saling pandang merasa aneh dengan ucapan suami mereka saat ini. Entah mengapa mereka melihat suami mereka seperti telah mengetahui apa yang terjadi namun menutupinya dengan topeng di wajah mereka.
"Sekali lagi Ayah tekankan, jangan pernah berniat untuk berpisah karena kami tidak akan pernah merestuinya." Tekan Rangga.
"Ayah..." Yura menggelengkan kepalanya. "Yura tidak bisa menerimanya, Ayah. Kak Rey sudah dijodohkan dengan Flower dan Yura tidak ingin membuat rencana pernikahan mereka batal karena Yura." Ucap Yura menolak perintah ayahnya.
Rey cukup terkejut mendengar Yura yang mengetahui rencana perjodohannya dengan Flower.
"Untuk hal itu kau tidak perlu memikirkannya. Papa dan Ayahmu akan mencari jalan keluar untuk itu." Timpal Gerry dengan tegas.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.